indosiar.com, Bogor - (Rabu, 22.02.2012) Kebingungan keluarga Eka, korban jembatan Ciampea, timbul saat kedatangan jenasah korban kedua yang ditemukan hari Selasa di Mesjid Cibanteng Kabupaten Bogor. Keluarga Eka menjadi ragu ketika ciri-ciri jenasah mirip dengan ciri-ciri anaknya, yang telah dimakamkan.
Menurut Iwan, dari pihak keluarga Eka, ketika proses identifikasi jenasah di Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang Kabupaten Bogor, pihak keluarga masih dirudung luapan emosi sehingga langsung menyatakan jenasah itu Eka.
Jenasah kedua yang juga berkelamin perempuan ini langsung dimakamkan bersebelahan dengan jenasah yang pertama. Sementara itu dua keluarga yang anak perempuannya menjadi korban menyatakan bahwa jenasah pertama bukanlah anak mereka.
Jenasah yang diduga Eka Binti Silaeman berusia sembilan tahun ditemukan Selasa pagi, di aliran kali Orok sungai Cihideung yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi ambrolnya jembatan Ciampea. Korban diidentifikasi di RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor. Dengan ditemukannya dua korban ini, maka dari delapan korban yang dilaporkan hilang, kini petugas masih melanjutkan tiga korban lainnya. (Iwan Kurniawan/Sup)