
indosiar.com, London - Banyak yang menyebut bahwa bila ingin sukses, seorang artis harus merasakan sulitnya tampil di atas panggung teater. Hal ini juga yang nampaknya sukses dilakukan oleh Daniel Radcliffe.
Dikenal lewat perannya sebagai tokoh Harry Potter, Radcliffe sukses membuat banyak pihak terhenyak lewat perannya di Equus yang mengharuskannya tampil telanjang. Hebatnya lagi selain mendapat pujian, ada kemungkinan ia bakal kembali tampil di pementasan yang sama di New York, yang disebut sebagai salah satu kiblat dunia teater, pada tahun 2008.
Menanggapi soal kemungkinan comeback ke atas pentas, pemuda kelahiran 1989 tersebut dengan wajah serius mengatakan, "Tentu saja sangat menyenangkan seandainya itu bisa terwujud, namun disisi lain juga cukup membuat tegang. Aku sempat bicara dengan Richard Griffiths dan ia memberi nasehat bahwa hal terbodoh adalah saat seorang pemain teater meremehkan penonton di New York."
Griffiths adalah lawan main Radcliffe di Equus yang sempat meraih Tony Awards tahun 2006 silam lewat perannya di The History Boys. Sosoknya juga dikenal oleh penggemar Harry Potter karena dialah pemeran Paman Vernon di versi layar lebar.
"Tentu saja aku merasa lebih cemas dan panik, karena kabarnya penonton disana jauh lebih kritis dibanding London. Meski begitu, aku tahu pementasan kami sangat bagus saat di Inggris dan mudah-mudahan bila dibuat lagi, minimal kualitasnya sama."
Equus sendiri pertama kali diproduksi di London pada tahun 1973 silam dan langsung menarik perhatian kritikus, puncaknya adalah dengan raihan Tony Award untuk Pementasan Terbaik dua tahun kemudian. Di tahun 1977, cerita tersebut diadaptasi ke layar lebar dengan bintang Richard Burton dan Peter Firth serta mampu meraih tiga nominasi Oscar.
Sambil menunggu debut Radcliffe, penggemar bisa menyaksikan aksi terbarunya lewat film December Boys yang siap diputar di bulan September 2007, yang mengisahkan tentang empat orang remaja yatim-piatu yang tumbuh di sebuah asrama Katolik yang terletak di Australia.(broadway/mdL)