
indosiar.com, Korea - Di tengah aksi protes yang dilakukan para artis Korea untuk menentang pemotongan jatah kuota film lokal, perfilman negeri Ginseng mengalami fenomena menarik selama beberapa bulan terakhir.
Hal itu diawali ketika sejumlah film berbujet besar seperti Typhoon dan Blue Swallow gagal berbicara banyak di kancah box-office, sementara hasil kebalikan justru dicatat oleh King and the Clown yang 'hanya' bermodal sebesar 4 juta dolar.
Meski bujetnya praktis tidak terlalu besar untuk ukuran film Korea, King and the Clown mampu menghadirkan kehebohan dan diperkirakan bakal menembus angka 10 juta penonton dalam waktu dekat. Yang cukup mengejutkan, film ini sendiri sebenarnya menghadirkan topik yang terbilang cukup tabu bagi masyarakat Timur yaitu tentang homoseksual.
Film ini berkisah tentang raja di masa dinasti Chosun bernama Yeonsan yang mengendalikan kerajaan dengan tangan besi dan tidak segan-segan menghabisi siapapun yang membuatnya marah. Selain itu, juga diceritakan persahabatan unik sang raja dengan seorang badut bernama Gong-gil.
Berkat film ini pula, nama seorang aktor muda langsung mencuat dan disebut-sebut bakal menjadi bintang baru di tahun 2006 : Lee Joon-gi. Tema homoseksual sendiri di Korea pertama kali mencuri perhatian lewat film seni Bungee Jumping on Their Own yang dibintangi Lee Byeong-heon secara tak terduga sukses besar.
Saking suksesnya, kabar terakhir menyebutkan kalau King and the Clown siap dibuat versi drama musikalnya dan bakal mentas di sejumlah panggung ternama.(seoultimes/mdL)