
indosiar.com, Jakarta. Pada Jumat pekan lalu, kepolisian wilayah Shibuya, salah satu distrik kota Tokyo, Jepang telah menahan seorang pria yang mengirim surat-surat ancaman ke rumah bintang pop Jepang, Hamasaki Ayumi (31). Tersangka yang bernama Fujii Motoyoshi dikenakan pasal pemerasan. Tersangka tersebut mengakui tuduhan pemerasan tersebut.
Pada Desember tahun 2009 lalu, Fujii mengirim surat ke rumah Ayumi, namun seorang staf Avex. label musik dimana Ayumi bernaung memeriksa surat tersebut lebih dahulu sebelum sang penyanyi sempat membacanya. Pada pandangan pertama, surat ini seperti surat penggemar biasa yang berisi pujian pada Ayumi dan artis lainnya.
Namun surat ini juga berisi tuntutan 500 juta yen yang harus ditransfer ke sebuah rekening bank atau rumah presiden perusahaan Avex, Max Matsuura (45) dibakar. Fujii mengirim surat pemerasan itu atas perintah bos geng kriminal tempat Fujii menjadi anggota. Surat itu diserahkan staf Avex itu kepada Max Matsuura yang lalu melaporkannya ke polisi pada Januari kemarin.
Polisi dengan mudah melacak pengirim surat tersebut lantaran Fujii meninggalkan nama dan alamatnya dalam surat tersebut. Kini pihak polisi sedang menyelidiki apakah Fujii juga bertanggung jawab atas beberapa surat pemerasan lain yang juga dikiim kepada Hamasaki Ayumi dan Max Matsuura sejak tahun lalu. Mereka juga menyelidiki bagaimana Fujii bisa mendapatkan alamat rumah Hamasaki Ayumi.(Tokyograph/AsianFanatics/Fachri)