
indosiar.com, Jakarta - China daratan dikabarkan berusaha membatasi penayangan film pemecah rekor, Avatar dengan menarik versi 2D film itu dari bioskop biasa, walau tetap mengizinkan pemutaran versi 3D-nya. Namun pihak berwenang China pada Rabu kemarin membantah kabar itu dan bahkan memuji Avatar sebagai film tersukses di China dengan mengumpulkan hampir US$ 80 juta dolar.
Memang Avatar telah berhasil menjungkalkan film pemegang rekor sebelumnya di China, 2012 sejak penayangan perdana film fiksi ilmiah James Cameron itu pada 4 Januari kemarin, seperti yang dilangsir oleh direktur biro pemerintah China State Administration of Radio, Film and Television kepada kantor berita resmi China, Xinhua. Sebagaimana telah diberitakan Xinhua, film 2012 pada tahun 2009 lalu berhasil mengumpulkan US$ 67 juta.
Media China berspekulasi bahwa Avatar yang telah meraup lebih 1,6 milyar dolar US di seluruh dunia ini memang sengaja ditarik dari bioskop agar memberi jalan pada film-film domestik dalam masa perayaan Tahun Baru China (Imlek) yang akan datang, termasuk film biopic filsuf klasik China, Confucius (Kong Hu Cu).
Menurut pejabat State Administration of Radio, Film and Television pada Reuter, penarikan Avatar versi 2D dari bioskop adalah keputusan pasar yang diambil pihak bioskop sendiri untuk memberi tempat bagi film Confucius yang dibintangi aktor Hong Kong Chow Yun-fat dan aktris China daratan Zhou Xun, tanpa tanpa campur tangan pemerintah. Tidak hanya bisa disaksikan di bioskop, film Avatar juga banyak tersedia di pasar China dalam bentuk DVD bajakan.(Reuters/Fachri)