indosiar.com, Nganjuk - (Selasa:21/02/2012) Dalam reka ulang atau rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan tersangka Mujianto terhadap korbannya yang bernama Romadhon, warga Ngawi, ada 20 adegan yang diperagakan.
Adegan berasal saat pelaku Mujianto, bertemu korban, di Jalan Masjid kota Nganjuk dengan membawa racun tikus, yang dibeli di sebuah toko di Desa Cacingan. Pelaku mengajak korban di Des Ngepeh, Loh Ceret, untuk membeli minuman.
Ditempat inilah, racun tikus di tuang pelaku. Selang satu jam, Mujianto membawa korban yang kondisinya sekarat ke rumah seorang warga Desa Jatirejo, bernama Turmini.
Pelaku sempat berpura pura membantu Tumini, membaluri tubuh korban dengan balsam. Namun setelah mengambil dompet korban, Mujianto pamit untuk memanggil keluarga korban.
Tumini sendiri langsung, membawa korban ke rumah sakit umum Bhayangkara Nganjuk, namun nyawa korban tetap tak tertolong.
Seperti di beritakan sebelumnya, aksi pembunuhan berantai di picu dendam dan rasa cemburu Mujianto terhadap para korban. Karena menduga pasangan gey nya menjalin hubungan khusus dengan para korban.(Danu Sukendro/Her)