
indosiar.com, Mumbai - Terkait dengan peristiwa tertabraknya gajah-gajah oleh truk di Kota Chembur pada tanggal 20 September lalu, aktor Rahul Khanna meminta pemerintah agar melarang keberadaan gajah didalam kota dan mengembalikan hewan tersebut ke hutan.
Bahkan disela kesibukan syutingnya di Bangkok, Rahul Khanna yang berbicara atas nama organisasi PETA (People for the Ethical Treatment of Animal), menulis permohonan kepada Menteri Dalam Negeri Maharashtra, untuk menghentikan dimasukkannya gajah-gajah kedalam kota Mumbai. "Kehidupan sosial gajah adalah didalam hutan. Mereka menghabiskan waktu 18 jam sehari berjalan, mencari makan, mandi dikubangan air dan berinteraksi dengan sesama gajah," tulis Rahul.
"Gajah itu binatang yang sensitif, cerdas dan dikenal bisa bersedih ketika salah satu sanak keluarganya hilang, seperti halnya manusia. Jika mereka berada di kota, mereka ditempatkan di kandang. Mereka jarang bergerak, berdiri bersama kotoran mereka sendiri."
Selanjutnya, Rahul mengatakan suatu cara lama untuk melatih gajah sangat kejam dan merupakan ancaman bagi pelatih. Itu sebabnya, pelatihan yang menggunakan tindakan keras pada gajah oleh penjaga, akan menimbulkan sakit pada binatang tersebut.
"Karena itulah, saya meminta agar Menteri Dalam Negeri, untuk tidak mengijinkan mahluk raksasa itu masuk ke kota Mumbai," tandas Rahul. Selanjutnya, Rahul menambahkan bahwa biarkan Mumbai menjadi kota pertama bebas dari binatang gajah. "Gajah tempatnya di hutan, bukan di kota!" (berbagai sumber : SHR/Indsib)