
indosiar.com, Jakarta - Teuku Rafly kembali buka suara. Kali ini mengenai masalah antara Tamara Bleszynski dengan pemerhati anak, Yusi Fauziah. Rafly pada hari Kamis (26/07) kemarin datang ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi, atas laporan mantan istrinya pada Yusi. Tamara mengadukan Yusi karena merasa nama baiknya dicemarkan.
Secara tersirat Rafly seolah menyesalkan langkah Tamara membawa persoalan ini ke wilayah hukum. Karena, menurut Rafly apa yang dilakukan Yusi sudah sesuai dengan kapasitasnya.
Kata mantan suami Tamara Bleszynski, Teuku Rafly, "Saya sebagai saksi untuk laporan Tamara terhadap Ibu Yusi. Bisa tanyakan langsung ke Tamara yang dari dulu berurusan ke polisi terus, saya sih ikutin saja dan Ibu Yusi juga ngikutin ke jalur polisi intinya bagaimana Ibu Yusi benar-benar menjalankan suara hak Rasya bukannya menghalangi. Dia menjalani UU apalagi dia sebagai merasa anak berkewajiban penuh untuk menegakkan UU yang dibuat."
Berlarut-larutnya masalah antara Tamara dengan Rafly menyangkutRasya, membuat bocah itu tak menemukan ketenangan. Rasya jadi takut sekolah dan tidak memiliki kehidupan bersosial, seperti bergaul dan bermain bersama teman-temannya.
"Kalau saya melihat Rasya ada kekecewaan lebih besar daripada dia mengekpresikan kerinduannya. Saya sudah paksain Rasya ke sekolah, kalau begini jadi tidak tenang belajar dan tidak bisa belajar mendingan saya coba fasilitasin dirumah. Saya berharap Rasya mempunyai social life dengan teman-temannya tapi tidak mungkin dengan situasi yang ketakutan dan tidak nyaman," jelas Teuku Rafly. (Aozora/Devi)