
indosiar.com, Mumbai - Film Hindi sekarang ini teknik pembuatan sudah lebih unggul daripada tahun 60 dan 70-an, namun ketika segala sesuatunya bisa "dibuat bagus dan dihias", sinema India kehilangan "materi cerita" yang merupakan bagian penting dari segala film, demikian dikatakan pembuat film veteran, Yash Chopra.
"Beberapa dekade terakhir ini, sudah banyak kemajuan dalam industri film Hindi dari sisi teknis dan digital. Terlalu banyak orang yang berbicara tentang penampilan, busana dan make up, yang harus dibuat sempurna. Tetapi saya berpikir kita telah kehilangan sesuatu. Kita tidak memberi banyak arti penting terhadap isi cerita, seperti yang kita lakukan pada jaman dulu," ungkap Chopra dalam wawancaranya dengan CNN.
"Sekarang, kita diganggu oleh banyaknya format film, namun isinya kurang. Yang membuat menarik adalah gambar-gambar yang indah dalam jalinan cerita itu. Saya tahu pembuat film muda yang bagus adalah sangat berkompeten, ambisius, tetapi seharusnya mereka berpikir lebih banyak terhadap isinya."
"Saya pikir kita memerlukan ide cemerlang. Bisa dikatakan kita sudah mengalami kebangkrutan intelektual. Sekarang orang datang untuk ide baru, tetapi kita tidak mempunyai penulis dan naskah yang baik. Padahal naskah dan penulis yang baik serta tokoh pemain yang bagus membuat film ini menarik. Dan sudah menjadi kebutuhan terbesar di industri film saat ini. Pada waktu yang sama, standar musik di film sangat lemah karena sudah tidak ada penjiwaan dan lagunya tidak berdasarkan dari hati", jelasnya.
Chopra adalah sutradara yang karismatik dan kuat di industri film India serta menghasilkan banyak film yang sukses. Ia sudah berkiprah puluhan tahun ketika saudaranya B.R. Chopra mengajarinya pembuatan film dan memberinya kesempatan pada tahun 1958. Filmnya yang menjadi legenda adalah Dhool Ka Phool, yang dibuatnya pada tahun 1959.
Ketika ditanya apakah dirinya ingin menyutradarai film Hollywood dimasa datang. Chopra menjawab, tidak tahu. Mungkin, jika suatu waktu ada seseorang yang menawarkannya, tapi ia tidak berpikir kearah sana. Sebab ia bahagia di India dan dirinya tidak berpikir Hollywood adalah perjalan akhir seseorang. Dirinya sangat bangga menjadi sutradara film India.(SHR/Idh)