Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
6. Pusat Pikir anda mengikuti Hukum daya tarik-menarik atau Law of Attraction. Permasalahanya adalah bahwa kebanyakan kita kurang bisa memfokuskan diri pada suatu keinginan atau telah mem-fokus pada keinginan yang tidak tepat. Seperti hal-hal komunikasi yang buruk, kesehatan yang tak baik, masalah di pekerjaan atau masalah keuangan. Kebanyakan orang juga selalu memusatkan pikiran kepada apa yang salah daripada kepada yang sebenarnya diinginkan.
Dapatkah dirasakan situasi seperti itu pada diri anda? Bila anda makin mengarahkan merasakan hal emosional seperti itu, maka hal itu akan bertambah kuat di dalam mewujudkan kenyataannya. Makin kuat merasakan hal itu, maka akan makin menjadi, ibaratnya melaksanakan suatu "penyiaran" keluar dari Pusat Pikir. Bila kita selalu memikirkan hal-hal yang dikhawatirkan atau dicemaskan, maka hal itu akan terjadi, karena kita 'menarik' gelembung vibrasi peristiwa-peristiwa seperti itu.
Bila anda selalu memikirkan hal-hal kebalikanya, jadi dalam kepositifan, maka akan menarik penggandaanya. Bila anda tersenyum kepada orang, apakah hal itu tidak dibalas dengan senyuman pula? Mungkin anda pernah mengalami peristiwa-peristiwa yang kurang baik selama ini dan apakah anda mewaspadai adanya hal itu atau pernah memperhatikanya? Memang didalam kehidupan ini bisa saja terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan, tapi itu semua sangat tergantung dari 're-aksi' kita terhadapnya. Dua orang misalnya akan mengadakan reaksi yang berbeda pada lampu merah, bukan? Yang satu bisa menjadi terangsang oleh hal itu, tapi yang lain lagi akan merasa santai dan berhenti dengan tenang.
Kita masing-masing mempunyai pilihan untuk ber-reaksi pada kondisi apapun yang mengelilingi diri kita. Ada yang mempunyai perasaan tenang-tenang saja, tapi banyak yang menjadi terangsang dengan ketidak tenangan, mulai frustrasi yang meningkat menjadi stres. Kenyataanya adalah bagaimana kita mengatur perasaan kita, itu erat sekali tergantung dari sifat kita, bukan? Kita selalu akan dapat memilih tindakan kita sendiri. Bila anda ingin belajar bagaimana caranya bersikap pada kondisi apapun di dalam kehidupan anda, silahkan terus membaca naskah ini.
7. Pusat Pikir akan selalu mengeluarkan pulsa-pulsa listrik dengan bentuk frekuensi menurut kondisi emosional kita yang disebut gelombang Otak atau brainwaves yang dapat diukur melalu alat EEG. Skalanya dibagi di dalam empat tingkatan kondisi sesuai dengan frekuensinya atau getaran dalam satu detiknya. Pada saat kita sedang membaca naskah ini, kondisi frekuensi anda berada di dalam kondisi BETA suatu keadaan bangun sadar.
Hal ini menunjukan ukuran EEG antara 14 GPD (gelombang per detik atau juga disebut 'Hertz') dan 20 Hertz. Pada kondisi BETA anda akan selalu berfungsi pada keadaan 'luar' dari kesadaran mind (mental). Bila anda ingin bergerak dari tempat A ketempat B anda memerlukan komunikasi dengan Pusat Pikir yang menyangkut hal penggunaan otot-otot untuk bergerak dan juga berhubungan dengan syaraf perabaan anda dalam memperhatikan lingkungan supaya tidak terjadi benturan-benturan dengan hal apapun yang berada disekeliling kita.
Apa saja yang terjadi pada kondisi BETA tergantung dari keadaan 'Waktu" dan "Ruang' pada kondisi dunia fisik (obyektif) dengan menggunakan kelima indra fisik, yaitu penglihatan, penyentuhan, pembauan, pengecapan dan pendengaran. Ini merupakan kondisi bangun sadar dari tubuh fisik (jasad). Pada keadaan seperti ini (BETA), anda menggunakan terutama fungsi dari Otak bagian Kiri. Untuk memudahkan pengertian anda yang menyangkut kondisi BETA adalah, makin anda mempunyai bentuk tekanan atau stres, maka kondisi itu akan makin meningkat pada ukuran lebih tinggi. Kini dapat di-imaginasikan, bahwa makin tinggi kondisi gelombang Otak, makin kurang tenang keadaan jiwa kita untuk melaksanakan keputusan dan pilihan dengan tujuan apapun, bukan? Oleh karena itu, makin santai kita, maka kondisi pengaturan keputusan-keputusan akan jauh lebih baik. Beberapa orang bahkan kurang dapat tidur dengan santai, karena tubuh tak dapat menimbulkan kesantaian dalam yang sangat diperlukan. Hal ini akan menjadi salah satu penyebab mengapa anda memerlukan pelatihan seperti yang sedang dijelaskan ini guna mencapai kondisi santai yang makin dalam serta mencapai ketenangan tuntas.
8. Bila anda mampu mengendalikan kesantaian, maka anda akan berada didalam kondisi tingkatan ALPHA yang frekuensinya berkisar antara 14 Hertz sampai dengan 7 Hertz. Didalam tingkatan kondisi seperti ini tak ada batas-batas yang menyangkut 'ruang' dan 'waktu'. Kita akan berada pada dunia mental atau dimensi 'subyektif' dimana kita akan berfungsi pada tingkatan nirsadar (bawah sadar). Tingkatan ALPHA merupakan suatu kondisi yang paling kuat dan merupakan 'Pusat" dari tingkatan nirsadar tersebut dimana kita merasakan keseimbangan dari fungsi Otak bagian Kanan dan Kiri.
Dan disinlah kita dengan 'sadar' dapat berfungsi secara sempurna. Inilah tempat dimana ESP atau kewaskitaan berada. Disinilah kita dapat menarik hal-hal yang hanya positif saja bagi keinginan kita di dalam kondisi mengatur masa depan. Disinilah letaknya <Inteligensia> yang oleh mereka yang religius dinamakan 'roh' (soul) atau 'spirit'. Tahukah anda pengertian yang menjadi latar belakang dari ESP ? Gagasan yang hingga kini dianut adalah bahwa hal itu bersangkutan dengan "Tambahan Persepsi Perabaan" atau "Extra Sensory Perception" di dalam bahasa Inggrisnya. Seperti dengan lain pengertian disebut juga "Indra Ke-enam" atau yang mendekati hal seperti itu.
Menurut Jose Silva hal itu kurang tepat, karena arti 'tambahan' atau 'extra' merupakan hal dimana kondisi itu belum di-tambahkan, di dalam pengertianya, bahwa hal itu masih belum ada. Tetapi kemampuan itu memang 'telah ada' sejak kita dilahirkan. Hal ini terjadi tanpa kecuali, hanya tingkatanya dari orang ke orang tidak serupa. Pusat Pikir telah termasuk salah satu perangkat tubuh sejak dilahirkan, dan dapat digunakan oleh siapa pun.
Jose Silva telah merubah arti ESP tadi menjadi "Extra Sensory 'Projection'" atau "Tambahan 'Proyeksi' Perabaan". Bisakah hal ini dimengerti? Kita telah mempunyai kemampuan itu dan bila kita mampu melaksanakan pengembanganya dari apa yang sudah dipunyai, maka kita akan dapat menggunakanya didalam kehidupan yang akan jauh lebih baik dan sempurna. tinggal dikembangkan serta dimanfaatkan.(Ijs)
* H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory
Silva International Incorporation of The Silva Method,
Laredo - Texas - United States of America.