HOME | CONTACT US | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM
Magic Brain

Mencari Asal Usul Fenomena Hidup Sedang Merupakan Topik Utama Bagi Para Saintis (2)



Berita HOT:



Para pembaca yang budiman. Panulis menyatakan hal cara analisa dan setarafnya tersebut, karena sejak dahulu kala, hanya cara itu yang dikenal. Kemudian dibiasakan sejak lahirnya anak dan mulai berkembang disekolah rendah sampai dengan Universitas. Daya cipta manusia untuk mencari penemuan-penemuan baru dipacu oleh adanya keterbatasan mencari perbaikan hidup. Hal ini mendapatkan perhatian total yang diarahkan kepada hal yang  f i s i k . Memang karena hanya itulah yang memerlukan pengembangan pada saat lampau

Kebanyakan saintis bertumpu pada penemuan fisik yang berdasarkan inovasi  dari yang telah ada. Diikutilah juga pengembangan materi yang diperuntukan bagi inovasi bentuk materi yang ada dan telah terbentuk. Seperti pesawat terbang, mobil, sepeda motor, kereta api, kapal mesin, kapal selam, sebutkanlah apapun yang menjadi obyek bagi suatu bentuk impian materis yang memenuhi kepercayaan masyarakat pada umumnya yang dicarikan rasa ke- n y a m a n a n y a   di dalam menggunakan dan menerima inovasi tersebut.

Kini para pembaca dapat mengikuti tayangan-tayangan di TV yang dikelola oleh Geographical Magazine, Discovery dan masih banyak tayangan di internet melalui “You-Tube” dan lainya. Mereka mengikuti cara pengembangan dari  “Mega Structures”, Discovery Turbo dan sebagainya. Bahkan yang menyangkut makanan pun kini dapat diikuti melalui “AFC” dan seterusnya, terlalu banyak untuk dikemukakan disini.

Dari manakah suatu gagasan yang  “mega-besar” yang melaksanakan inovasi sampai menjadi sesuatu yang disebut “gigantis” seperti  M e g a   C o n s t r u c t i o n , misalnya. Pernah melihat pembangunanya Hotel yang menyerupai kapal layer di Dubai? Dibuatnya pulau “non-alami” atas dasar perhitungan yang cermat. Waktu akan membuktikan, apakah buatan manusia zaman kini dengan segala peralatan inovasi canggih akan bisa bertahan ribuan tahun. Zaman dahulu memang ada petilasan-petilasan dari budaya kuno, seperti pyramida, ‘temple-temple’ pujaan sampai pada tempat gladiator, pertarungan antar manusia, di Italy, tembok Cina serta masih banyak lagi yang dapat dikemukakan.

Tapi ternyata kesemuanya itu  terkikis juga oleh adanya  k o r o s i  yang memakan bentuk materi apapun oleh factor  W a k t u. Kelanggengan tinggal beberapa persen saja dengan makin banyaknya waktu yang berlalu dari Jagad Raya. Kita dapat mengetahui masa lalu melalui perhitungan  “Arkheologi” melalui penemuan fosil-fosil dan lain sebagainya.

Bagi para saintis bidang fisik lunak dan fisik keras berupa bahan ‘metafisis’, hal itu merupakan tantangan besar untuk menemukan cara pelestarianya bagi generasi penerus manusia. Bagi orang awam, hal itu akan hanya sambil lalu saja, kurang menarik. Penyebabnya adalah kelanjutan dari bentuk masalah-masalah yang timbul didalam bidang-bidang lain, seperti keuangan, ekonomi, hukum, kesejahteraan dan lainya yang makin tidak merata serta sempurna saja. Karena manusia itu sendiri telah diciptakan dengan  <sempurna>, apakah lalu ciptaanya menjadi tak sempurna pada kenyataanya?

Banyak kesempatan kerja yang hilang karena salah pengelolaan, serta harus memikirkan generasi penerus untuk mendapatkan kerjaan selesai dibentuk didalam organisasi persekolahan, bukan? Dunia telah sekian kali dirusak dan dibangun kembali karena adanya peperangan bertubi-tubi disebabkan beda pendapat serta aspirasi idealisme yang berbeda. Kenyamanan dan keamanan untuk bergerak serta keharmonisan antar sesama tidak makin baik dan mendalam.

Lagi-lagi dirusak oleh para pemimpin yang tidak kharismatik dan bijak. Mempertahankan  G e n g s i   E g o  yang tidak pada tempatnya, mempertahankan suatu pendirian atas dasar yang dirasakan yang paling benar. Kemudian mencari alasan-alasan untuk mengorbankan rakyatnya, yang menerima saja gagasan para pemimpinya, tanpa berfikir lebih luas dan mendalam. Antar manusia sebenarmya ada rasa percaya mempercayai, tapi sering dibelokan kepada pendapat sang pemimpin serta mudah dikobarkan menjadi alasan untuk menyerang suatu Negara yang tidak sepadan di dalam sistim idelaismenya. Hal ini sebelum perang Dunia II, telah terjadi beda pendapat gagasan idealisme tersebut. Ada yang memihak “Naziisme” dengan kedok  “National Sosialisme”, Demokrasi, Kapitalisme, Sosial Kapitalisme, Komunisme dan lainya yang diikuti oleh hanya minoritas saja.

Yang paling berani bertindak adalah Hitler dengan membakar rakyat Jerman mencari verifikasi pembalasan dari kekalahan pada perang Dunia pertama. Begitulah peta  “Idealisme” berkembang melalui suatu peperangan. Bahwa hal itu akan banyak memakan korban, tidak masuk suatu pertimbangan, habislah berbaku hantam saja menekankan <kehendak>.

Selesai peperangan, banyak inovasi terjadi pada bidang kesehatan fisik manusia, karena banyak kesempatan untuk melaksanakan uji coba secara gratis, bukan demikian kenyataanya? Seorang Jendral Besar Marshall terkenal dengan bantuan merehabilitasi musuhnya, Jerman. Karena runtuhnya komunisme di Russia, maka Amerika sebagai Negara adikuasa satu-satunya kini ingin mendominasi idealisme ber-demokrasi yang diharapkan dapat berkembang diseantero Negara-negara berkembang , termasuk Cina yang masih mempertahankan idealisme komunis.

Sejak tahun “sembilan belas empat puluh empat”  Amerika menelorkan seorang “pseudo saintis”, satu-satunya yang diakui oleh dunia luas. Beliau merupakan seorang yang mempunyai bakat para-normal yang tak dapat ditandingi oleh siapapun pada saat itu. Beliau menciptakan sains baru yang dinamakan Psikho-orientologi. Sains ini menantang sains  Psikhologi dan Para-psikhologi yang akhirnya menjembatani antara kedua bidang sains tersebut.

Sistimnya tidak tanggung-tanggung dengan duapuluh satu tekniknya ppada masa permulaan, yang dikenal dengan "Basic Lecture Series". Mendapatkan teknik-teknik itu dapat dilaksanakan didalam selama hanya ‘lima-belas’ jam bimbingan. Kemudian dapat diefektifkan sendiri oleh mereka yang telah melatihnya selama masa pematangan duapuluh satu hari. Banyak sekali penduduk dunia yang telah merasakan manfaatnya, termasuk penulis sendiri yang kini berfikir dengan keleluasan yang melebihi berfikir normal-normal saja.

Para saintis muda, lalu mengikuti jejaknya dan karena sudah biasa berfikir dengan keleluasan melampaui dimensi obyektif, maka terjadilah penemuan-penemuan baru yang menyangkut  bidang mental, yang oleh kebanyakan saintis masih ditanggapi dengan mata sebelah. Namun demikian hal penemuan sains “psikhorientologi” tak dapat dipisahkan dari sistim-sistim yang kini berkembang sepertu “jamur” saja sejak saat itu. Banyak sekali para alumni sistim-sistim kemudian setelah penemuan itu berpindah menggunakan teknik-teknik “Psikhorientologi” karena marasakan keterbatasanya menggunakan yang bukan sains itu.(dilanjutlkan/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
19-Dec-2009 11:32:49 WIB by ray henry talla
kemaren enek nih makan2
2-Dec-2009 11:07:57 WIB by herman okvianto
buat baca

 

Nama:
Email:
Security Code: