HOME | CONTACT US | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM

Mencari Asal-usul Fenomena Hidup Sedang Merupakan Topik Utama bagi Para Saintis (Tamat)



Berita HOT:

Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.


Mengapakah pikiran kita tidak mempunyai kondisi yang luas untuk mampu menyelesaikan adanya masalah yang setiap saat melanda diri kita? Keterbatasan, sekali lagi ‘keterbatasan’ yang dijumpai pada saat kita berfungsi pada kondisi “Obyektif”.

Para pembaca, dengan sendirinya sudah akan mengetahui hal ini, tanpa terlalu memberikan perhatian kepada cara berpikir seperti itu. Tapi karena adanya banyak hal yang memenuhi pikiran kita pada saat sedang “Bangun Sadar>, maka akan dirasakan kita dihambat oleh ‘waktu’ yang akan berjalan terus, baik kita memperhatikan atau tidak yang menyangkut hal ini. Hal ini bertarti, bahwa fungsi Otak Kiri kita telah “kepenuhan” atau “saturated”.

Pembiasaan yang kita anut di dalam melaksanakan kehidupan ini, sangat tergantung dari masa pendidikan sejak kita dilahirkan dan mendapatkanya tahap demi tahap sampai dikatakan telah mencapai tingkatan yang disebut <Dewasa>. Sungguhpun demikian, hal dewasa ini juga masih belum tuntas benar, karena keterbatasan masih saja mengikuti pengembangan diri kita tersebut. Bisakah hal ini kini dapat dirasakan oleh para pembaca setelah mengikuti uraian-uraian sebelum sampai pada naskah akhir yang menyangkut ‘fenomena kehidupan’ ini?

Kita ternyata telah diberi tuntunan di dalam pendidikan jiwa yang mempunyai konotasi <Terbatas> yang seakan dicari pembenaranya, bahwa hal itu juga sudah dapat dikatakan <Luas>. Benarkah seperti itu kondisinya? Memang belumlah benar tuntas, karena disebabkan pada saat kita sudah capek dan memerlukan ‘rehab’ melalui relaksasi ‘Tidur’, kita sebenarnya membuang waktu selama banyak jam tidur bagi kebanyakan diantara kita. Hal ini dapat dinamakan bahwa kita TIDAK PRODUKTIF sama sekali. Keuntunganya adalah mengembalikan kesegaran yang sudah sirna pada saat bekerja keras. Dengan system baru, kita menjadi ber- p r o d u k s i  pada saat sedang tidur. Mampukan manusia melaksanakan hal itu?

Kini pertanyaan akan timbul, dengan cara bagaimanakah kita dapat meningkatkan “produktivitas” tersebut pada saat kita sedang tidur tuntas?

Pernah penulis jelaskan hal yang menyangkut “Produktivitas” tersebut. Pada dasarnya dan secara umum, kita sebagai manusia biasa, mempunyai produktivitas  selama empat jam pada tingkatan sebutan ‘seratus persen’. Jadi, pada saat kita bangun pagi hari, seharusnyalah kita tidak lagi diganggu oleh rasa ngantuk. Perhatikan hal ini dengan seksama. Rasa ngantuk akan justru mengurangi produktivitas kita secara drastis.

Padahal, dengan bekerja, kita harus siap melaksanakan produktivitas selama “ d u a   b e l a s “ jam terus menerus. Mampukah kita seperti itu? Pada kebanyakan orang hal itu justru dirasakan sebagai suatu kondisi yang men-‘stres’-kan. Dan hal inilah yang harus dihindari, karena bekerja dengan stres akan membawa akibat sering membuat kesalahan. Kemudian kesalahan itu dapat diperbaiki atau tidak, akan tergantung dari kecerahan berfikir yang menjadi sisa waktu yang dapat ditanggapi sebagai waktu yang ‘hilang’ karena mengulangi bentuk bekerja. Bisa dirasakan akibatnya?

Nah, bagaimana lalu kita mempunyai kesempatan untuk mempunyai produktivitas yang sempurna atau dapat dikatakan  bebas ngantuk, cerah dalam berfikir dan tidak diganggu oleh kondisi “stres” tadi. Hanya mereka yang mempunyai kondisi ‘getaran Alpha Optimal’-lah yang mampu mempunyai produktvitas sempurna seperti yang selalu diharapkan oleh kebanyakan diantara kita. Tapi hal ini selama masa lalu kurang diperhatikan dengan seksama dan tuntas yang menyangkut “Cara-cara”-nya.

Melalui suatu system pengendalian “Tidur” yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan sains Psikhorientologi, hal seperti itu dengan mudah dapat dilaksanakan serta di-“biasakan”. Ingin benar-benar mengetahui bagaimana caranya dan mendapatkan pelatihan untuk itu? Anda dapat mengikuti pada judul “Kursus system Silva” yang sudah diperbaharui penjelasanya. Sebelumnya dapat mengikuti suatu penjelasan yang dinamakan “Preview” dengan Cuma-Cuma pada alamat yang terbentang pada penjelasanya itu.

Penulis harapkan bahwa melalui banyak tulisan yang disumbangkan pada web Indosiar ini, para pembaca mendapat pandangan yang jauh lebih luas daripada masa lalu. Kita telah mencapai tahap kedua dari pengembangan manusia atau ‘evolusinya’ yang  dicanangkan oleh penemu sains Psikhorientologi DR.Jose Silva yang menjadi pelopor dari pengembangan sains baru ini. Kemudian dilanjutkan oleh generasi penerus yang mendasarkan penyelidikanya atas penemuan beliau tersebut.

Apakah sudah saatnya para pembaca menentukan suatu perubahan dirinya untuk nanti tidak “ketinggalan waktu” serta menyesali keputusan terlambat? Hal ini merupakan pengaturan NASIB anda masing-masing. Kesemuanya terserah pada kemampuan anda untuk mempunyai ‘visi’ kedepan.
Demikianlah Kenyataannya.(Ijs)


 H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory
Silva International Incorporation of The Silva Method

Bookmark and Share


Page: 1
18-Feb-2010 09:23:13 WIB by Lasmono Abdulrify Dyar
Dear sdri Natalie,
Terima kasih atas comment anda yang akan diperhatikan.
Maksud semua tulisan di Indosiar, tidak lain unutk meningkatkan wawasan mereka yang membacanya dan bukan unutk kommersial, sekalipun anda anggap Indosiar itu kommersial di dalam beberapa hal.

Pernahkah anda menceburkan diri kedalam hal kondisi spiritual?
27-Jan-2010 16:26:33 WIB by Grace-Natalie
Mohon dimasa depan mutu artikel diperhatikan. Anda harus mempertimbangkan antara artikel yang ilmiah dan bisa dijual / profesional. Tulisan yang profesional tentu saja komersial, dan Indosiar adalah komersial. Tulisan diatas lebih cocok untuk keperluan study / untuk kampus bukan komersial. Trims.

 

Nama:
Email:
Security Code: