
Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Pada permukaan dunia saat kini terjadi peperangan serta kekerasan dan suasananya kelihatan suram. Tapi dengan diam-diam dan ketenangan, pada saat yang sama sesuatu telah terjadi dibawah permukaan.
Terjadi suatu “re-Volusi” dan beberapa orang tertentu dikatakan mempunyai peningkatan kecerahan tinggi.
Revolusi terjadi tanpa suara.Timbulnya dari suatu kedalaman, Timbul dari kondisi kedalaman permukaan. Ini merupakan “Operasi Global”. Suatu “persekongkolan Spiritual”.
Di dalam setiap bentuk negara, selalu terdapat “sel-sel” yang sedang tidur. Kita tidak di-expose melalui TV.
Anda tak membaca mengenai kita di-surat-surat kabar, dan tak dapat didengar melalui Radio.
Kita tidak menginginkan serta mencari suatu kemenangan berupa “Glory”.
Kita tidak memakai sesuatu bentuk seragam, tanpa pewarnaan dan cara-cara tertentu. Banyak diantara kita bekerja secara “anonym”.Kita bekerja dibelakan layar secara diam-diam. Di negara manapun serta peradaban diseluruh dunia.
Kota-kota, baik yang kecil maupun besar, dipegunungan dan dataran rendah, di desa-desa, di farm-farm serta kepulauan manapun. Anda dapat bertemu dengan salah satu diantara kita, tapi tidak akan mengetahui gelagatnya.
Kita bergerak dibawah tanah.Kita akan selalu berada dibelakang layar. Bagi kita tidaklah penting sesiapa yang mendapatkan pujianya. Yang penting adalah, bahwa kerjaan kita tetap dapat berlangsung. Sesekali kita bertemu di ‘jalanan’ Kita hanya memberikan tanda mengenal dan meneruskan pekerjaan kita.
Pada hari-hari biasa kita seakan mempunyai kerjaan yang normal. Tapi dibelakang kondisi seperti itu, pekerjaan yang sebenarnya terlaksana pada malam hari.
Ada yang mengatakan bahwa kita adalah “Tentara “Ke-Sadaran”. Kita secara perlahan membentuk suatu “Dunia Baru” melalui kemampuan pengendalian “Alam Pikiran” beserta “Hati Sanubari” kita. Kita mengikuti dengan emosi yang menyenangkan.
Perintah kepada kita berasal dar Pusat “Inteligensia Spiritual”; Kita men-drop dengan cara lembut, Bom kesayanagn dimana tak ada seorang pun yang melihatnya. Ini berupa ‘poem-poem’- ‘fotografi, ‘music’ – ‘pelukan’ – ‘kata-kata mengesankan’ – ‘senyuman’ – ‘meditasi dan Do’a’ – ‘menari’- ‘aktivasi sosial’ – ‘situs-situs web’ – ‘blog-blog’, serta kemudian akting secara ‘random’ dengan kebaikan.
Setiap diantara kita mengukapkanya dengan cara-cara khas dan unik melaui bakat serta anugerah. Inginkanlah melihat perubahan di dalam bentuk dunia ini. Ini merupakan “motto” yang mengisi hati sanubari kita.
Kita telah ketahui, bahwa melalui hanya jalan inilah kita dapat melaksanakan suatu “Transformasi” yang benar serta “Murni”. Kita telah mengetahui bahwa dengan berdiam dan secara sederhana kita telah mempunyai kekuatan dari semua samudra secara terkombinasi.
Cara bekerja kita perlahan tapi “Pasti” seperti pembentukan gunung-gunung, bahkan tidak dapat terlihat dengan sekilas pandang. Namun demikian dengan kepingan-kepingan “tektonis”, akan dipindahkan kepada abad-abad yang akan datang.
Kesayangan (Love) merupakan religi dari abad ke 21. Kita tidak memerlukan pendidikan tinggi atau mempunyai suatu pengetahuan yang istimewa untuk dapat mengertinya. Datangnya dari “Inteligensia” hati sanubari kita. Hal ini tercipta pada “sub-sadar” yang merupakan evolusi tanpa batas.
Hanya andalah yang merupakan “pengubah” di dalam melihat bentuk dunia ini. Tak ada seorang pun yang dapat melaksanakan hal itu. Kita kini sedang me-rekrut. Apakah anda ingin bergabung atau mungkin sudah demikian.
Setiap diantara anda kita sambut dengan gembira. Pintu selalu terbuka……..
H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory
Silva International Incorporation of The Silva Method