
Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
indosiar.com - Banyak diantara kita yang sudah tidak sabar lagi merasakan suatu kemajuan yang mampu melaksanakan perubahan jiwa dengan arah yang paling optimal dan mempunyai pondasi yang selalu P o s i t i f. Di dalam hal ini banyak sekali diantara kita yang menjadi seakan R e n t a n terhadap metoda-metoda yang ditemukan dengan dasar S p i r i t u a l.
Ada yang dinyatakan ditemukan melalui masa penyelidikan ilmiah atau s a i n s, dan ada yang diolah dari temuan-temuan t r a d i s i o n a l. Hal seperti itu kini telah menjadi trendi yang akan selalu berakhir dengan tingkatan yang dirasakan masih belum optimal.
Kepuasan mendapatkan nuansa perubahan diri menemukan ukuranya pada diri masing-masing dan tidak tergantung dari kondisi di luarnya. Di dalam merasakan k e p u a s a n akan sesuatu tidak pernah ditemukan nilai persamaan yang umum dan tuntas. Ini sama dengan rasa nikmat pada lidah bila menyangkut hal bentuk makanan apapun.
Kondisi seperti itu ternyata banyak tergantung dari substansi suatu keseimbangan yang diukur melalui adanya nuansa yang terdapat pada tingkatan s u b s a d a r yang mana kondisinya akan dapat mendominasi tingkatan yang s a d a r. Dimana pada kondisi s a d a r kita selalu rentan terhadap informasi-informasi yang dinamakan O b y e k t i f.
Disini kita berada pada keadaan B a n g u n dan menyadari adanya bentuk-bentuk yang N y a t a yang ditimbulkan oleh daya tangkap dari indra-indra F i s i k kita masing-masing. Belajar mengenali indra-indra diluar yang fisik tadi merupakan keadaan yang erat sekali tergantung dari suatu k e p e r c a y a a n.
Percaya Diri memang merupakan unsur yang sangat diperlukan untuk mencapai suatu kondisi yang dinamakan O p t i m a l tersebut. Pemupukan kondisi seperti itu pada hakekatnya tidak terlalu sulit bila kita mendapatkan penunjangan dari adanya pengalaman-pengalaman yang dialami melalui kondisi “sub-sadar”.
Ditinjau dari kenyataanya, maka kita akan mengetahui bahwa suatu pengalaman akan selalu memberikan kita ukuran dari tingkatanya. Tapi bila timbulnya suatu pengalaman tidak diantisipasi dengan benar, maka dasarnya akan menjadi lemah. Sering kali hal ini terjadi pada tingkatan seperti itu.
Hanya melalui suatu kewaspadaan yang tuntas, maka pengawasanya terhadap pengalaman akan menjadi sesuatu yang pasti dapat diandalkan sebagai yang disebut “kondisi berpijak” pada sesuatu, bukan demikian akan selalu terjadi?
Pemupukan jiwa yang disebut M a n t a p memerlukan suatu pendidikan baru yang sedapatnya bebas dari doktrin serta dogma. Kita itu terdidik oleh adanya lingkungan yang memberikan kita patokan-patokan yang menjadi pondasi selanjutnyya di dalam meniti kehidupan seterusnya.
Kondisi suatu lingkunganlah yang melaksanakan pengaruhnya terhadap pendidikan jiwa tersebut. Sebagai suatu contoh, bila seorang muda didikanya dipengaruhi suatu lingkungan yang N e g a t i f, sudah pasti akan menyerap kenegatifanya tersebut.
Demikian pula hasilnya bila pengaruhnya sebaliknya atau P o s i t i f .
Dapatkah kita merasakan serta mengakui kondisi seperti itu? Lalu, apakah hal itu kita sengaja abaikan atau melaksanakan r e a k s i terhadapnya? Banyak diantara kita kurang mempunyai perhatian tuntas terhadp persoalan ini, sehingga efek keberhasilanya akan banyak mengecewakan kita, bukan?
Seperti halnya dengan pendidikan yang dilaksanakan secara K o n v e n s i o n a l selama ini, banyaklah ditimbulkan kekecewaan yang juga bisa berakibatkan kondisi F a t a l yang berakibatkan stres berat!
Dapatkah para pembaca merasakan hal ini sebagai sesuatu yang akan menghambat kemajuan-kemajuan positif yang kita dambakan semua?
Hanya dengan merenung saja, tak akan tercapai suatu perubahan bila tidak disertai dengan suatu tindakan yang jitu untuk merubah terutama berpijak pada skala bentuk D i r i S e n d i r i terlebih dahulu.
Bagaimanakah bisa melaksanakan suatu perubahan Jiwa, bila jiwa diri sendiri belum berubah serta mantap?
Demikianlah Kenyataanya.
H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory
Silva International Incorporation of The Silva Method