HOME | CONTACT US | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM
Magic Brain

Apakah Masa Depan Memang ada di Dalam Konteks Hidup di Bumi



Berita HOT:

Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.

indosiar.com - Para pembaca yang kucintai, kita kini akan membahas sesuatu yang menyangkut hal-hal yang akan terjadi pada masa mendatang. Mengenai hal ini banyaklah persepsi dan pendapat yang kelihatanya agak 'simpang-siur'.

Mengapakah hal seperti itu bisa terjadi? Penjelasanya hendaknya diikuti dengan pikiran serta pandangan yang cerah dan tidak emosional. Ada yang menyatakan, bahwa masa depan merupakan sesuatu yang kita ciptakan melalui arus dan pengelolaan pikiran kita sendiri. Benarkah demikian?

Marilah kita kini membahas persoalanya, supaya tidak terjebak didalam sesuatu yang mentah dan selalu merupakan suatu "teka-teki". Banyak orang yang merasakan hidup ini merupakan seperti yang disebut tadi. Ada lagi suatu pendapat yang katanya bahwa segala sesuatu yang bakal terjadi merupakan hasil dari arus pemikiran kita.

Sampai dimanakah kita dapat menjadikan hal-hal seperti yang diutarakan tadi sebagai pedoman hidup yang semua mengharapkan tidak terbentur pada bentuk masalah apapun? Bila para pembaca masih ingat akan 'Hukum Timbal-Balik Alam' yang pernah penulis ulas berupa artikel lanjutan pada kolom 'Magic Brain' ini, maka disitu terdapat suatu penjelasan yang tepat, bahwa pemantauanya akan selalu menyangkut setiap insan tanpa pandang bulu.

Apakah kita mempunyai peran suatu kedudukan sebagai penguasa ataupun tidak, akan pasti terkena dengan 'imbalanya', baik itu positif maupun kebalikanya. Banyak diantara kita bahkan tidak mengetahui akan hal itu. Oleh karenanya tidak percaya bahwa suatu kejadian yang menentang atau yang menghambat sebagai suatu kemajuan, merupakan 'imbalan' dari HTBA tadi.

Pada tayangan film "The Secret" telah diungkapkan bahwa segala sesuatu sangat tergantung kepada peran dari bentuk "Imajinasi" atau "Khayalan" yang terkelola dari arus pikiran kita masing-masing. Hal itu memang benar dan dapat dimengerti. Hanya saja tidak dijelaskan disitu, bahwa kita harus mempunyai suatu Kondisi Alam Pikiran tertentu. Kondisi ini merupakan justru patokan yang telak di dalam mem-"Produktifkan" suatu imajinasi tadi.

Kemudian bila hal itu telah terbentuk dengan tepat dan tuntas serta mengalami 'pengulangan-pengulangan' tanpa di-intervensi atau diganggu oleh bentuk-bentuk yang menyimpang dari azasnya, maka 'Alam Semesta' atau 'Jagad Raya' akan mengolahnya pada suatu tingkatan "Kematangan" menurut situasi dan kondisinya atau "Si-kon". Dapatkah  hal ini diikuti dengan gamblang oleh para pembaca?

Ternyata banyak diantara manusia sudah mempunyai pengertian akan hal ini. Tapi belum banyak yang bisa "m e n g a t u r" atau mengelola bentuk imajinasi tersebut sehingga keberhasilanya tidak pernah tuntas atau sesuai dengan harapanya.
Kenyataan mem-"produktif"-kan Imajinasi merupakan suatu persepsi yang memang mengarahkan kita pada sesuatu peristiwa 'Masa Depan'. Pondasi yang sangat diperlukan untuk itu adalah membentuk gambaran dari imajinasi itu dengan 'tepat' dan dipegangnya terus-menerus pada kondisi 'Subsadar' yang di-"Sadar"-kan secara terkendali! Mengertikah para pembaca yang menyangkut hal ini?

Waktu pengulangan kematangan yang merupakan faktor utama dari suatu bentuk imajinasi serta tingkatan kekuatan yang diikut sertakan pada bentuk imajinasi tersebut  "harus" bebas dari kondisi jiwa yang masih diserang oleh frustrasi, kekecewaan dan lain sifat yang melemahkan yang merupakan bentuk "stres". Penulis sering kali sudah mengemukakan hal ini pada artikel-artikel sebelumnya.

Kebebasan seperti itu dapat diperoleh, bila kita sudah mepunyai pengendalian dari kemampuan "subsadar" kita dengan tuntas. Hal ini kini bisa dipelajari, dibelajarkan dengan suatu penemuan ilmiah yang telah dipelopori oleh penemu ilmu pengetahuan "Psychorientology", yaitu DR.Jose Silva.

Melalui ilmu pengetahuan itu, kita akan mempunyai pengendalian dari "subsadar" kita dengan 'sadar' yang menjadikan bentuk imajinasi itu menjadi 'menetap' tanpa bisa terganggu oleh nuansa bentuk yang lain yang akan melemahkan untuk tujuan dijadikan peristiwa  "masa mendatang". Janganlah merasa bisa mencoba sendiri tanpa suatu 'bimbingan' dari seseorang yang telah berpengalaman. Karena biasanya hasil dari 'belajar sendiri' atau 'auto didact' tidak pernah menghasilkan sesuatu yang 'Optimal', bukan?

Dan seperti telah diutarakan tadi, kondisi pengelolaan arus pikiran kita harus 'bersih' dari niat-niat yang negatif, karena sudah pasti akan terhalang oleh adanya 'imbalan' dari HTBA tersebut. Bisa diberikan suatu contoh: Bila seseorang terus berpikiran bahwa dia tidak akan berhasil dan lemah, maka hal itu akan terwujud dengan serta-merta. Kebalikanya akan terjadi bila pengelolaan arus pikiran menjadi bertujuan positif.

H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory
Silva International Incorporation of The Silva Method

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: