HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM
Magic Brain

Apakah yang Dinamakan Hubungan Subyektif Menurut Pandangan Metode Silva



Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.

Setiap saat selalu tersedia \'hubungan subyektif\' itu dimana pun kita berada. Hanya cara menghubungi dan menggunakannya masih merupakan kendala bagi 95 persen dari umat manusia, yang hanya menggunakan fungsi dari otak kiri atau juga dinamakan hubungan obyektif. Kita dapat belajar bagaimana mencapai kondisi Alpha itu melalui teknik pelajaran yang telah disusun oleh System Silva. Kita akan dapat memastikan, bahwa keputusan-keputusan yang diambil akan selalu tepat dan benar dengan menggunakan formula yang sederhana.

Sepanjang hari, pusat pikir kita akan mendapatkan penurunan atau \'dropping\' kebilangan nirsadar, yaitu pada tingkatan Alpha, kurang lebih tiga puluh kali dalam semenitnya. Hal itu terjadi secara alami dan akan berlaku bagi setiap manusia tanpa kecuali, seperti kita telah dilahirkan dengan, yang dinamakan intuisi. Tapi waktu berada pada kondisi Alpha itu sangat pendek, hanya beberapa mikro detik. Secara keseluruhan pusat pikir kita akan berada pada kondisi Alpha itu hanya lima detik didalam bilangan satu menit.

Pada saat2 seperti itu, kita dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang sangat penting yang mana dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah serta menentukan langkah-langkah memperbaiki nasib. Kesulitan-kesulitan yang sedang diderita oleh planet kita serta para penghuninya harus kita perhatikan, karena merupakan \'tugas hidup\' bagi setiap manusia. Yang lebih pandai dan beruntung, wajib menolong mereka yang kurang beruntung. Hal itu adalah \'formula\' yang sederhana yang diCiptakan oleh Maha Kuasa dan berwujud didalam HTBA.

Mungkin hal itu menjadi penyebab, mengapa pada umumnya seseorang yang belum mengetahui bagaimana caranya berfungsi dengan otak kanan secara sadar, bila diperlukan, hanya mampu menggunakan kekuatan bawah sadarnya itu tidak melebihi dari 20 persen. Kita harus mampu untuk mencapai tingkatan kekuatan yang lebih tinggi dari yang baru disebut itu. Ini sangat  diperlukan untuk mengimbangi kemampuan menyelesaikan masalah, yang mana masalah itu sendiri mempunyai tingakatan maksimal sebesar 50 persen. Bila kekuatan kita berada pada kekuatan lebih dari 50 persen itu, yang biasanya sampai pada 80 persen bagi mereka yang menggunakannya dengan cukup banyak pengalaman dan latihan, maka masalah2 dapat diselesaikan dengan adanya embel-embel yang tak berarti..

Seorang yang tidak terlatih, akan hanya mendapatkan pandangan sekilas saja dari masukan yang diberikan oleh nirsadar, dan ia hanya akan mendapatkan seperempat pengertian dari kilasan tadi. Seorang yang terlatih dan telah mempunyai kebiasaan berfungsi dengan kondisi Alpha, akan mendapatkan pengertian yang jauh lebih luas dari kilasan tadi.

Setelah matang didalam menggunakan Alpha melalui belajar cara pengendaliannya, maka kita akan jauh lebih tepat didalam menyelesaikan masalah, bahkan mungkin dari lima macam masalah, empat macam dapat diselesaikan dengan tuntas. Tapi untuk melatih diri pada keadaan yang tenang dan tentram, untuk mencapai tingkatan yang diharapkan, barangkali tidak begitu mudah mendapatkan kesempatan tanpa adanya kendala gangguan-gangguan. Kita harus mampu menimbulkan keadaan santai, baik fisik maupun mental, dimana pun kita berada, tanpa diganggu oleh lingkungan. Hal itu dapat diperoleh melalui peningkatan dari \'latihan-latihan\', serta banyak \'Praktek\' yang memberikan pengalaan serta menimbulkan \'Keterampilan\' untuk dijadikan \'Servo mechanism\' atau bentuk reflex yang langgeng.

Pembiasaan dari latihan dan praktek serta pengalaman untuk berada didalam kondisi alpha secara sadar, dimana keadaan kita didalam kondisi yang sangat relaks, akan menjadi sesuatu yang menetap dengan tuntas. Dengan demikian kita dapat mengembangkan kemampuan untuk berfungsi dengan benar dan tepat sepanjang hari, sekalipun pusat pikir menunjukkan kondisi frekuensi Beta atau keadaan normal dalam keadaan bangun dan sadar.

Melalui banyak praktek, serta memperhatikan pengalaman-pengalamanya dengan seksama, serta dicatat untuk mendapatkan referensi, kita akan mendapatkan performa untuk berada dalam kondisi Alpha dengan jangka waktu yang makin bertambah. Kita akan mendapatkan kebiasaan berada pada kondisi seperti  itu dan pula akan dapat menentukan bagaimana perasaan kita, berada pada kondisi Alpha tersebut. Lama kelamaan, kita akan mampu mempertahankan perasaan itu dan akan mendapatkan kondisi Alpha itu tanpa tergantung dari tingkat keadaan yang dinamakan Beta. Kita akan menetap pada  frekuensi Alpha itu dan akan selalu berada pada frekuensi 10 Hertz yang disebut  \'optimal\'.

Dengan demikian, kita dapat berfungsi pada dimensi spiritual, dimana kita akan selalu berada pada kondisi 10 Hertz itu. Praktek dan pengalaman akan membawakan hasil seperti itu, sekalipun pusat pikir pada saat itu hanya mempunyai kedudukan lima puluh lima detik setiap menitnya saja.

Seorang yang tidak terlatih untuk menggunakan Metode Silva, akan kurang mendapatkan keuntungan dari \'dropping-dropping\' yang hanya lima detik per menit tadi. Itulah perbedaan dari seorang yang terlatih dan yang hanya berfungsi secara alami saja. Makin keadaan itu dapat dibiasakan sepanjang masa, maka kita akan makin seimbang menggunakan fungsi dari kedua belahan otak kita, yaitu otak kiri dan otak kanan. Ini salah satu aspek yang nyata dari cara berfungsi menggunakan hubungan subyektif.

Waktu untuk selalu berada pada kondisi Alpha akan dapat dikendalikan dengan tuntas, daripada membuang-buang waktu untuk menganalisa masalah-masalah dipandang dari berbagai sudut perspektif dan mencari cara-cara alternatif penyelesaian. Pada kondisi \'Alpha Optimal\' biasanya tidak diperlukan banyak waktu. Bila kita sedang berbicara dengan seseorang misalnya, kita hanya memerlukan penyesuaian dari kepekaan kita pada orang yang sedang dihadapi, dan hal itu pasti akan terjadi, hanya, para pembaca harus sudah melaksanakan banyak praktek melalui pelatihan System Silva yang menghasilkan pengalaman dengan mutu tinggi.

Marilah penulis memberikan suatu contoh yang sederhana untuk mengembangkan kemampuan seperti itu. Pertama-tama kita harus menemukan dimensi Alpha terlebih dahulu, kemudian dapat berfungsi disitu secara \'sadar\'. Setelah itu, gunakanlah kemampuan Alpha pada Anda untuk dapat mengimajinasikan penyelesaian masalah-masalah pada planet kita ini. Hidup kita akan menjadi jauh lebih sempurna dan baik, dan bila kita menggunakan cara-cara seperti yang dicontohkan itu tadi, maka sudah pasti pembaca akan dapat menikmati kesejahteraan pada bidang apapun dalam kehidupan kita.

Memang, kejadian-kejadian yang dapat ditelusuri melalui kebiasaan dalam menggunakan jalur otak kanan, merupakan hal yang sepatutnya sudah diperhatikan sejak pendidikan dini. Banyak sekali cara-cara yang disuguhkan oleh lembaga-lembaga pendidikan yang kebanyakan mengambil contoh-contoh yang telah ditrapkan pada sekolah-sekolah dengan pendidikan semacam itu. Menurut penyelidikan penulis sendiri, hal itu masih terlalu banyak, dan nyatanya, kebanyakan masih saja dilaksanakan melalui \'pendekatan fisik\'.

Maksudnya adalah, bahwa masih banyak diadakan pencatatan-pencatatan dari apa yang dibentangkan, kemudian diadakan hafalan-hafalan yang oleh banyak orang kurang disukai. Hafalan-hafalan semacam itu, tidak dengan segera masuk ataupun direkam pada neuron-neuron Otak, bila tidak diadakan pengulangan-pengulangan terus-menerus. Hal itu adalah karena konsentrasi tidak tuntas. Ada kemungkinan terganggu oleh keadaan lingkungan, atau kondisi kesegaran kurang dapat diandalkan. Dengan kondisi Alpha hal itu dapat dipercepat. Jose Silva melihat kemungkinan untuk memperpendak masa pendidikan apapun.

Kita semua telah mengalami hal itu selama didalam pendidikan. Lain halnya bila kita dapat membangunkan kondisi nirsadar melalui pengendalian yang ketat. Bayangkan saja para pembaca, dapatkah Anda menerima sesuatu kenyataan yang dibangkitkan oleh imajinasi\'? Imajinasi atau khayalan, pada masa lampau tidak atau kurang diperhatikan dengan serius. Apa yang ditemukan orang, yang didasarkan kepada temuan yang telah ada, bukan merupakan penemuan yang baru, tapi merupakan \'inovasi\' atau penyempurnaan dari yang telah ada.

Itulah, maka penulis kembali pada kata \'modifikasi\', yang pernah dilontarkan pada artikel-artikel sebelumnya. Mengubah sesuatu, tanpa memperhatikan perhitungan dan tujuan dari yang original, dapat menimbulkan masalah. Pertama, akan dapat merugikan diri sendiri, tapi pula dapat merugikan lingkungan bila terjadi suatu kecelakaan.  Percayalah bahwa \'Kita tidak mungkin merusak atau menganiaya sesuatu pada dimensi spiritual\'.
Demikian Kenyataanya.

Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory Silva International Incorporation of The Silva Ultramind Esp System

Bookmark and Share


Page: 1
8-Apr-2012 12:49:47 WIB by eko agus prasetyo
nomor pak las yg bs di hubungi? saya sangat ingin belajar langsung dengan anda
11-Dec-2011 21:25:02 WIB by Munawar
Saya jadi penasaran kapan pelatihan tentang Silva Method akan diselenggarakan dalam waktu dekat karena saya sangat ingin mengikutinya. Mohon informasinya. Terima kasih.
27-Nov-2011 15:57:02 WIB by rizki.ardianta
salam sejahtera untuk bapak Lasmono,
saya ingin bertanya pak, bagaimana saya tahu jika saya telah berhasil masuk pada kondisi alpha optimal, saya sudah melakukan latian setelah saya membaca buku bapak.
mohon pencerahan nya dari bapak.

 

Nama:
Email:
Security Code: