HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM
Magic Brain

Artinya Persatuan dan Penyatuan Arus Pikiran dalam Mencari Solusi Jitu



Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.

Para pembaca yuang budiman, arif, ber-iman serta tawaqal, penulis ingin memberikan gambaran yang mungkin dapat di-antisipasi dengan 'Jujur' oleh anda sekalian. Untuk diketahui, maka kini telah banyak sekali diungkapkan melalui penyelidikan-penyelidikan 'Ilmiah' bahwa suatu ketika kita harus meniti jalan lain dari yang telah dibiasakan hingga saat terkini.

Yang dimaksudkan disini adalah bahwa kita di dalam waktu dekat akan sudah mampu beralih dari pemikiran menggunakan fungsi 'Otak Bagian Kiri' yang dinyatakan dengan tindakan OBYEKTIF kepada fungsi penggunaan 'Otak Bagian Kanan' atau tindakan SUBYEKTIF.

Di dalam arti kedua kata tersebut masih banyak sekali  terdapat penafsiran yang kurang 'Tepat', karena belum memiliki suatu pengertian yang 'Jelas' yang menyangkut hal itu. Dengan gamblang dapat dijelaskan bahwa hal itu bersangkutan dengan kondisi BANGUN dan TIDUR.

Penulis tidak menganggap para pembaca masih kurang mengetahui akan hal ini, tapi kenyataanya adalah bahwa kebanyakan diantara manusia tidak dapat merasakan serta mem-persepsi-kan perbedaan itu dengan 'sempurna'. Bila kita bicara soal OBYEKTIF, maka hal itu akan bersangkutan dengan kondisi SADAR, dimana fungsinya indra-indra berada pada suatu kesadaran 'Bangun' serta dapat dirasakan dengan jelas.

Kebalikanya adalah, bila indra-indra itu tak berfungsi lagi, dimana kita akan, yang dinamakan 'Tidur', atau istirahat dengan tuntas, maka telah di-tinggalkan keadaan 'Sadar-Bangun' menuju pada kondisi tidur tadi. Oleh karena itu, maka fungsi dari indra-indra akan tidak dapat difungsikan lagi, bukan begitu kejadianya?

Tetapi, para cendekiawan yang berkecimpung di dalam penyelidikan seksama yang menyangkut hal 'Tidur' serta aspeknya terhadap segala sesuatu yang membawakan kondisi sehat di dalam arti kata se-luas-luas-nya, telah menemukan, bahwa tidur itu ditunjang oleh fungsi dari 'Otak Bagian Kanan', yang berarti bahwa bagian ini tidak pernah pada kondisi tanpa ke-'aktif'-an.

Tindakanya yang begitu anggun dan menjaga segala sesuatu supaya tetap di dalam kondisi 'Sehat' tadi, nyatanya dapat memberikan suatu keleluasan pada kondisi 'Rasa', 'Kepekaan', 'Intuisi', 'Penangkapan' serta banyak yang dapat menjaga kelestarian dan kesempurnaan yang telah di-CIPTA-kan oleh Yang Maha Pen-Cipta sekalian Univers atau Alam Semesta.

Para pembaca, hendaknya hal ini kita perhatikan dengan seksama dan janganlah diremehkan serta di-kecil-arti-kan. Banyak diantara kita, karena kesibukan-kesibukan yang tanpa berhenti, tidak dapat memperhatikan pengetahuan ini yang diluar dari pada kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Kita semua telah dilahirkan dengan suatu 'Kepekaan Intuitif' yang membawakan kepada 'performa' ke-bangunan sadar dengan menggunakan fungsi 'Otak Bagian Kiri' yang di-'Batasi' oleh 'Ruang' dan 'Waktu'. Bentuk informasi yang membentuk kejadian apapun pada lingkungan keterbatasan itu belum dapat difahami benar. Disitu pun terjadi banyak bentuk kesalahan-kesalahan dikarenakan pandangan yang terbatas tersebut. Apakah hal ini dapat dimengerti dengan sungguh-sungguh dan 'Jujur'?

Suatu kemampuan 'Obyektif' yang ada pada kita tidak akan mampu menjadi panutan kekal tanpa ada bantuan dari kemampuan 'Subyektif'. Banyak kini penjelasan-penjelasan di dalam buku-buku yang beredar yang menyangkut penggunaan kesempurnaan dari fungsinya 'Otak Bagian Kanan', apabila disatukan secara se-'imbang' dengan Otak Bagian Kiri'.

Pengungkapanya terkadang di-komersil-kan yang pada hakekatnya kurang tepat. Banyak lalu orang-orang men-jual-nya untuk memperkaya diri. Bila kondisinya wajar! Tidak akan menyalahi 'Hukum Timbal-Balik Alam' dan berjalanya akan lancar-lancar saja. Tetapi bila hal itu bertentangan dengan ketentuan-ketentuan kewajaran di dalam HTBA, maka akan terjadilah suatu bentuk masalah. Bila hal itu tak diwaspadai, maka terjadilah adanya suatu 'intervensi' dari kondisi obyektif'.

Suatu kewaspadaan sangat diperlukan serta difahami dengan tuntas. Jadi, para pembaca, penulis ingin membawakan anda kini pada pemahaman yang dinamakan mem-FOKUS pada sesuatu yang Kolektif dan Penyatuan dari adanya arus pikiran yang serupa, yang akan menimbulkan Gelembung Vibrasi. Hal ini memang ada pada atmosfir dimana kita menghirupkan kondisi hidup.

Suatu bentuk 'Cetusan pikiran' akan menimbulkan 'gelembung vibrasi' tersebut secara 'pasti' dan tidak mungkin untuk ditarik kembali seperti selalu ditanggapi oleh kebanyakan diantara kita. Karena itulah, dimana gelembung-gelembung itu menyatu dimana kondisinya negatif atau positif, akan selalu, serta pasti melaksanakan Pengaruh-nya terhadap kita, manusia, yang belum dapat mengendalikan serta memandirikan dirinya dengan kemampuan kese-imbangan antara obyektif dan subyektif yang penulis uraikan dengan teliti dan jelas tadi.

Kekuatan kolektif dari arus pikiran memang sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi suatu lingkungan. Hal seperti ini telah terjadi serta kita alami pada arus pikiran seluruh rakyat indonesia pada saat dipersatukan oleh Bapak Bangsa 'BUNG KARNO' serta sangat diperlukan di dalam menghalau penjajahan yang sudah terlalu lama, bukan begitu kejadianya secara nyata?

Dimanakah kini Persatuan Kolektif seperti itu? Bahwa menindas kelakuan koruptif, kolusif dan nepotisme sangat membutuhkan penyatuan 'kolektif' tersebut sama sekali tidak dirasakan oleh mereka yang sedang mengatur arahnya NKRI ini! Mereka telah berkecimpung di dalam perdebatan 'Emosional' dan merasa diri sendiri yang paling BENAR tanpa mengetahui bahwa hal itu penuh dengan persekongkolan kelompok yang tidak mau mengaku ketidak sempurnaan dari pandangan masing-masing, bukan itu kini kenyataanya?

Akuilah bahwa apapun yang belum ada keseimbangan serta dominasi dari kondisi
subyektif tidak akan mungkin mendapatkan suatu solusi yang ditemukan dan akan membawakan kesejahteraan menyeluruh kepada rakyat NKRI ini, Amin.

Orang Barat sudah berpaling pada kemampuan subyektif manusia. Mundurkah kita dengan masih menggunakan cara try dan error? Renungkanlah hal ini dan kesimpulanya, anda akan membenarkan penemuan-penemuan penggunaan alam pikiran dengan cara subyekti…! Demikian kenyataanya.

 

Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory Silva International Incorporation of The Silva Ultramind Esp System

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: