
Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
indosiar.com - Kita kini mempersoalkan yang biasa disebut dan dikenal dengan kata "Ide" (bahasa Inggrisnya "Idea") dan secara bahasa kita dinamakan "Gagasan", bukan begitu? Masih saja hal ini di dalam pengertianya didasarkan atas cetusan 'arus pikiran' yang dikelola dan di-'produksi' oleh Otak kita pada belahan Kiri.
Memang akhir-akhir ini pengertian penggunaan Otak itu sudah mulai ditanggapi dengan serius. Bahkan ada penemuan dengan istilah "Mid-Brain" atau Otak Tengah. Disana-sini orang sudah menggunakan istilah itu dengan 'lancang'. Sungguhpun demikian, masih saja ada yang mempunyai 'persepsi' yang berbeda, bahkan menyangkal adanya 'Otak Kanan', karena hal itu merupakan perangkat yang 'menyatu' atau 'integreted'. Secara bentuk 'fisik'-nya itu kelihatan tidak menyatu secara nyata, tapi terbagi atas dua bentuk yang disambung oleh syaraf-syaraf yang dinamakan 'corpus callossum'.
Bagaimana pun pendapat serta persepsi orang yang 'awam' di dalam pengertian itu, marilah penulis jelaskan yang menyangkut hal 'gagasan' itu, dan dari mana sebenarnya sumber yang bisa dikatakan menjadi asal usul yang sangat menentukan.
Bila kita sedang mencari sesuatu yang akan melaksanakan perubahan atau penentuan di dalam keputusan, maka hal itu akan diberikan oleh suatu "pengelolaan arus pikiran" yang sedang berlangsung di dalam bilangan perangkat yang dinamakan "Pusat Pikir" atau "Brain". Hal ini berada pada dua bagian tingkatan kesadaran, yaitu tingkatan 'Kesadaran Atas' dimana kita sedang 'bangun' dan tingkatan 'di Bawah Kesadaran' atau juga dikenal sebagai 'Sub-Sadar' dan 'Nirsadar'. Pada artikel-artikel sebelumnya sudah banyak dikemukakan yang menyangkut hal 'Sub-Sadar' tersebut.
Fungsi yang biasa digunakan pada saat kita bangun dengan sadar adalah dilaksanakan oleh 'indra-indra' kita yang nyata atau kasat mata. Kelima indra itu memberikan kita hal-hal yang dapat ditangkap 'vibrasi'-nya oleh penglihatan, pendengaran, pembauan, penyentuhan dan pengecapan.
Seperti telah diketahui, apa yang dapat ditangkap itu terjadi, karena gelombang getaran yang di-'pantulkan' kembali dan ditangkap oleh indra-indra tersebut. Demikian pula yang terjadi pada gelombang 'cahaya' yang terjadi bersamaan.
Setiap bentuk benda yang dinamakan 'fisik' mempunyai 'konstruksi' atomik dengan berbagai bentuk ukuran 'Hertz' (ukuran gelombang per detik) berupa 'frekuensi'.
Konstruksi atomik atau partikel-partikel yang mempunyai suatu bentuk tertentu bagi setiap benda 'kasat mata' termasuk konstruksi makhluk 'manusia' berasal dari ketentuan 'photon' dan 'elektron'.
Bila berkembang maka partikel atom menjadi 'atom', kemudian 'molekul', berbentuk 'sel' , 'organ' dan akhirnya 'sistim organ'. Pada makhluk yang mempunyai 'kehidupan', maka terjadi rangkaian 'serial' organ-organ yang berfungsi untuk melestarikan bentuk kehidupan.
Pada makhluk manuisa kita mengenal adanya organ-organ utama, yaitu 'otak pada pusat pikir' (brain), 'jantung', 'paru-paru', 'ginjal', 'hati', 'pancreas', 'lambung', 'limpa', 'usus kecil dan besar' serta beberapa bentuk organ lagi yang mempunyai fungsi penghubung seperti 'syaraf-syaraf', 'pembuluh darah besar dan kecil' dan sebagainya.
Pusat Pikir mempunyai fungsi 'Utama' yang melaksanaklan pengawasan atau 'kontrol' terhadap semua hubungan serial di dalam tubuh melalui 'daya listrik' (elektron) yang memproduksi 'enzym-enzym' serta 'homon-hormon' (kimiawi tubuh) dengan berbagai bentuk serta tujuanya yang menjaga suatu 'pelestarian' dari fungsi tubuh untuk bisa 'sehat' dan mampu melaksanakan performa yang dinamakan "Tubuh Hidup".
Penulis tidak akan memperdalam lagi, karena bukan bidangnya. Hanya untuk memberikan pengertian akan adanya hal materi yang 'hidup' dan materi yang 'tanpa kehidupan', seperti bentuk barang apa saja yang bisa dibentuk oleh kecerdasan manusia.
Benda tanpa getaran hidup inipun terdiri dari macam konstruksi 'atomik' dengan ukuran-ukuran tertentu dengan sebutan frekuensi tadi. Jadi bila suatu benda baik yang hidup maupun tanpa kehidupan di-ubah konstriuksi 'atom'-nya, maka vibrasi apapun tidak akan memberikan pantulan kembali kepada indra-indra 'kasat mata' tersebut, sehingga kita akan 'kehilangan' bentuk- serta warnanya.
Pada penyelelidikan secara ilmiah pada bidang ilmu "Para-Psychology", ternyata, bahwa pada bentuk 'atomik' apapun dari tubuh terdapat suatu 'vibrasi halus' yang kini dikenal dengan 'vibrasi "Spirit"'. Hal ini melekat pada setiap bentuk atomik tubuh (sel-sel) yang telah memberikan "Kehidupan" yang dapat dikatakan sebagai suatu "Persenyawaan" pada "Jasad" atau memberikan "Nyawa".
Hal "Spirit" tersebut, para pembaca, tidak dapat ditangkap vibrasinya oleh indra-indra 'kasat mata'. Ternyata, mengikuti hasil penyelidikan ilmiah, maka 'Spirit' yang memberikan 'Hidup' itu dapat ditangkap oleh 'indra-indra yang Non-Fisik' yang oleh manusia 'awam' disebut 'Indra ke-enam', terkadang juga "Mata ke-tiga". Hal ini berada pada suatu dimensi yang berbeda dari yang dikatakan "Obyektif" yang penulis uraikan tadi. Dimensinya dikatakan "Subyektif" karena memerlukan kemampuan indra-indra yang berada pada bilangan "Bawah Sadar" atau "Sub-Sadar" tersebut.
Secara yang dikatakan "Normal", maka setiap manusia berada pada kondisi bangun sadar dan melaksanakan segala fungsinya melalui "Otak Bagian Kiri" dan berada pada dimensi "Obyektif".
Pada kondisi 'hendak Tidur' (pra-tidur), 'tidur' dan 'tidur Lelap', maka manusia akan berada pada kondisi kehilangan segala fungsinya dari indra-indra yang 'fisik'.
Tapi rupanya kesempurnaan kita oleh Ciptaan YME, kini bagian dimensi "Subyektif" itu dapat dikembangkan serta diawasi untuk meng-fungsi-kan kemampuanya pada dimensi "Obyektif" sehingga terjadi suatu ke-seimbangan tuntas serta pengawasan dari "Otak Bagian Kiri" oleh "Otak Bagian Kanan", karena bagian Kiri terlalu lemah terhadap pengaruh macam ragam yang melanda bagian tersebut.
Ke-seimbangan itu akan mebangun struktur manusia yang "Lengkap" atau "Utuh". Sampai pada saat terkini kita belumlah "Utuh", karena masih tergantung dari hal-hal pada kondisi obyektif, yang mana asal usulnya dari bidang dimensi "subyektif", bukan demikian kenyataanya?
Kita akan mempunyai informasi subyektif dimana segala sesuatu yang bakal terjadi bersumber, yang hanya dapat diperoleh melalui fungsi dari "Otak Bagian Kanan"!
Demikianlah kesempurnaan manusia kini akan bisa dikembangkan dan akan mampu merubah hal-hal "Negatif" menjadi "Murni Positif" yang pada masa lalu selalu dicari-cari serta di-idam-idam-kan. Menurut penemunya, kita kini akan melangkah melalui "Tahap Ke-Dua" dari evolusi manusia yang tadinya 'setengah sempurna' menjadi 'Maha Sempurna'.
Dan kemampuan itu hanya bisa dicapai melalui suatu pelatihan 'subyektif' yang performasnya akan selalu "Baku Positif"!
H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory Silva International Incorporation of The Silva Ultramind Esp System