
Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
indosiar.com - Para pembaca yang budiman, ada kemungkinan hal yang dukemukakan ini akan menyentuh beberapa orang yang mempunyai kedudukan sosial yang tinggi di dalam negara kesatuan kita ini. Penulis dengan artikel ini ingin membahas adanya oknum-oknum yang selama ini telah ter-'didik' oleh suatu era yang telah mendalam sekali merusak kondisi ke-Jiwaan. DR.Jose Silva menamakan hal ini suatu bentuk 'kanker Jiwa' pada stadium yang sudah parah sekali.
Mengobatinya hanya bisa bila yang bersangkutan telah melaksanakan 'introspeksi' dengan kejujuran yang mendalam serta menyesali perbuatan tersebut. Kemudian melaksanakan 'erasing' atau penghapusan dari 'noda-noda' yang bercokol di dalam 'neuron-neuron Otak' atau bercokol di dalam yang disebut 'Pusat sel' atau 'Nucleus'. Kita selalu diberi tahu serta dibelajari untuk memohon maaf bila melaksanakan hal yang jelas menyerang kondisi kesopanan serta menyimpang dari suatu ke-'Jujuran' tuntas atau tindakan lain yang melaksanakan suatu 'Penganiayaan' terhadap sesama.
Ternyata menurut suatu penyelidikan ilmiah hal ini tak bisa tuntas yang menyangkut penghapusan tersebut karena hanya dipikirkan melalui bentuk 'imajinatif' saja. Tanpa pengendalian dari suatu bentuk 'imajinasi' yang dilanjutkan di-'script' melalui tulisan terlebih dahulu, tidak akan mungkin untuk melaksanakan penghapusan tersebut. Menulis sesuatu sebagai 'pondasi' dari 'imajinasi' merupakan 'otentitas' seperti 'tanda tangan' sebagai pegangan 'pertanggungan jawab' atas suatu perbuatan dan tindakanya.
Marilah penulis akan ungkapkan mengapa bisa terjadi seperti yang diutarakan tadi. Pengelolaan apapun yang telah terjadi di dalam 'neuron-neuron didalam Otak' kita, tak dapat dihapus dengan serta merta. Bagian pengelolaan ko-ordinatif yang dilaksanakan di dalam konstruksi Otak tersebut telah disimpan dan tertanam di bagian-bagian yang dinamakan sel 'Nucleus' atau Pusat penyimpanan informasi pada suatu sel neuron Otak. Seperti diketahui, setiap sel fisik tubuh termasuk sel bagian neuron Otak akan mengalami pembaharuan pada setiap saat tertentu. Bentuknya seperti adanya enzym atau kromosom yang ditemukan bila kita mempunyai kondisi 'stres'.
Sel yang diperbaharui berisikan informasi dari suatu pengalaman atau kejadian yang telah di-'transfer' dari keadaan nucleus yang sebelumnya' melalui bentuk peng-'copy'-an. Mengapa demikian? Hal ini akan menjaga adanya 'daya ingat' kita yang memelihara kondisi pada masa lalu. Bila tidak ada transfer tadi, maka kita tidak akan dapat ingat lagi informasi dari masa lalu, bukan demikian kenyataanya? Kondisi sel-sel tubuh termasuk sel neuron Otak setiap saat akan mengalami pembaharuan yang telah di-'formulasi'-kan oleh ketentuan Ciptaan Yang Maha Pen-Cipta.
Di dalam suatu pengelolaan cetusan pikiran sang 'ko-ordinator'-nya, tak lain adalah bentuk Otak kecil yang berada diantara kedua Otak besar yang dengan istilah medis dinamakan 'Thalamus' dan di dalam istilah metode Silva dinamakan 'Charly', tidak menyentuh informasi yang di dalam 'nucleus' tersebut, tetapi akan menggunakan 'copy' dari informasi itu sebagai dasar untuk mampu mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
Melalui yang dinamakan 'Pembersihan Rumah Mental' atau copy 'Mental House Cleaning' kita dapat dengan tuntas melaksanakan 'menghilangkan' atau 'menghapus' copy-copy itu sehingga pada masa yang akan datang tidak digunakan lagi sebagai suatu pengaruh di dalam membentuk suatu arus pikiran, sehingga hal tersebut akan bersih dari noda-noda yang 'negatif' yang menjadi 'copy' dari nucleus tersebut.
Tetapi untuk melaksanakan hal itu secara tuntas dari pembersihan tersebut, diperlukan untuk melaksanakan suatu 'gambaran tepat' yang menyangkut bentuk informasi yang telah menjadi 'noda' berbentuk suatu 'imajinasi' yang didasarkan oleh suatu 'script' tertulis dari imajinasinya yang adalah 'otentik' dan menarik kondisi tersebut melalui 'tulisan tangan'. Bukankah tulisan tangan sangat erat berhubungan dengan 'imajinasi' sebelum diwujudkan dengan suatu tulisan? Dengan demikian maka suatu 'imajinasi' tidak akan dipengaruhi oleh adanya provokasi-provokasi negatif lain yang pasti dapat mengganggu dalam cara membersihkan diri tersebut.
Hal ini mungkin saja belum difahami oleh kebanyakan kita. Dapat dikembalikan pada peristiwa penulisan suatu 'tanda tangan' didalam suatu perjanjian atau kontrak. Mengapakah kita lebih percaya pada sesuatu perjanjian bila ada tanda tangan dari dua belah pihak? Dapatkah hal ini dimengerti oleh para pembaca? Peristiwa suatu informasi bernoda negatif akan tidak dapat dihilangkan dari sel-sel neuron Otak dan akan dibawa terus dengan kelanjutan umur kita hingga meninggalkan bumi. Hal ini merupakan 'satu-satu'-nya cara pembersihan pada sel-sel neuron Otak kita yang akan selalu mengganggu di dalam pengelolaan arus pikiran yang diatur melalui kekuatan 'Emosi' kita.
Gangguan ini sudah pasti akan merugikan diri kita bila tidak diawasi serta diwaspadai dengan seksama, bukan? Membiasakan diri untuk selalu melaksanakan 'Pembersihan Rumah Mental' kita akan memberikan cara hidup yang bebas dari noda-noda masa lampau.
Setelah dilaksanakan pembersihan 'Mental', maka kita akan merasakan di-bebas-kan dari beban yang diwujudkan dengan 'Rasa Enteng' yang menyelubungi perasaan kita. Rasa seperti itu memberikan kita ke-'Cerah'-an dari cetusan pikiran yang telah dibebaskan dari suatu 'Noda' masa lalu yang telah dialami dan akan teringat bila ingin, tapi tidak akan menghalangi 'arus pikiran' yang sedang melaksanakan suatu 'Program baru'.
Demikianlah cara yang praktis untuk mampu hidup tanpa masalah serta membuka jalur kepada kehidupan tanpa noda lagi sekalipun telah meninggalkan tubuh 'fisik' kita. Dapatkah dimengerti oleh para pembaca yang telah diungkapkan ini? Renungkanlah!
H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory Silva International Incorporation of The Silva Ultramind Esp System