HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM
Magic Brain

Mutu Akhlak Dimana-mana Telah Mengalami Kemunduran dan Memprihatinkan Sekali



Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.

indosiar.com - Sebagai penulis dan pengamat perilaku manusia dengan taraf internasional, kini akan membahas secara tuntas dan di dalam proporsi yang tepat yang menyangkut hal yang ditayangkan sebagai judul diatas ini. Akhlak yang akan dibahas disini merupakan sesuatu yang perlu sekali diperhatikan dengan seksama, bila kita ingin dipandang sebagai seorang yang mempunyai ,mutu’ sempurna di dalam bidang ke-akhlakan.

Pada saat manusia baru di-'jadikan' dibumi ini isi jiwanya sudah ada bibit-bibit macam ragam yang nanti akan digunakan sebagai pancatan di dalam pengembangan jiwanya. Memperhatikan hal ini sangat memerlukan kepekaan dari para pengasuhnya, terutama para orang tua. Disinilah sebenarnya letak daripada ,pondasi’ yang akan dipergunakan untuk pengembangan jiwa kearah kematangan dewasa. Berapa banyaklah orang tua yang merasa dirinya 'siap' melaksanakan pengaruh berupa bentuk 'pendidikan’ yang akan dilaksanakan bagi pengembangan awal seorang anak atau manusia baru?

Bila sepasang suami isteri telah mendidik dirinya sendiri terlebih dahulu melalui suatu metoda atau cara yang bisa dikatakan 'ampuh', maka arahan pendidikan anaknya tidak akan banyak mengalami kesulitan. Mengapakah bisa demikian? Karena orang tua seperti itu sudah terbiasa menggunakan keseimbanganya yang di-anugerahkan oleh pen-Ciptaan 'Sempurna' oleh Yang Maha Kuasa. Keseimbangan yang dimaksudkan disini adalah yang merupakan kesinambungan antara penggunaan 'Obyektif', yang dinyatakan dengan fungsinya "Otak Bagian Kiri" dan imbanganya "Otak Bagian Kanan" yang sudah dikembangkan untuk mampu berfungsi pada tingkatan "Kesadaran Bangun" seperti layaknya kita berfungsi sepanjang masa.

Otak Kiri dan Kanan ini memang mempunyai kondisi yang berbeda, yaitu yang bagian Kiri akan mengutamakan fungsinya pada kondisi yang dinyatakan 'logik' dan 'rasional' dan yang bagian Kanan  akan mengutamakan fungsi 'kepekaan intuitif’ yang dapat melaksanakan pengawasan pada 'saudaranya yang Kiri' untuk dapat menghindarkanya dari provokasi-provokasi negatif yang dapat melaksanakan penyimpangan dari suatu tujuan yang mulanya sudah mengarah pada tujuan yang positif. Disinilah diperlukan sekali suatu kepekaan tanggapan atau persepsi dari informasi dengan bentuk apapun yang diterima oleh indra-indra baik yang fisik maupun yang masih belum dikenal betul, yaitu yang non-fisik.

Menurut penyelidikan ilmiah yang seksama kini telah terbukti, bahwa seluruh 'atmosfir' kita penuh dengan yang dinamakan 'gelembung-gelembung vibrasi' yang ukuran frekuensinya negatif ataupun positif. Hal itulah melaksanakan pengaruh tuntas pada kehidupan kita di dalam atmosfir ini. Dari manakah sebenarnya getaran-getaran atau 'vibrasi' itu berasal?
Tidak lain dari cetusan-cetusan pikiran beragam dari kita sendiri yang tidak dapat begitu saja dihilangkan lagi bila telah dicetuskan dan menyatu dengan lainya menurut ukuran frekuensinya.

Vibrasi-vibrasi itu tak dapat di-'lihat' atau ditangkap dengan indra-indra kita yang fisik. Dirasakan pun kurang bisa karena kebanyakan manusia, 95 % tidak menggunakan atau mempunyai pengembangan dari 'kepekaan'. Hal seperti itu pada dasarnya memang sudah dapat kita rasakan yang bernaung disekitar 'dada' kita. Banyak orang mengatakan itu sebagai 'suaru hati' atau 'sanubari'. Hanya saja, selalu banyak diantara kita yang 'tidak’ mempercayai bisikan hati tersebut. Bahkan disebutnya sebagai sesuatu yang bisa menyesatkan dan bila hal itu 'santer' terasa kita akan mengalahkanya terhadap getaran provokatif yang datangnya dari unsur 'lingkungan'. Begitulah kita itu selalu akan dipengaruhi melalui lingkungan tersebut.

Di dalam hal ini, para wanita akan selalu lebih peka daripada jenis lawanya, para lelaki. Mengapakah bisa demikian, para pembaca? Pada artikel sebelum ini penulis sudah membahas yang menyangkut hal lebih matangnya kaum wanita secara 'psikhologis' dengan jarak lima tahun diatasnya kaum lelaki. Hal ini memang sudah terbukti melalui penyelidikan ilmiah dan kini tak dapat dipungkiri lagi atau dicari alasan-alasan oleh para lelaki yang ingin membuktikan kebalikanya. Kenyataan ini sangat mengagetkan bagi kaum lelaki, tapi tidak diakuinya benar. Karena seorang lelaki akan selalu merasa dirinya diatas suatu bentuk keluarga, bukan begitu telah terjadi bermillennium lamanya? Mereka suka lupa, bahwa keluarga pada hakekatnya merupakan suatu 'T e a m' pengelola kehidupan kearah yang lebih baik dan matang, bukan? Bila bijak, maka kaum lelaki sebenarnya dapat memanfaatkan kenyataan ini dan akan jauh lebih nyaman bila ada dukungan dari seorang yang psikhologis  lebih matang dari dirinya.

Penulis sendiri pada mulanya juga mempunyai pendapat seperti yang telah dibiasakan, bahwa wanita itu mempunyai kemampuan selalu dibawah seorang lelaki. Tapi kenyataanya adalah bahwa secara 'Mental' lelaki selalu dikalahkan bila menyangkut yang berhubungan dengan 'vibrasi' yang bukan logika lagi! Celakanya ada saja dicari alasan yang dapat mengalihkan kenyataan itu sebagai sesuatu yang dapat membawakan 'ego kelakianya' ingin dipertahankan.

Kerja sama didalam suatu keluarga antara lelaki dan wanita beserta anak-anaknya tidak lain adalah merupakan suatu 'organisasi' paling kecil yang menjadikan suatu 'masyarakat'. Masyarakat menemukan kekuatanya di dalam suatu bentuk keluarga yang 'kuat' pula, hal ini merupakan suatu bukti yang dapat kita lihat disekitar kita, bagaimana pun ingin di-'persepsi'-kan. Memang, hanya dengan kemampuan berfungsi dari hanya 'satu bagain' Otak saja, kita tidak akan mungkin untuk mendapatkan  ,s o l u s i , bila terjadi suatu masalah yang harus dipecahkan dengan total.

Penulis harapkan bahwa kaum lelaki dengan membaca ungkapan ini akan lebih mengerti yang menyangkut kekurangan daya kepekaan intuitif di dalam menyelesaikan masalah-masalah yang 'krusial'. Kita memerlukan bantuan kepekaan intuitif tersebut yang ada pada kaum wanita. Tak perlulah kita menjaga 'gengsi' yang tidak ada pada tempatnya. Penulis dapat maju didalam kehidupan ini dengan kerja sama yang baik antara isteri beserta anak-anak wanita yang selalu memberikan jawaban yang tepat yang menyangkut suatu masalah yang kita hadapi.

Mau hidup seperti itu para pembaca? Cobalah melaksanakan 'introspeksi' pada diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengeluarkan suatu kritik yang tidak akan mengena!

Demikianlah diharapkan dengan selalu mengikutu tayangan artikel pada 'Magic Brain' pada kolom Indosiar web ini, para pembaca akan mendapatkan suatu perkembangan pengetahuan yang akan sangat bermanfaat untuk sisa hidup kita pada planit yang dinamakan 'bumi' ini!

Kita harus belajar untuk selalu waspada terhadap kemampuan serta kekurangan kita sendiri dan mengakui hal itu. Tanpa pengakuan yang telak yang menyangkut 'skala bentuk' kita yang sebenarnya, kita akan jauh dari kesempurnaan yang memang telah ter-Ciptakan oleh YME, bukan?

Demikianlah Kenyataan-NYA!

 

H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory Silva International Incorporation of The Silva Ultramind Esp System

Bookmark and Share


Page: 1
21-Sep-2011 23:09:27 WIB by slamet
pak no telp ya berapa
kalau mau ikut pelatihan alamatnya dimana

 

Nama:
Email:
Security Code: