HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
KOLOM
Megic Brain

Sungguhpun Banyak Kesempatan Bagi Perubahan Diri, Masyarakat Masih Enggan Melaksanakannya



Oleh : H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.

indosiar.com - Akan tetapi hal itu belumlah menjadi sesuatu yang di-'gandrungi' secara umum. Tidak banyak diantara kita yang karena terlalu 'sibuk' serta tiada waktu terluang untuk memperhatikan kemungkinan seperti itu, terkena stimulasinya untuk secara 'drastis' ingin melaksanakan perubahan pada dirinya. Uang bagi investasi pelatihanya juga masih serat.

Tapi kalau dipikirkan soal investasi, maka akan terjadi selalu pengunduran di dalam suatu keputusan yang memang sudah pasti akan memperbaiki cara berpikir kita kearah yang jauh lebih 'positif'. Akhirnya kita akan selalu ketinggalam satu langkah kebelakang, sedangkan yang lainya akan maju. Memikirkan sesuatu yang terbatas akan sealu juga memberikan hal seperti itu, ini kenyataanya. Bila memikirkan hal positif, maka hasilnya pun akan seperti itu, bukan? Ini merupakan suatu formula hidup yang kita harus waspadai serta awasi.

Mengapakah hal itu bisa terjadi? Sekalipun banyak diantara kita mengalami penderitaan ataupun ke-terhambatan di dalam meraih kehidupan yang sedapatnya bebas dari hambatan-hambatan masalah, masih saja terdapat suatu ke-engganan untuk menjadikan hal itu sesuatu yang memberikan penyelesaian dari hambatan-hambatan yang melanda.

Kebebasan untuk melaksanakan sesuatu perubahan dari sifat-sifat yang merugikan banyak terhambat karena terbentur pada suatu ke-'beranian' di dalam mendobrak cara menggunakan pikiran secara luas. Jadi tidak dibatasi oleh kondisi dimensi dengan tiga ukuran yang kita namakan 'obyektif' itu. Keberanian seperti itu menyangkut hal mengalihkan suatu 'kebiasaan' lama kepada yang baru sama sekali. Inilah yang selalu menjadi hambatanya untuk maju untuk menempuh jalan yang belum pernah dilalui.

Untuk itu diperlukan suatu 'Jiwa' yang boleh dikatakan telah 'matang' melalui tempaan suatu masa yang mendukung. Introspeksi diri merupakan hal yang tidak dengan tuntas dibelajarkan pada anak-anak yang seharusnya diperkenalkan pada masa dini dengan kondisi seperti itu. Pada saat pendidikan yang terarah 'positif' di dalam menanggulangi 'introspeksi' akan memberikan mereka pedoman serta pegangan di dalam menempa PD atau 'Percaya Diri'. Kenegatifan tidak bakal memberikan sesuatu yang kuat pada bentuk pendidikan seperti itu.

Apalagi bila orang tua yang seharusnya ber-'tanggung jawab' atas pendidikan itu tidak mempunyai sendiri kondisi PD yang dapat di-'transfer' kepada anak didiknya pada saat dini. Mendidik para pembaca tidaklah semudah yang disangka. Banyak yang tidak sanggup melaksakanya tanpa diserahkan kepada pihak lain dimana posisi 'Kesayangan' tidak seperti dari orang tua itu sendiri. Dengan sendirinya akan terjadi suatu konflik antara anak dan orang tua, bila yang mendidiknya diluar lingkungan keluarga, lain daripada yang dikehendaki serta dituju.

Perhatikanlah hal ini dengan seksama dan para pembaca akan mengetahui mengapa hal itu dapat menjadi 'picuan' pada saat anak didik anda sudah mencapai kematangan kedewasaan. Akan sulit sekali merubah seorang yang telah berkembang melalui banyak pengalaman yang di-'induksi'-kan dari lingkungan yang mana banyak menjadikan konflik dengan pengalaman dari orang tuanya.

Disinilah diperlukan suatu 'penelitian diri sendiri' yang dinamakan 'introspeksi' tadi. Dan kenyataanya tidak banyak diantara kita yang mau mengadakan 'introspeksi' tersebut, mungkin enggan atau takut akan pengetahuan mengenai diri sendiri yang bisa saja lebih banyak 'negatif'-nya daripada yang 'positif', bukan? Memang melaksanakan perubahan sifat pada diri sendiri jauh lebih sulit daripada mengetahui serta menyatakan hal itu dari orang lain.

Disini yang dinamakan 'Hati Sanubari' tidak akan dapat menutupi keadaan kita sebenarnya yang menyangkut hal sifat-sifat. Tapi berapa banyaklah diantara kita mau mendengar 'bisikan' dari Hati Sanubari tersebut? Biasanya diabaikan saja, karena bila didengar kita akan terserang suatu kondisi yang 'frustratif' dan yang pasti akan menimbulkan suatu bentuk tingkatan 'Stres'. Biasanya kita tidak bisa percaya bahwa diri sendiri begitu negatif, apalagi mencari suatu 'verifikasi' dilingkungan supaya ada kondisi yang serupa dan merasa 'Lega'.

Apa masihkah diantara pembaca ada yang menyangsikan kondisi seperti yang penulis utarakan? Penulis sendiri sebelum menjadi pengajar dan alumni system Silva ini mempunyai pengalaman yang terumbang-ambing oleh kondisi ketidak se-imbangan. Memang hal itu sudah dapat dikatan 'lumrah' karena kita hanya berfikir dan bertindak menggunakan fungsi 'Otak Bagian Kiri'. Dan ternyata hal itu dengan drastis bisa berubah ketika kondisi yang dinamakan 'Alpha Optimal' telah bercokol di dalam diri penulis.

Hal ini memerlukan suatu "Keberanian" melangkah di dalam suatu 'Era' yang masih asing dan kemudian juga suatu 'Cara KeperCayaan' yang mendalam yang mendukung di dalam keberhasilan yang bukanlah 'Mudah-mudah'-an tapi harus merupakan ke-"Pasti"-an, karena yang disebut sebelum ini memberikan nuansa yang tidak pernah Pasti', karena takut mendahului ketentuan YME, bukan begitu? Dan untuk merubah nuansa seperti itu juga diperlukan mempunyai suatu 'Kepekaan Intuitif' yang memberikan kita kemampuan untuk mengerti yang menyangkut keterbatasan-keterbatasan yang di-'induksi'-kan oleh adanya doktrin dan dogma.

Demikianlah penjelasan yang dapat memperluas pandangan serta persepsi kita yang menyangkut hal menjalankan suatu kehidupan yang bakal bebas dari hambatan-hambatan dari masalah. Tanamkanlah PD (red:Percaya Diri) pada diri kita tanpa harus enggan dan takut yang sampai kini masih saja menimpa diri kta dan dibawa kearah hidup yang tidak cerah. Kecerahan 'semu' akan mengiringi diri kita sepanjang kita masih sangat tergantung dari 'lingkungan'. Kemandirian melalui konsep yang berdasarkan kepositifan 'baku' sangat diperlukan pada masa kini, dimana kondisi seluruh dunia berada pada nuansa Ter-"umbang-ambing"!

Inilah suatu kenyataan yang tak dapat dipungkiri dengan bentuk pikiran apapun.

H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D.
Lecturer dan Director/Coordinator, Indonesian Territory Silva International Incorporation of The Silva Ultramind Esp System

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: