<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Management Miracle</title>
	<atom:link href="http://www.indosiar.com/miracle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indosiar.com/miracle</link>
	<description>How to be Entrepreneur ? adalah suatu pertanyaan yang penjelasanannya sangat panjang dan sangat kompleks, disini saya mencoba membantu menjelaskan bagaimana mengaplikasikan Management Miracle menuju Seorang Entrepreneur yang baik.</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:55:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Mochtar Riady  Bankir Terkenal &#038;  Tersukses</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/mochtar-riady-bankir-terkenal-tersukses/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/mochtar-riady-bankir-terkenal-tersukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Mochtar Riady  Bankir Terkenal &amp;  Tersukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Orang banyak mengenal Mochtar Riady sebagai seorang praktisi perbankan jempolan dan seorang konglomerat yang visioner, pandangannya yang jauh ke depan dan sarat dengan filosofi menjadi panutan banyak para pengusaha dan para pelaku pasar. Kali ini kita akan menyoroti jalannya meniti sukses, yang tentu saja tidak semudah dibayangkan oleh banyak orang. Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Orang banyak mengenal Mochtar Riady sebagai seorang praktisi perbankan jempolan dan seorang konglomerat yang visioner, pandangannya yang jauh ke depan dan sarat dengan filosofi menjadi panutan banyak para pengusaha dan para pelaku pasar. Kali ini kita akan menyoroti jalannya meniti sukses, yang tentu saja tidak semudah dibayangkan oleh banyak orang. Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi seorang bankir di usia 10 tahun. Ketertarikan Riady yang dilahirkan di Malang pada tanggal 12 mei 1929 ini disebabkan karena setiap hari ketika berangkat sekolah, dia selalu melewati sebuah gedung megah yang merupakan kantor dari Nederlandsche Handels Bank (NHB) dan melihat para pegawai bank yang berpakaian parlente dan kelihatan sibuk. Riady adalah anak seorang pedagang batik.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Pada tahun 1947, Riady ditangkap oleh pemerintah Belanda dan di buang ke Nanking, Cina, di sana ia kemudian mengambil kuliah filosofi di University of Nanking. Namun karena ada perang, Riady pergi ke Hongkong hingga tahun1950 dan kemudian kembali ke Indonesia. Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, namun ayahnya tidak mendukung karena profesi bankir menurut ayahnya hanya untuk orang kaya, sedangkan kondisi keluarga mereka saat itu sangat miskin. Pada tahun 1951 ia menikahi seorang wanita asal jember, oleh mertuanya, Riady diserahi tanggungjawab untuk mengurus sebuah toko kecil. Dalam tempo tiga tahun Riady telah dapat memajukan toko mertuanya tersebut menjadi yang terbesar di kota Jember.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Cita-citanya yang sangat ingin menjadi seorang banker membuatnya untuk memutuskan pergi ke Jakarta pada tahun 1954, walaupun saat itu dia tidak memiliki seorang kenalan pun di dan ditentang oleh keluarganya. Riady berprinsip bahwa jika sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan pernah tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas. Untuk mencari relasi, Riady bekerja di sebuah CV di jalan hayam wuruk selama enam bulan, kemudian ia bekerja pada seorang importer, di waktu bersamaan ia pun bekerjasama dengan temannya untuk berbisnis kapal kecil. Sampai saat itu, Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, di setiap kali bertemu relasinya, ia selalu mengutarakan keinginannya itu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Suatu saat temannya mengabari dia jika ada sebuah bank yang lagi terkena masalah dan menawarinya untuk memperbaikinya, Riady tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut walau saat itu dia tidak punya pengalaman sekalipun. Riady berhasil meyakinkan Andi Gappa, pemilik bank Kemakmuran yang bermasalah tersebut sehingga ia pun ditunjuk menjadi direktur di bank tersebut. Di hari pertama sebagai direktur, Riady sangat pusing melihat balance sheet, dia tidak bisa bagaimana cara membaca dan memahaminya, namun Riady pura-pura mengerti di depan pegawai akunting. Sepanjang malam dia mencoba belajar dan memahami balance sheet tersebut, namun sia sia, lalu dia meminta tolong temannya yang bekerja di Standar Chartered Bank untuk mengajarinya, tetapi masih saja tidak mengerti.Akhirnya dia berterus terang thd para pegawainya dan Pak Andi Gappa, tentu saja mereka cukup terkejut mendengarnya. Permintaan Riady pun untuk mulai bekerja dari awal disetujuinya, mulai dari bagian kliring, cash, dan checking account. Selama sebulan penuh Riady belajar dan akhirnya ia pun mengerti tentang proses pembukuan, dan setelah membayar seorang guru privat ia akhirnya mengerti apakah itu akuntansi. Maka mulailah dia menjual kepercayaan, hanya dalam setahun bank Kemakmuran mengalami banyak perbaikan dan tumbuh pesat. Setelah cukup besar, pada tahun 1964, Riady pindah ke Bank Buana, kemudian di tahun 1971, dia pindah lagi ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><br />
<span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Mochtar Riady hampir selalu sukses dalam mengembangkan sebuah bank, dia memiliki filosofi tersendiri yang ia sebut sebagai <em>Lie Yi Lian Dje</em>. <strong>Lie</strong> berarti ramah, <strong>Yi</strong> memiliki karakter yang baik, <strong>Lian</strong> adalah kejujuran sedangkan <strong>Dje</strong> adalah memiliki rasa malu. Visi dan pandangan Riady yang jauh ke depan seringkali membuat orang kagum, dia dapat dengan cepat membaca situasi pasar dan dengan segera pula menyikapinya. Salah satu contohnya ketika dia berhasil menyelamatkan Bank Buana tahun 1966. Saat itu Indonesia sedang mengalami masa krisis karena Indonesia berada pada masa peerubahan ekonomi secara makro, ketika itu Riady sedang berkuliah malam di UI, di situ dia dikenalkan dengan beberapa pakar ekonomi seperti Emil Salim, Ali Wardhana,dkk. Riady segera sadar dan segera mengubah arah kebijakan Bank Buana. Pertama, dia menurunkan suku bunga dari 20 % menjadi 12 %, padahal pada waktu itu semua bank beramai-ramai menenaikkan suku bunganya. Karena suku bunga yang rendah tersebut maka para nasabah yang memiliki kredit yang belum lunas segera membayar kewajibannya. Sedangkan para usahawan yang akan meminjam diberi syarat ketat khususnya dalam hal jaminan, namun karena bunga yang ditawarkan Bank Buana sangat rendah dibanding yang lain maka banyak debitur yang masuk dan tak ragu untuk memberikan jaminan. Dengan cara itu Bank Buana menjadi sehat padahal pada waktu itu banyak klien dan bank yang bangkrut. Dengan otomatis orang mengenal siapa Mochtar Riady.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Mochtar Riady yang lahir di Malang, Jawa Timur 12 Mei 1929 adalah pendiri Grup Lippo, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hadir di kawasan Asia Pasifik, terutama di Hong Kong, Guang Zhou, Fujian, dan Shanghai. Sejarah Grup Lippo bermula ketika Mochtar Riady yang memiliki nama Tionghoa, Lie Mo Tie membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ning pada 1981. Waktu dibeli, aset bank milik keluarga Hasyim telah merosot menjadi hanya sekitar Rp 16,3 miliar. Mochtar sendiri pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di Bank Central Asia, bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada 1975 dengan meninggalkan Bank Panin. Di BCA Mochtar mendapatkan share sebesar 17,5 persen saham dan menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Aset BCA ketika Mochtar bergabung hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan ketika itu aset bank tersebut sudah di atas Rp 5 triliun. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in; line-height: 18pt; text-align: justify;"><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Bergabung dengan Hasyim Ning membuat ia bersemangat. Pada 1987, setelah ia bergabung, aset Bank Perniagaan Indonesia melonjak naik lebih dari 1.500 persen menjadi Rp 257,73 miliar. Hal ini membuat kagum kalangan perbankan nasional. Ia pun dijuluki sebagai The Magic Man of Bank Marketing. Dua tahun kemudian, pada 1989, bank ini melakukan merger dengan Bank Umum Asia dan semenjak saat itu lahirlah Lippobank. Inilah cikal bakal Grup Lippo. Saat ini Group Lippo memiliki lima cabang bisnis yakni :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in 9pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 18pt; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 37.5pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="color: #666666;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">1.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">       </span></span></span><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;">Jasa keuangan : perbankan, reksadana, asuransi, manajemen asset,sekuritas</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in 9pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 18pt; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 37.5pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="color: #666666;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">2.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">       </span></span></span><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Property dan urban development : kota satelit terpadu, perumahan, kondominium, pusat hiburan dan perbelanjaan, perkantoran dan kawasan industri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in 9pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 18pt; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 37.5pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="color: #666666;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">3.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">       </span></span></span><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;">Pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan prasarana komunikasi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in 9pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 18pt; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 37.5pt;"><span style="color: #666666;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: small;">4.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">       </span></span></span></span><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.<br style="mso-special-character: line-break;" /><br style="mso-special-character: line-break;" /></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background: white; margin: 9pt 0in 9pt 37.5pt; text-indent: -19.5pt; line-height: 18pt; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 37.5pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="color: #666666;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">5.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">       </span></span></span><span style="color: #666666;"><span style="font-size: small;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Sumber : http://jundul.wordpress.com/2008/11/22/mochtar-riady-bankir-tersukses-indonesia</span></span></em></strong></p>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/mochtar-riady-bankir-terkenal-tersukses/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sukses Pendiri KFC</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/kisah-sukses-pendiri-kfc/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/kisah-sukses-pendiri-kfc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 05:15:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah Sukses Pendiri KFC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Inilah kisah kegigihan Kolonel Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Inilah kisah kegigihan Kolonel Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri waralaba makanan siap saji di dunia.</p>
<p style="text-align: left;">Sosok Kolonel Sanders, bahkan kini menjadi simbol dari semangat kewirausahaan. Dia lahir pada 9 September 1890 di Henryville, Indiana, namun baru mulai aktif dalam mewaralabakan bisnis ayamnya di usia 65 tahun. Di usia 6 tahun, ayahnya meninggal dan Ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga Harland muda harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Di masa ini dia sudah mulai menunjukkan kebolehannya.</p>
<p style="text-align: left;">Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya didekat pertanian dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya kembali menikah, sehingga ia meninggalkan rumah tempat tinggalnya untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian di daerah Greenwood, Indiana. Selepas itu, ia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun.</p>
<p style="text-align: left;">Pertama, sebagai tukang parkir di usia 15 tahun di New Albany, Indiana dan kemudian menjadi tentara yang dikirim selama 6 bulan ke Kuba. Setelah itu ia menjadi petugas pemadam kebakaran, belajar ilmu hukum melalui korespondensi, praktik dalam pengadilan, asuransi, operator kapal feri, penjual ban, dan operator bengkel.<br />
Di usia 40 tahun, Kolonel ini mulai memasak untuk orang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin. Kolonel Sanders belum punya restoran pada saat itu. Ia menyajikan makanannya di ruang makan di bengkel tersebut. Karena semakin banyak orang yang datang ke tempatnya untuk makan, akhirnya ia pindah ke seberang jalan dekat penginapan dan restoran bisa menampung 142 orang.</p>
<p style="text-align: left;">Selama hampir 9 tahun ia menggunakan resep yang dibuatnya dengan teknik dasar memasak hingga saat ini. Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas kontribusinya bagi negara bagian Cuisine. Dan pada tahun 1939, keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines “Adventures in Good Eating.”</p>
<p style="text-align: left;">Di awal tahun 1950 jalan raya baru antar negara bagian direncanakan melewati kota Corbin. Melihat akan berakhir bisnisnya, Kolonel ini akhirnya menutup restorannya. Setelah membayar sejumlah uang, ia mendapatkan tunjangan sosial hari tuanya sebesar $105.</p>
<p style="text-align: left;">Dikarenakan memiliki rasa percaya diri kuat akan kualitas ayam gorengnya, Kolonel membuka usaha waralaba yang dimulai tahun 1952. Ia pergi jauh menyeberangi negara bagian ini dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang terlihat bagus, ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran dari setiap ayam yang laku terjual.</p>
<p style="text-align: left;">Pada 1964, Kolonel Sanders sudah memiliki lebih dari 600 outlet waralaba untuk ayam gorengnya di seluruh Amerika dan Kanada. Pada tahun itu juga ia menjual bunga dari pembayarannya untuk perusahaan Amerika sebanyak 2 juta dolar kepada sejumlah grup investor termasuk John Y Brown Jr, (kelak menjadi Gubernur Kentucky). Pada tahun 1976, sebuah survey independen menempatkan Kolonel Sanders sebagai peringkat kedua dari deretan selebriti yang terkenal di dunia.</p>
<p style="text-align: left;">Di bawah pemilik baru, perusahaan Kentucky Fried Chicken tumbuh pesat yang kemudian menjadi perusahaan terbuka pada 17 Maret 1966, dan terdaftar pada New York Stock Exchange pada 16 Januari 1969. Lebih dari 3.500 waralaba dan restoran yang dimiliki perusahaan ini beroperasi hampir di seluruh dunia. Kentucky Fried Chicken menjadi anak perusahaan dari RJ Reynolds Industries, Inc. (sekarang RJR Nabisco, Inc.), semenjak Heublein Inc. diakuisisi oleh Reynolds pada tahun 1982. KFC diakuisisi pada Oktober 1986 dari RJR Nabisco Inc oleh PepsiCo Inc, seharga kurang lebih 840 juta dolar.</p>
<p style="text-align: left;">Pada Januari 1997, PepsiCo, Inc mengumumkan spin-off restoran cepat sajinya — KFC, Taco Bell dan Pizza Hut – menjadi perusahaan restoran independen, Tricon Global Restorans Inc. Pada Mei 2002, perusahaan ini mengumumkan persetujuan pemilik saham untuk merubah nama perusahaan menjadi Yum! Brands Inc. Perusahaan, yang dimiliki oleh A&amp;W All-American Food Restorans, KFC, Long John Silvers, Pizza Hut dan Taco Bell restorans, adalah perusahaan restoran terbesar di dunia dalam kategori unit system dengan jumlah mendekati 32,500 di lebih dari 100 negara dan wilayah.</p>
<p style="text-align: left;">KFC berkembang pesat. Kini, lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel ini dinikmati setiap tahunnya, bukan hanya di Amerika Utara, bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. Tapi Kolonel Sanders tidak lagi bisa menyaksikannya. Pada 1980, di usia 90 tahun, ia terserang leukemia. Ia meninggal seusai melakukan perjalanan 250.000 mil dalam satu tahun kunjungannya ke restoran KFC di seluruh dunia.<br />
“Impian meraih sukses tidak harus di masa kecil. Impian bisa juga di saat usia senja.” Kolonel Sanders, pendiri KFC<br />
<strong>(RAS/kn)|</strong></p>
<p style="text-align: left;">sumber : http://www.karir-up.com/2008/02/kisah-sukses-pendiri-kfc/</p>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/kisah-sukses-pendiri-kfc/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Sukses Honda : Montir Tangguh Menjadi Bos Industri Mobil Jepang</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/kisah-sukses-honda-montir-tangguh-menjadi-bos-industri-mobil-jepang/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/kisah-sukses-honda-montir-tangguh-menjadi-bos-industri-mobil-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 09:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah Sukses Honda : Montir Tangguh Menjadi Bos Industr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[
Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.

Ayahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: center;" align="center"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: left;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: left;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;"><br />
Ayahnya bernama Gihei Honda seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda, sedangkan ibunya bernama Mika, Soichiro anak sulung dari sembilan bersaudara, namun hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan juga akibat lingkungan yang kumuh.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Walaupun Gihei Honda miskin, namun ia suka pembaharuan. Ketika muncul pipa sigaret modal Barat, ia tidak ragu-ragu mengganti pipa cigaret tradisionalnya yang bengkok, tidak peduli para tetangganya menganggapnya aneh. Rupanya sifat itu dan juga keterampilannya menangani mesin menurun pada anak sulungnya.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Sebelum masuk sekolah pun Soichiro sudah senang, membantu ayahnya di bengkel besi. Ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar dengum mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari desanya.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Di sekolah prestasinya rendah. Honda mengaku ulangan-ulangannya buruk. Ia tidak suka membaca, sedangkan mengarang dirasakannya sangat sulit. Tidak jarang ia bolos. “Sampai sekarang pun saya lebih efisien belajar dari TV daripada dari membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel di otak,” katanya.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, namun dalam kelas-kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda seperti baterai, timbangan, tabung reaksi dan mesin. Dengan mudah Soichiro menangkap keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Beberapa waktu sebelum itu, untuk pertama kalinya Soichiro melihat mobil. “Ketika itu saya lupa segalanya. Saya kejar mobil itu dan berhasil bergayut sebentar di belakangnya. Ketika mobil itu berhenti, pelumas menetes ke tanah. Saya cium tanah yang dibasahinya. Barangkali kelakuan saya persis seperti anjing. Lalu pelumas itu saya usapkan ke tangan dan lengan. Mungkin pada saat itulah di dalam hati saya timbul keinginan untuk kelak membuat mobil sendiri. Sejak saat itu kadang-kadang ada mobil datang ke kampung kami. Setiap kali mendengar deru mobil, saya berlari ke jalan, tidak peduli pada saat itu saya sedang menggendong adik.”</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Soichiro hanya mengalami duduk di bangku sekolah selama sepuluh tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah menengah itu ia pulang ke rumah ayahnya. Gihei Honda sudah beralih dari pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki majalah <em><span style="font-family: Arial;">The World of Wheels</span></em> yang dibaca Soichiro dengan penuh minat.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Di majalah itu sebuah bengkel mobil dari Tokyo memasang iklan mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun ayahnya khawatir, namun Soichiro diantar juga ke kota besar itu. Honda hampir tidak percaya pada telinganya Honda merasa saat menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapinya seumur hidupnya. Di masa-masa setelah itu ia sudah tidak takut lagi menghadapi rintangan apa pun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi kacung.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang, Cuma mendapat keuntungan sedikit sekali tahun pertama itu. Tetapi Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan untuk menabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu mengumpulkan sampai 1.000 yen.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Selama hidupnya Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hal paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil di Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India. Pada umur 25 tahun ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Perusahaan juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut orang-orang muda untuk memberi “darah baru” dan gagasan segar. Ketika Honda mengundurkan diri tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali pada tahun 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi pekerja-pekerja dan adik Honda di Pihak lain. Tetapi sebagai layaknya perusahaan di Jepang semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah. </span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;">Sejak tahun 1973 Honda pindah ke pasaran kendaraan beroda empat untuk bisa tetap mengembangkan jumlah penghasilan perusahaan. Stafnya yang pada masa Honda bertambah 10% setiap tahun. Kalau mereka bertambah tua, artinya beban perusahaan akan bertambah berat. </span><span style="color: #333333; font-family: Arial; mso-ansi-language: EN-GB;" lang="EN-GB">Padahal Honda menghadapi persaingan berat di pasaran dalam negeri dan luar negeri. Untuk bisa tetap menciptakan pasaran baru mereka harus selalu mencari teknik yang unik dan efisien serta menjual produk dengan harga bersaing.</span><span style="color: #333333; font-family: Arial;"></span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Namun ketika Honda dan Fujisawa mengundurkan diri pada musim gugur tahun 1973, Honda berkata, “Saya bisa mundur tanpa perasaan khawatir, karena saya yakin perusahaan akan terus maju dengan penuh semangat, menanggulangi pelbagai kesulitan dan luwes, tanpa kehilangan kesegarannya.”</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">“Terus terang saya merasa muda dalam hal mental maupun fisik,” kata Honda. “Saya kira kalian tidak bisa menang dari saya. Namun saya mesti mengakui sekarang saya sering merasa iri hati pada orang muda. Saya diberi tahu bahwa di Amerika pemimpin umum perusahaan berumur 40-an dan perusahaan yang dipimpin orang berusia 60-an tahun sering mengalami stagnasi. Kita sekarang memang memasuki zaman baru yang memerlukan nilai-nilai baru. Walaupun saya dan wakil pemimpin umum merasa kami masih muda, kami kira umur kami sudah lewat untuk memimpin.”</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="color: #333333; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Kalau saya menengok kembali ke belakang, saya lihat bahwa yang saya buat tidak lain daripada kesalahan, serentetan kegagalan dan serentetan sesalan,” kata Honda. “Tetapi saya juga bangga untuk keberhasilan saya. Walaupun saya sering membuat kesalahan dan kegagalan, namun semua itu tidak pernah disebabkan oleh hal sama. Saya tidak pernah mengulangi kesalahan dan saya selalu berusaha sekuat mungkin untuk memperbaiki diri. Dalam hal itu saya berhasil.</span></span></p>
<p style="background: white; line-height: 170%; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">“Ia tetap memegang saham terbesar di perusahaannya. Ketika mengundurkan diri tahun 1973 penghasilannya mendekati 1,7 miliar dolar. Walaupun sudah pensiun omongannya masih didengar. Katanya, masa depan industri Jepang bukan ditentukan oleh untuk cepat, tetapi oleh mutu barang yang kita buat dan pengaruhnya terhadap kepentingan sesama manusia. Kalau kita membuat barang yang menyebabkan banyak polusi kemungkinan kita akan untung, tetapi hanya sebentar, sesudah itu bangkrut. Kami di perusahaan Honda sering bergurau: Enak juga ada perusahaan-perusahaan besar yang kerjanya hanya memikirkan untung besar saja. Akibatnya perusahaan kecil seperti Honda mendapat kesempatan untuk membuat barang yang baik. </span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Tahoma;">Sumber : myhesti.gresikmall.com</span></em></span></p>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/kisah-sukses-honda-montir-tangguh-menjadi-bos-industri-mobil-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Terlalu Percaya Diri, Agak Sombong &#038; Ambisius, Merasa  Lebih Hebat Dari Orang Lain</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/terlalu-percaya-diri-agak-sombong-ambisius-merasa-lebih-hebat-dari-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/terlalu-percaya-diri-agak-sombong-ambisius-merasa-lebih-hebat-dari-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 05:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Agak Sombong &amp; Ambisius]]></category>

		<category><![CDATA[Merasa  Lebih Hebat Dari Orang Lain]]></category>

		<category><![CDATA[Terlalu Percaya Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Percaya pada diri sendiri tentu saja hal yang terbaik yang harus kita miliki, setiap orang memiliki kemampuan yang diyakininya menjadi yang terbaik pada dirinya sendiri, namun kekurangan yang sangat banyak ditemui pada para executive justru “Terlalu Percaya Diri”. Ini terjadi apabila kita merasa lebih baik dari apa yang bisa kita lakukan maka hal inilah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Percaya pada diri sendiri tentu saja hal yang terbaik yang harus kita miliki, setiap orang memiliki kemampuan yang diyakininya menjadi yang terbaik pada dirinya sendiri, namun kekurangan yang sangat banyak ditemui pada para executive justru “Terlalu Percaya Diri”. Ini terjadi apabila kita merasa lebih baik dari apa yang bisa kita lakukan maka hal inilah yang disebut “Over Confidence” atau “Terlalu Pede” yang seringkali akhirnya menyebabkan kita justru kehilangan kepercayaan dari orang lain sehingga menjadi bumerang bagi kita terlebih lagi bila kita kehilangan kepercayaan dari para pelanggan atau atasan kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Dalam sebuah meeting Andika, salah seorang rekan saya yang bekerja pada sebuah perusahaan manufacturing di bagian Pemasaran, mencetuskan suatu metode promosi untuk mengatasi persaingan pasar yang sedang terjadi. Metode tersebut belum pernah dicoba sebelumnya namun Andika begitu yakin bahwa metode nya akan 100% berhasil. Andika tidak menyangka beberapa faktor pendukung mengalami perubahan sehingga ketika dilaksanakan metode anda gagal. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Nah seharusnya kita melakukan ‘test’ terlebih dahulu sehingga apabila terjadi perubahan kita sudah bisa mengantisipasinya dan pada skala yang sebenarnya kita sudah mengantungi sedikit pengalaman pada saat test. Melakukan percobaan terhadap suatu metode bukan berarti kita takut atau ragu-ragu terhadap ide atau metode yang kita cetuskan namun adalah suatu bentuk kehati-hatian, hal ini perlu dilakukan apabila jangkauan pekerjaan memang terlalu luas dan resikonya cukup besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Seorang perenang atau pebulutangkis nasional sangat yakin bisa mengalahkan saingan-saingannya dalam sebuah pertandingan karena merasa tehnik yang dikuasainya sudah melebihi para pesaingnya, pada saat pertandingan ternyata dukungan penonton berpihak kepada lawan sehingga menambah semangat lawan dan akhirnya dia terpengaruh dan kalah</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Rasa percaya diri yang berlebihan sering kali membuat kita kehilangan kewaspadaan dan akhirnya berujung pada kekalahan atau kegagalan, rasa percaya diri yang berlebihan juga mendorong kita menjadi ambisius yaitu ingin meraih kedudukan tinggi tanpa mencek terlebih dahulu kemampuan yang dimiliki atau tanpa melalui proses yang wajar, kita selalu merasa lebih baik dari orang lain padahal tanpa kita sadari setiap orang bisa berubah setiap saat dan menjadi lebih baik dari kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Oleh karenanya anda dianjurkan mencek beberapa hal berikut ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">CHECK YOUR PERFORMANCE PERIODICALLY!!</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">PERIKSA PERFORMANCE ANDA SETIAP BULAN, TRIWULAN ATAU SEMESTER</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Apakah anda memiliki prestasi atau pencapaian tertentu yang bisa diukur dengan angka-angka? Ini akan membuat anda sadar akan kemajuan atau kemunduran yang anda capai pada hal-hal tertentu. Misalnya bila anda seorang professional dibidang pemasaran dan penjualan anda bisa mengukur hasil anda dari angka-angka penjualan atau statistik pemasaran lainnya. Dari angka-angka ini anda juga bisa membandingkan hasil yang anda capai dengan kompetitor anda dan mencari sebab-sebabnya bila anda mengalami kegagalan baik program maupun hasil akhir anda. Hal ini penting karena pengalaman adalah guru yang terbaik dan anda justru belajar lebih banyak dari kegagalan daripada kesuksesan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">‘TEST’ FIRST</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>SELALU LAKUKAN TEST PADA PROGRAM ANDA SEBELUM DILAKUKAN DALAM SKALA BESAR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Test memberikan kesempatan bagi anda untuk mempelajari bagaimana sebuah metode bila pada akhirnya dilaksanakan, hal-hal apa saja yang mungkin terjadi yang ternyata diluar dugaan sebelumnya dan bagaimana mengantisipasinya bila nanti benar-benar terjadi. Test juga memberikan gambaran kecil dari hal yang lebih besar dan lebih actual sehingga menghilangkan kejutan negatif yang akan dialami oleh anda maupun pimpinan yang akan menerima laporan akhir nanti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Test juga akan meyakinkan semuapihak bahwa anda tidak asal bicara melainkan segala sesuatunya sudah diperhitungkan dengan sebaik-baiknya. Bila ternyata test menunjukan penyimpangan maka proyek yang sesungguhnya bisa dirubah sesuai dengan antisipasi yang dilakukan sehingga menghindari kerugian yang lebih besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">CONSULT YOUR SENIOR!! </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">KONSULTASIKAN HASIL ANDA DENGAN MEREKA YANG LEBIH BERPENGALAMAN ATAU SENIOR</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Meskipun anda sudah yakin bahwa anda benar dan pasti berhasil, rasanya tidak perlu malu bila anda berbicara atau berkonsultasi dengan senior anda apakah mereka atasan ataupun rekan yang sudah pernah mengalami hal yang serupa meskipun tidak persis sama. Hal ini sebaiknya anda lakukan sebelum dan sesudah program dijalankan diskusikan apa yang terjadi dan bagaimana proses pelaksanaan sehingga anda mencapai hasil tertentu. Bila hasil belum baik anda bisa konsultasikan bagaimana memperbaiki dan bila hasil sudah baik anda bisa diskusikan bagaimana meningkatkan yang sudah dicapai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Anda hanya perlu mengingat bahwa setiap orang memiliki keterbatasan termasuk anda dan senior anda juga sehingga anda tidak perlu mendengarkan dan meniru semua yang dikatakan atau diusulkan orang lain namun juga tidak semua masukan pantas untuk ditolak. Gunakan pendapat orang sebagai masukan berharga karena mereka sudah pernah mengalami hal yang sama dengan yang anda lakukan, keputusan akhir tetap ada ditangan anda. Berhasil atau gagalnya anda tetap terletak pada anda 100% namun menutup diri dari pendapat orang lain hanya akan mempersempit wawasan kita sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">AKUI BILA ANDA GAGAL DAN PERBAIKI</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<div style="border-right: medium none; padding-right: 0in; border-top: medium none; padding-left: 0in; padding-bottom: 1pt; border-left: medium none; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1.5pt solid; mso-element: para-border-div;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">“Kegagalan adalah Sukses yang tertunda” demikianlah dikatakan oleh para motivator terkenal namun sebelum anda bisa memperbaiki kegagalan maka anda harus terlebih dahulu mengakui bahwa anda salah dan gagal, bila anda tidak pernah mengakui kegagalan maka artinya anda tidak mau belajar dari pengalaman anda itu sendiri dan kalau kita tidak belajar maka kita tidak akan bertambah baik bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Kata Mutiara:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">“TIDAK ANDA SEORANG JUARAPUN DIDUNIA INI YANG TIDAK PERNAH KALAH DAN TIDAK AKAN ADA KEMENANGAN TANPA KEKALAHAN” (Gunadi Getol)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span lang="IN"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/terlalu-percaya-diri-agak-sombong-ambisius-merasa-lebih-hebat-dari-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Tetapi Tak Memahami</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/mencintai-tetapi-tak-memahami/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/mencintai-tetapi-tak-memahami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 07:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Mencintai Tetapi Tak Memahami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun.Semua tamu yang hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan tamu undangan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="color: #0000ff;">Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu merayakan Ulang Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun.Semua tamu yang hadir ikut dalam suasana bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih saling mencintai meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan tamu undangan yang berharap kelak akan mengalami hal yang sama. Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk pada meja bundar untuk menikmati makanan yang disediakan.</p>
<p>Pada meja kakek dan nenek tersebut telah terhidang masakan ikan kesukaan mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti kebiasaanya sang kakek mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke piring istrinya.</p>
<p>Sang istri terdiam&#8230;.</p>
<p>Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan terbata-bata berucap &#8216; Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama itu aku selalu mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama kalau kita menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang perjalanan hidup yang kita jalani bersama.<br />
Selama lima puluh tahun kau selalu memberikan kasih sayang dan semua yang kau miliki. Selama itu pula kau selalu memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan, sungguh hal itu yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena aku menghormatimu dan tidak ingin membuatmu &#8220;kecewa&#8221;</p>
<p>Sang kakek terpana&#8230;&#8230;</p>
<p><span style="color: blue;">Dengan suara parau dan mata berkaca kakek tersebut berkata &#8216;Lima puluh tahun aku lalui segala rintangan dan kebahagian bersamamu, istriku. Dulu aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi engkau bersedia menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan selalu membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang terbaik yang aku mampu sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap hati.</p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="color: #0000ff;">Bagian yang paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala, oleh karena itu selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin memberikan yang terbaik hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama ini kita hidup bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana tetapi engkau tak mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk membahagiakan dan memberikan yang terbaik bagimu dan anak-anak kita. Istriku, selama ini kita saling mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita tidak saling memahami&#8217;.Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat kepala ikan hanya untuk membahagiakan sang suami.</p>
<p>Betapa kakek harus merelakan bagian kepala ikan yang sangat disukai hanya untuk  membahagiakan sang istri.</p>
<p>Betapa lebih sempurnanya kebahagian mereka andai mereka lebih banyak berkomunikasi agar masing-masing dapat lebih memahami apa yang menjadi keinginan mereka berdua.</p>
<p><span style="color: blue;">Betapa susahnya berkomunikasi bahkan Dengan orang yang paling dekat hanya karena tidak ingin menyakiti satu sama lain&#8230;.</p>
<p></span></span></p>
<p> <br />
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/mencintai-tetapi-tak-memahami/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Egois, Selalu Ingin Menang Sendiri, Tidak Mau Mengalah Atau Memberi Kesempatan Bagi Orang Lain</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/egois-selalu-ingin-menang-sendiri-tidak-mau-mengalah-atau-memberi-kesempatan-bagi-orang-lain/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/egois-selalu-ingin-menang-sendiri-tidak-mau-mengalah-atau-memberi-kesempatan-bagi-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 08:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Egois]]></category>

		<category><![CDATA[Selalu Ingin Menang Sendiri]]></category>

		<category><![CDATA[Tidak Mau Mengalah Atau Memberi Kesempatan Bagi Orang L]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ego berasal dari bahasa Latin yang artinya “Diri Sendiri” dalam arti yang luas adalah “Kepentingan Diri Sendiri”, setiap orang selalu ingin melindungi kepentingannya sendiri namun orang yang egois membela kepentingannya sendiri secara berlebihan tanpa memikirkan bahwa orang lain juga memiliki kepentingan yang sama sehingga akhirnya merugikan orang lain.
Pada sebuah loket orang-orang berkerumun saling berebut ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Ego berasal dari bahasa Latin yang artinya “Diri Sendiri” dalam arti yang luas adalah “Kepentingan Diri Sendiri”, setiap orang selalu ingin melindungi kepentingannya sendiri namun orang yang egois membela kepentingannya sendiri secara berlebihan tanpa memikirkan bahwa orang lain juga memiliki kepentingan yang sama sehingga akhirnya merugikan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Pada sebuah loket orang-orang berkerumun saling berebut ingin mendapatkan tiket, masing-masing takut kehabisan dan ingin mendapatkan tempat terlebih dahulu. Pemandangan ini umum terjadi di berbagai tempat di Indonesia, pada tiket Pesawat, tiket Kereta Api, tiket BLT (Bantuan Tunai Langsung), tiket Raskin, dan bahkan untuk menonton bioskop orang tetap berebut tiket. Karena berebutan tersebut seorang tua terjatuh karena terdorong-dorong dan akhirnya terluka.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Apa yang terjadi menggambarkan bagaimana orang dalam keadaan tertentu mudah melupakan kepentingan orang lain dan lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Ditempat kerja anda suatu saat anda berdebat dalam sebuah meeting dan beberapa orang saling mengeluarkan ide untuk solusi suatu permasalahan, masing-masing memandangnya dari sudut yang berbeda, atasan memandang dari kepentingan atau sudut budget perusahaan dan anda mungkin memandang dari sudut kepentingan pelanggan serta melindungi nama baik perusahaan maka atasan cenderung mengambil jalan dengan biaya terendah sedang anda dan kawan-kawan lainnya cenderung mengambil jalan lain meskipun biayanya lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Apabila anda dan atasan tidak mau saling mengalah masing-masing mempertahankan idenya sendiri-sendiri maka biasanya akan ada salah satu pihak yang merasa “dikalahkan” kadang-kadang kita begitu takut mengalah hanya karena ingin melindungi “muka” kita didepan orang lain dan karena ingin menjadi yang terhebat serta disebut sebagai ‘pencetus ide’ atau lainnya padahal didalam hati kita menyadari bahwa ide orang lain lebih baik. Lebih celaka lagi kita sering tidak mau mengalah dengan sengaja karena ingin menutup jalan bagi orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Namun apabila kedua pihak berusaha saling mendengarkan dan kemudian mencari jalan yang terbaik mungkin ditemukan solusi yang terbaik dan masing-masing pihak merasa “dimenangkan” dan terjalin rasa saling menghargai dan dihargai, rasa saling diakui dan mengakui. Dengan demikian dimasa mendatang banyak kesempatan akan terbuka karena <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>setiap pihak baik atasan, anda, pelanggan dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kasus tersebut akan lebih membuka diri untuk bekerjasama dikemudian harinya untuk sebuah alasan yaitu kerjasama yang saling menguntungkan bukan saja secara materi namun juga secara immateri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Tanpa kita sadari sesungguhnya dengan bersikap egois kita justru menutup peluang bagi diri kita dan orang lain untuk bekerjasama dan menemukan hal-hal baru yang lebih menguntungkan bersama-sama<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>dan dengan bersikap ‘Assertive atau Seimbang’ maka kita membuka kesempatan lebih besar dan banyak kedepan untuk bekerjasama dan menemukan hal-hal baru yang lebih membanggakan dan menguntungkan semua pihak.</span></p>
<div style="border-right: medium none; padding-right: 0in; border-top: medium none; padding-left: 0in; padding-bottom: 1pt; border-left: medium none; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1.5pt solid; mso-element: para-border-div;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"> </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN">Kata Mutiara:</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">“MEREKA YANG EGOIS MENUTUP KESEMPATAN DAN MEREKA YANG ASSERTIVE MEMBUKA KESEMPATAN UNTUK BEKERJASAMA DAN MENEMUKAN HAL-HAL BARU BERSAMA-SAMA”. </span></span></strong></p>
<div style="border-right: medium none; padding-right: 0in; border-top: medium none; padding-left: 0in; padding-bottom: 1pt; border-left: medium none; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1.5pt solid; mso-element: para-border-div;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: " lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Check List anda:</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">APAKAH ANDA TERGOLONG ORANG ‘EGOIS’</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">1.</span><span style="font: 7pt ">   </span></span></span><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">Apakah anda memarkir mobil anda tanpa mempedulikan garis atau marka parkir?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">2.</span><span style="font: 7pt ">   </span></span></span><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">Apakah anda membunyikan radio/tv/tape dengan suara keras tanpa peduli apakah orang lain suka atau tidak?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">3.</span><span style="font: 7pt ">   </span></span></span><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">Apakah anda berdebat sambil marah-marah atau mengancam atau menantang lawan bicara anda?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">4.</span><span style="font: 7pt ">   </span></span></span><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">Apakah anda duduk ditempat umum sambil menaruh tas anda dibangku sebelah anda dan tidak peduli meskipun banyak orang lain belum kebagian tempat duduk?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">5.</span><span style="font: 7pt ">   </span></span></span><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">Apakah anda membuang sampah sembarangan dijalan dari dalam mobil anda?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: " lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">6.</span><span style="font: 7pt ">   </span></span></span><span style="font-family: " lang="IN"><span style="font-size: small;">Apakah anda minum ditempat banyak orang berkerumun pada bulan puasa?</span></span></p>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/egois-selalu-ingin-menang-sendiri-tidak-mau-mengalah-atau-memberi-kesempatan-bagi-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang Gerobak Jadi Pengusaha Burger</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/pedagang-gerobak-jadi-pengusaha-burger/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/pedagang-gerobak-jadi-pengusaha-burger/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 07:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Pedagang Gerobak Jadi Pengusaha Burger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Dari Preman Jadi Pengusaha Sukses
Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Kini, ia memiliki 10 pabrik dan 2.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. Segalanya tentu tak mudah diraih. Bahkan, ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta.
 

(Di rumah mungil di kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur, belasan pegawai berkaus merah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Dari Preman Jadi Pengusaha Sukses</strong></div>
<div><strong><em>Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Kini, ia memiliki 10 pabrik dan 2.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. Segalanya tentu tak mudah diraih. Bahkan, ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta.</em></strong></div>
<p><strong> </p>
<p></strong></p>
<p><a href="javascript:realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=10094&amp;imageid=22176','detail_images','516','500');"></a>(Di rumah mungil di kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur, belasan pegawai berkaus merah kuning terlihat sibuk. Roti, daging, sosis, hingga botol-botol saus kemasan bertuliskan Edam Burger disusun rapi dalam wadah-wadah plastik siap edar. Seorang lelaki bercelana pendek berhenti bekerja, lalu keluar menyambut NOVA.</p>
<p>Pembawaannya sederhana, tak ubahnya seperti pegawai lain. Sambil tersenyum hangat, ia pun memperkenalkan diri. &#8220;Aduh maaf, ya, saya tidak terbiasa rapi, hanya pakai oblong dan celana pendek,&#8221; tutur Made Ngurah Bagiana, sang pemilik Edam Burger. Beberapa saat kemudian, Made bercerita.)</p>
<p>Terus terang, saya suka malu dibilang pengusaha sukses yang punya banyak pabrik dan outlet. Bukan tidak mensyukuri, tapi saya hanya tak mau dicap sombong. Saya mengawali semua usaha ini dengan niat sederhana: bertahan hidup. Makanya, sampai sekarang saya ingin tetap menjadi orang yang sederhana. Sesederhana masa kecil saya di Singaraja, Bali.<br />
 <br />
Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. Sejak kecil, saya terbiasa ditempa bekerja keras. Malah kalau dipikir-pikir, sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Bayangkan, tiap pergi ke sekolah, tak pernah saya diberi uang jajan. Kalau mau punya uang, ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang, saya potong-potong, lalu dijual ke pasar.</p>
<p>Menjelang hari raya, saya pun tak pernah mendapat jatah baju baru. Biasanya, beberapa bulan sebelumnya saya memelihara anak ayam. Kalau sudah cukup besar, saya jual. Uangnya untuk beli baju baru. Lalu, sekitar usia 10 tahun, saya harus bisa memasak sendiri. Jadi, kalau mau makan, Ibu cukup memberi segenggam beras dan lauk mentah untuk saya olah sendiri.</p>
<p><strong><a href="javascript:realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=10094&amp;imageid=22177','detail_images','516','500');"></a>PENSIUN JADI PREMAN</strong></p>
<div>Begitulah, hidup saya bergulir hingga menamatkan STM bangunan tahun 1975. Bosan di Bali, saya pun merantau ke Jakarta tanpa tujuan. Saya menumpang di kontrakan kakak saya di Utan Kayu. Untuk mengisi perut, saya sempat menjadi tukang cuci pakaian, kuli bangunan, dan kondektur bis PPD.</div>
<p>Kerasnya kehidupan Jakarta, tak urung menjebloskan saya pada kehidupan preman. Bermodal rambut gondrong dan tampang sangar, ada-ada saja ulah yang saya perbuat. Paling sering kalau naik bis kota tidak bayar, tapi minta uang kembalian. (Sambil berkisah, Made terbahak tiap mengingat pengalaman masa lalunya. Berulang kali ia menggeleng, lalu membenarkan letak kacamatanya).</p>
<p>Toh, akhirnya saya pensiun jadi preman. Gantinya, saya berjualan telur. Saya beli satu peti telur di pasar, lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ternyata, usaha saya mandeg. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang, masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya menjalani rute Kampung Melayu - Pulogadung - Cililitan.</p>
<p>Tahun 1985, saya pulang ke kampung halaman. Pada 25 Desember tahun itu, saya menikah dengan perempuan sedaerah, Made Arsani Dewi. Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta, kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. Awalnya berjalan lancar, tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an, saya pun jatuh bangkrut. Kerugian makin membengkak. Saya harus menjual rumah dan mobil. Lalu, saya hidup mengontrak.</p>
<p><strong>NYARIS TERSAMBAR PETIR</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<div>Titik cerah muncul di tahun 1990. Saya pindah ke Perumnas Klender. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekad meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor.</div>
<p><a href="javascript:realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=10094&amp;imageid=22178','detail_images','516','500');"></a>Bahan-bahan pembuatan burger, seperti roti, sayur, daging, saus, dan mentega, saya ecer di berbagai tempat. Dibantu seorang teman, saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. Burger dagangannya saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah.</p>
<p>Banyak suka dan duka yang saya alami. Susahnya kalau hujan turun, saya tak bisa jalan. Roti tak laku, Akhirnya, ya, dimakan sendiri. Masih untung karena istri saya bekerja, setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Pernah juga gara-gara hujan, saya nyaris disambar petir. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah. Rasanya miris sekali.</p>
<p>Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri, padahal seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp 1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah.</p>
<p>Untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Sungguh luar biasa, upaya saya berhasil. Dalam dua tahun, gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.</p>
<p>Tak berhenti sampai di situ, tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Seminggu berkutat di dapur, hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. (Kisah ini diambil dari berbagai sumber)<br />
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/pedagang-gerobak-jadi-pengusaha-burger/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KURANG PERCAYA DIRI, KURANG BISA MENGAMBIL KEPUTUSAN DAN SUKA MENYERAH SEBELUM MENCOBA (The miracle of Having Self Confidence)</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/kurang-percaya-diri-kurang-bisa-mengambil-keputusan-dan-suka-menyerah-sebelum-mencoba-the-miracle-of-having-self-confidence/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/kurang-percaya-diri-kurang-bisa-mengambil-keputusan-dan-suka-menyerah-sebelum-mencoba-the-miracle-of-having-self-confidence/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 04:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[KURANG BISA MENGAMBIL KEPUTUSAN DAN SUKA MENYERAH SEBEL]]></category>

		<category><![CDATA[KURANG PERCAYA DIRI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[“Saya sering merasa ragu-ragu mengerjakan sesuatu, bahkan untuk menelpon seseorang yang kurang saya kenal saja sudah ragu-ragu apalagi kalau kedudukan beliau itu tinggi, atau untuk masuk kekamar Boss juga sudah takut, banyak pertanyaan dibenak saya apakah pantas hal yang akan saya bicarakan? akhirnya saya batalkan apakah saya kurang percaya diri dan bagaimana caranya meningkatkan kepercayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">“Saya sering merasa ragu-ragu mengerjakan sesuatu, bahkan untuk menelpon seseorang yang kurang saya kenal saja sudah ragu-ragu apalagi kalau kedudukan beliau itu tinggi, atau untuk masuk kekamar Boss juga sudah takut, banyak pertanyaan dibenak saya apakah pantas hal yang akan saya bicarakan? akhirnya saya batalkan apakah saya kurang percaya diri dan bagaimana caranya meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri?”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">“SELF CONFIDENCE” atau “PERCAYA DIRI” adalah sebuah perasaan atau keyakinan akan kemampuan diri sendiri, bahwa kita akan mampu menyelesaikan sebuah pekerjaan karena kita memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk itu. Namun tidak dapat disangkal pula bahwa sering kali pada hal-hal yang sulit kita terbentur pada berbagai resiko sehingga kita sering merasa ragu-ragu. Misalnya saja anda berpikir bahwa untuk hal-hal yang tidak terlalu penting anda merasa tidak perlu melapor kepada atasan dan ingin mengatasinya sendiri, tetapi bagaimana nanti jika ternyata hal tersebut menjadi besar bukankah anda akan disalahkan? Nah sering kali kita merasa ragu-ragu mengambil suatu keputusan bukan. Hal ini pun wajar karena sebagai manusia kita tetap memiliki keterbatasan dan kita juga perlu memilih dari sekian cara atau metode yang mungkin dapat kita pakai manakah yang lebih effektif dan effisien? Dan apa saja resikonya yang mungkin akan kita hadapi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">NAH UNTUK MENGHILANGKAN KERAGU-RAGUAN ITU DAN SEKALIGUS MENINGKATKAN KEPERCAYAAN AND PADA DIRI SENDIRI , COBALAH ANDA SIMAK BEBERAPA TIP’S DIBAWAH INI!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 16pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Agency FB&quot;;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">CHECK OUT A FEW THINGS BELOW!!</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">APAKAH ANDA PUNYA TUJUAN?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Apapun yang anda lakukan sebaiknya anda sudah memikirkan apa sesungguhnya yang ingin anda capai? Tujuan ini akan mendorong anda untuk bertindak dan sekaligus menghilangkan ke-ragu2an anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Suatu saat anda dikejar anjing gila, maka reaksi spontan anda mungkin lari secepat mungkin, tujuan anda adalah “menyelamatkan diri” dan anda tidak akan menghemat tenaga lagi bukan bahkan parit lebar yang dalam keadaan biasa tidak akan anda lompati dalam keadaan darurat seperti itu ternyata mampu anda lompati! Mengapa? Karena sesungguhnya anda tentu tidak akan ragu-ragu menyelamatkan diri anda bukan!</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Demikian pula sebenarnya yang terjadi dalam pekerjaan kita pada saat tujuan kita pasti maka anda tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengerahkan seluruh kemampuan anda untuk menyelesaikan pekerjaan dan mencapai tujuan anda! Jadikanlah Tujuan ini sebagai suatu sasaran akhir anda yang harus anda capai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Setelah menentukan tujuan anda, buatlah “KOMITMEN” anda</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Memiliki tujuan saja masih belum cukup, anda masih membutuhkan satu hal lagi yaitu “KOMITMEN” anda, komitmen ini adalah “TEKAD” anda bahwa apapun yang harus anda korbankan anda tetap akan lakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">APA SUMBER DAYA YANG ANDA MILIKI?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Segalanya didunia ini membutuhkan pengorbanan materi maupun non materi , ini bisa berupa biaya, waktu, tenaga, tempat, pengalaman, keterampilan. Setiap sumber daya yang anda miliki sekecil apapun itu akan sangat berharga dan masing-masing memiliki peran didalam pencapaian tujuan anda karena itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Banyak anak muda sekarang dari desa ingin kekota untuk mencari pengalaman dan bahkan karena tergiur karena teman-teman mereka yang sudah sukses dikota, akan tetapi rasa keragu-raguan setiap pemuda desa pasti ada pada saat mereka memutuskan berangkat kekota, ini disebabkan karena pemuda-pemuda tersebut tidak memiliki pengalaman, biaya, keterampilan tertentu, yang mereka miliki mungkin hanyalah waktu dan tenaga</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Jadi sesungguhnya kekurangan berbagai sumber daya inilah yang akan membuat anda ragu-ragu dan kurang percaya diri, dan ini bukan hanya materi namun juga hal-hal yang bersifat non materi. Untuk meningkatkan kepercayaan diri anda maka anda harus berusaha melengkapi sumberdaya yang anda miliki, mungkin anda perlu belajar, mungkin juga anda perlu menabung dan mungkin anda perlu waktu tambahan untuk hal itu dan lain sebagainya. Kepercayaan pada diri sendiri juga dibangun melalui hal-hal kecil yang secara bertahap berhasil anda lakukan karena hal itu akan memotivasi anda untuk mencapai hal-hal yang lebih besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">APA CARA ATAU METODE TERBAIK UNTUK MENCAPAI TUJUAN?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Memiliki tujuan, komitmen dan semua sumber daya saja tidaklah cukup untuk mencapai tujuan anda, anda harus punya “Cara” yaitu bagaimana anda akan menggunakan setiap sumber daya yang anda miliki untuk mencapai tujuan anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Beberapa rekan saya di PT Medal Queenindo Bandung bekerja dibagian penjualan dan mereka membuat target yang spektakuler dengan iming-iming tour ke Beijing apabila target selama bulan Juli-Desember 2008 tercapai, merekapun setuju dengan angka target tersebut namun setelah saya tanyakan apakah mereka sudah mempunyai cara untuk mencapai targetnya ternyata jawabannya ‘belum’ nah bagaimana mungkin target yang spektakuler bisa tercapai apabila kita tidak melakukan perubahan atau terobosan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Jelas sekali bahwa ‘Target’ atau ‘Tujuan’ anda bukanlah sekedar keinginan, untuk menjadi kenyataan keinginan itu harus disertai dengan kemauan yang keras untuk melaksanakan apapun pengorbanannya dan untuk itu kita harus mencurahkan seluruh kemampuan dan kreativitas kita, menemukan metode baru atau cara yang lebih menarik pelanggan, effektif dan effisien untuk mencapai ‘target’ yang ditetapkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">SIAPA YANG MENDUKUNG ANDA?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Manusia adalah mahluk sosial yang hidup berkelompok dan setiap dari kita minimum membutuhkan dukungan dari kelompok kita misalnya “keluarga” atau bahkan cukup dari seorang teman. Hal ini memberitahukan kepada kita agar tidak usah malu mencari dukungan dari orang terdekat atas apa yang anda putuskan, hal ini tidak berarti bahwa kita lemah karena harus didukung oleh orang lain akan tetapi ini adalah sesuatu yang wajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Suatu saat anda ditantang melakukan tugas baru dan anda merasa kurang percaya akan kemampuan anda, namun atasan anda mendesak bahwa anda tidak perlu ragu-ragu karena menurut dia andalah orang yang paling mampu untuk melaksanakan tugas itu. Bahkan orang lain mungkin berpikir dia lebih mampu namun atasan anda tetap berpendapat anda yang lebih mampu, apa yang akan anda lakukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Dukungan atasan atau orang-orang terdekat yang kita percaya sangatlah penting dan besar perannya memotivasi kita melakukan sesuatu yang baru. Carilah orang yang bisa mendukung anda, yakinlah orang tersebut pasti ada dia adalah orang terdekat dalam hidup anda mungkin istri, anak, orang tua, bahkan mungkin orang lain atau teman anda, atasan atau bahkan bawahan anda. Kemudian bayangkan juga betapa kecewanya orang yang sudah percaya bahwa anda mampu apabila pada akhirnya anda melepaskan suatu kesempatan yang sudah diberikan kepada anda.</span></p>
<div style="border-right: medium none; padding-right: 0in; border-top: medium none; padding-left: 0in; padding-bottom: 1pt; border-left: medium none; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1.5pt solid; mso-element: para-border-div;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Nah kalau anda sudah memiliki tujuan yang jelas, sumberdaya dan dukungan yang dibutuhkan dan tahu bagaimana cara memanfaatkan semua itu maka anda sudah tidak perlu ragu-ragu bukan, lakukan dengan penuh ‘percaya diri’ anda pasti BERHASIL!!</span></em></strong></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">BEBERAPA CONTOH KEPUTUSAN SULIT:</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Tujuan tujuan yang lebih besar akan membutuhkan pertimbangan yang lebih matang pula misalnya:</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">1.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">      </span></span></span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Anda akan berinvestasi pada suatu bidang baru maka anda biasanya akan melakukan survey baik lapangan maupun ‘desk survey’, tentu karen anda ingin menghindari resiko kerugian</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">2.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">      </span></span></span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Anda akan berganti pekerjaa, dimana pekerjaan baru menawarkan income yang lebih tinggi, namun pekerjaan lama sudah anda kuasai benar dan sayang untuk ditinggalkan.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">3.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">      </span></span></span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Anda memilih satu diantara dua orang yang akan anda nikahi dimana masing-masing memiliki daya tarik yang membuat anda bimbang.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">4.<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">      </span></span></span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Anda akan membeli properti dengan pertimbangan sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai investasi masa depan.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Dan lain-lain maka beberapa hal menjadi sangat rumit dan sulit diputuskan begitu saja, namun dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan diatas maka Insyaallah anda bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi anda dan jangan pernah menyesalkan keputusan apapun yang sudah anda ambil karena setiap keputusan tetap mengandung resiko dan ketidakpastian sehingga tidaklah benar kalau anda menyalahkan diri sendiri karena telah mengambil keputusan yang ternya kurang memberikan hasil maksimal karena dengan keputusan yang lain pun bisa saja terjadi kesalahan yang sama.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></em></strong></p>
<div style="border-right: medium none; padding-right: 0in; border-top: medium none; padding-left: 0in; padding-bottom: 1pt; border-left: medium none; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1.5pt solid; mso-element: para-border-div;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; mso-border-bottom-alt: solid windowtext 1.5pt; mso-padding-alt: 0in 0in 1.0pt 0in; padding: 0in;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN"> </span></em></strong></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">Kata Mutiara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;" lang="IN">“ORANG YANG PERCAYA DIRI AKAN BERHASIL DAN ORANG YANG BERHASIL AKAN LEBIH PERCAYA DIRI” (Gunadi Getol)</span></em></strong></p>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/kurang-percaya-diri-kurang-bisa-mengambil-keputusan-dan-suka-menyerah-sebelum-mencoba-the-miracle-of-having-self-confidence/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>WIRAUSAHA VS KARYAWAN   ?</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/wirausaha-vs-karyawan/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/wirausaha-vs-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 06:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[WIRAUSAHA VS KARYAWAN  ?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[ARE YOU AN ENTREPRENEUR?
WIRAUSAHA VS KARYAWAN ?
 
ZAMAN SEKARANG MENCARI PEKERJAAN BUKANLAH HAL YANG MUDAH, SEBAGIAN DARI KITA BERUSAHA MEMBUKA PELUANG USAHA SENDIRI, SEBAGIAN LAGI MENGATAKAN “SAYA TIDAK PUNYA MODAL” DAN MENYERAH ATAU TERUS MENGANGGUR DAN MENJADI BEBAN BAGI ORANG LAIN?
 
BAGAIMANA DENGAN ANDA? 
MARILAH BERBAGI PENGALAMAN ANDA KHUSUSNYA YANG BERHASIL DALAM MEMBUKA PELUANG USAHA, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 18pt; font-family: Magneto;"><span style="font-family: Times New Roman;">ARE<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>YOU AN ENTREPRENEUR?</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 18pt;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">WIRAUSAHA VS KARYAWAN ?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">ZAMAN SEKARANG MENCARI PEKERJAAN BUKANLAH HAL YANG MUDAH, SEBAGIAN DARI KITA BERUSAHA MEMBUKA PELUANG USAHA SENDIRI, SEBAGIAN LAGI MENGATAKAN “SAYA TIDAK PUNYA MODAL” DAN MENYERAH ATAU TERUS MENGANGGUR DAN MENJADI BEBAN BAGI ORANG LAIN?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">BAGAIMANA DENGAN ANDA? </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">MARILAH BERBAGI PENGALAMAN ANDA KHUSUSNYA YANG BERHASIL DALAM MEMBUKA PELUANG USAHA, SEBAGAI WIRAUSAHA<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>MAUPUN SEBAGAI KARYAWAN PROFESSIONAL YANG BEKERJA PADA SEBUAH ORGANISASI USAHA . </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">“Karyawan” adalah seseorang yang dibayar karena “ karyanya” dan karya yang dihasilkan ini harus terlebih dahulu digabung dengan beberapa karya yang lain sehingga menjadi suatu produk atau jasa utuh yang bisa dijual. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Sedangkan “Wirausaha” adalah orang yang berusaha membuka peluang sendiri dengan menjadi otak dari penggabungan karya-karya beberapa orang menjadi suatu produk atau Jasa utuh yang bisa dijual.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Dilihat dari uraian diatas maka karyawan tidak akan ada tanpa munculnya seorang yang secara berani dan cerdik bisa menciptakan sebuah peluang usaha, namun sebaliknya seorang wirausaha tidak akan sukses tanpa bantuan dari para karyawan. Menjadi karyawan mungkin juga suatu jenjang karir sebelum anda berani melangkah menjadi seorang wirausaha sehingga anda tidak perlu berkecil hati bila saat ini anda masih bekerja dan merasa belum cukup mampu untuk membuka usaha sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Banyak diantara para karyawan yang sukses bekerja menjadi executive yang handal dan dibayar sangat tinggi karena ke”piawaian” nya bahkan berpenghasilan lebih tinggi dibandingkan dengan wirausahawan yang kecil-kecilan saja. Merekalah yang sesungguhnya berhasil membuka peluang baru bagi perusahaannya melalui ide-idenya yang cemerlang sehingga perusahaan dapat berexpansi pada bidang-bidang yang sebelumnya tidak dikuasainya. Mereka ini sebenarnya juga sudah menjadi “wirausaha” didalam perusahaan yang sudah dibangun sebelumnya oleh pencetus terdahulu. Dalam kenyataannya para executive sukses ini kemudian juga ikut memiliki perusahaan melalui pembagian saham perusahaan .</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">“KARYAWAN ATAU WIRAUSAHA”? TERNYATA DIBUTUHKAN KWALITAS-KWALITAS YANG SAMA UNTUK MENJADI SUKSES , APAPUN, MANAPUN YANG ANDA PILIH!!</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">CHECK OUT A FEW THINGS BELOW!!</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">KEINGINAN UNTUK BERUBAH (DESIRE TO CHANGE)?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Banyak orang yang terlena pada suatu keadaan dan didalam hatinya tidak pernah terlintas suatu keinginan yang kuat untuk berubah atau tepatnya “merubah” keadaan yang sekarang dialaminya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang yang berumur 60 tahun dan masih mengabdi pada sebuah perusahaan<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>sejak 35 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih menjadi “pengemudi alias supir” teman saya ini jelas adalah seorang yang sangat rajin dan tekun dalam bekerja dan pekerjaan menjadi supir yang ditekuninya selama 35 tahun ini sudah memberikan materi yang cukup bagi keluarganya, namun jelas lah bahwa beliau ini terjebak dalam suatu ketenangan hidup dan selama 35 tahun pula tidak pernah berubah.</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Cobalah lihat teman-teman seangkatan anda dan apakah diantara mereka ada yang jauh lebih maju dari anda? Dan apakah terbersit rasa “iri” didalam hati anda ingin seperti mereka? Bila “ya” maka buatlah rasa iri ini menjadi suatu motivasi yang positif dalam diri anda dan cobalah persiapkan diri anda untuk berubah!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">KEMAMPUAN UNTUK MERUBAH (CAPACITY TO CHANGE)</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Banyak orang yang ingin berubah tapi tidak tahu caranya bagaimana? Untuk melakukan sesuatu yang baru, banyak<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>hal membuat kita bingung harus mulai dari mana dan bagaimana memulainya ?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Salah seorang yang saya kenal dia berumur 45 tahun sekarang dan bekerja sebagai “salesman” pada sebuah perusahaan distribusi di Bandung dan sudah menekuni karirnya ini selama 20 tahun. Waktu yang cukup lama dan dia ingin sekali meningkatkan karirnya bahkan rekannya yang lebih muda sudah naik menjadi Sales Supervisor namun dia selalu dinilai terlalu lemah dan tidak memiliki “drive” atau dorongan untuk berprestasi oleh atasannya.</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Beberapa waktu yang lalu saya menyarankan kepadanya untuk lebih mengevaluasi diri dan mengidentifikasikan beberapa kelemahan yang ada pada dirinya. Ternyata tidak ada kelemahan yang dapat ditemukan selain “caranya berkomunikasi” dia kurang berusaha mengexpresikan dirinya dalam setiap meeting dikantor maupun pertemuan dengan pelanggan sehingga atasannya menilai dia tidak cukup memenuhi syarat. Lalu saya sarankan kepadanya untuk berlatih meningkatkan komunikasinya karena sebagai seorang yang sudah bekerja lebih dari 25 tahun tentu dia sudah beratus kali mengikuti meeting kelompok dan sebagainya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Awal Juni 2008 yang lalu saya menerima sms dari rekan tersebut bahwa dia sudah diangkat menjadi Supervisor Sales dan sangat berterimakasih atas saran-saran saya. (seharusnya dia tidak perlu berterimakasih karena memang sudah memiliki kemampuan untuk berubah)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Banyak diantara kita yang sesungguhnya mampu tetapi tetap tidak berubah karena merasa ragu akan kemampuannya sendiri dan ketakutan akan resiko yang mungkin menyertai perubahan itu sendiri. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">KEBERANIAN UNTUK MERUBAH (BRAVERY TO EXECUTE CHANGE)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Banyak orang yang mampu tapi merasa kurang percaya diri dan bahkan merasa tidak mampu untuk melakukan hal baru, sesungguhnya orang yang seperti ini tidak memiliki keberanian untuk berubah!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span lang="IN"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Saya mengenal seorang yang masih sangat muda mulanya dia bekerja sebagai broker saham yang mengelola dana investor dalam jual beli saham dan commodity, beberapa waktu yang lalu ketika saya bertemu dengan nya dia sudah mulai berinvestasi sendiri dalam jual beli saham dan commodity disamping<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>masih sebagai broker bagi investor lain.</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Rekan kita ini sesungguhnya orang yang berani melangkah dan terus berusaha maju<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>dan dengan keberanian dan kemampuannya untuk melakukan sesuatu yang lain dan baru maka dalam beberapa waktu dia berhasil menempatkan dirinya bukan hanya sebagai broker tetapi sebagai investor. Keberanian ini tentu saja mengandung resiko namun dengan pengalaman dan kemampuan yang sudah dimiliki tentu saja resiko sekecil apapun sudah harus dapat diantisipasi. Kenyataannya sering sekali kita membayangkan resiko yang berlebihan padahal bila kita berani melakukan ternyata resikonya tidak sesulit yang kita bayangkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Kadang-kadang bagi rekan yang bekerja untuk melakukan suatu pekerjaan yang baru kita seolah-oleh merasa rugi karena merasa itu bukan tugas kita dan kita hanya mau mengerjakan apa yang sudah menjadi tugas kita saja. Sikap ini justru menghambat kemajuan kita sendiri karena kita hanya terpaku pada tugas yang sudah rutin dan tidak mencoba sesuatu yang baru atau menerapkan metode yang lebih baik.</span></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: Calibri;"><span style="font-family: Times New Roman;">Dalam sebuah Pelatihan Outbound yang kami lakukan di YPMB, peserta harus melompat untuk menepuk bola yang tergantung setinggi 10 meter, hal ini membutuhkan sebuah “Keberanian” yang luar biasa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></strong></div>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"><img src="http://ww2.indosiar.com/banner/Getol0810.jpg" alt="" width="240" height="320" /><img src="http://ww2.indosiar.com/banner/Getol0809.jpg" alt="" width="240" height="320" /></p>
<div><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">LALU BAGAIMANA ANDA DALAM MENJALANKAN KARIR ANDA ? SEMOGA ANDA MEMILIKI KEINGINAN, KEMAMPUAN DAN KEBERANIAN UNTUK BERUBAH.</span></span></em></strong></div>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><br />
</em></strong></p>
<p></span></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></strong> </em></strong></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><br />
</em></strong></p>
<p><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><br />
</em></strong></p>
</div>
<h3>Most Commented Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/pelanggan-adalah-%e2%80%9craja%e2%80%9d/" title="Pelanggan Adalah “RAJA”">Pelanggan Adalah “RAJA” (6)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/vision-miracle/" title="VISION MIRACLE">VISION MIRACLE (3)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/miracle-management/" title="Miracle Management">Miracle Management (2)</a></li>
<li><a href="http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/" title="LEADERSHIP MIRACLE">LEADERSHIP MIRACLE (2)</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indosiar.com/miracle/wirausaha-vs-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LEADERSHIP MIRACLE</title>
		<link>http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/</link>
		<comments>http://www.indosiar.com/miracle/leadership-miracle/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 08:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heris</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[LEADERSHIP MIRACLE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indosiar.com/miracle/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[ 
(Good Leadership vs BLeadership)
Beberapa rekan saya mendapat julukan “Pemimpin yang baik” namun beberapa lagi mendapat julukan “Pemimpin yang buruk” apakah ini berarti pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sukses membawa perusahaannya menjadi besar? Kenyataannya tidak selalu begitu, bahkan orang-orang yang “keras” gaya kepemimpinannya sehingga sering mendapat julukan “pemimpin yang buruk” justru sering membawa perusahaan menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></strong> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">(Good Leadership vs BLeadership)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Beberapa rekan saya mendapat julukan “Pemimpin yang baik” namun beberapa lagi mendapat julukan “Pemimpin yang buruk” apakah ini berarti pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sukses membawa perusahaannya menjadi besar? Kenyataannya tidak selalu begitu, bahkan orang-orang yang “keras” gaya kepemimpinannya sehingga sering mendapat julukan “pemimpin yang buruk” justru sering membawa perusahaan menjadi sukses</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Apakah Pemimpin yang baik selalu harus “democratic” dan apakah kepemimpinan yang “Authocratic” selalu dicap sebagai Pemimpin yang buruk? Apa hubungan antara “Gaya kepemimpinan” dengan baik atau buruknya suatu kepemimpinan?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN">BAGAIMANA SEBAIKNYA ANDA MENERAPKAN GAYA KEPEMIMPINAN PADA ANAH BUAH SEHARI-HARI? <span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%;" lang="IN">APAKAH “JULUKAN” ANDA ?</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">CHECK OUT BEBERAPA HAL DIBAWAH INI:</span></span></span></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri;" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">1.<span style="font-family: 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN">APA TUGAS-TUGAS YANG HARUS DIKERJAKAN TIM ANDA ?</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Setiap tugas atau pekerjaan harus diidentifikasi atau dijelaskan dengan baik, apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya dengan benar juga harus diantisipasi kesulitan apa yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan tugas serta apa yang harus dilakukan bilamana kesulitan atau hambatan benar-benar terjadi. Demikian juga keterampilan, pengetahuan, wawasan dan alat-alat yang dibutuhkan untuk seseorang melaksanakan tugas dengan baik.</span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri;" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">2.<span style="font-family: 'Times New Roman';">  </span></span></span></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN">BAGAIMANA KEMAMPUAN DAN KESIAPAN ANAH BUAH UNTUK   MENJALANKAN TUGAS YANG DIBERIKAN?</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas adalah “kompetensi” nya dalam pelaksanaan tugas tersebut. Setiap tugas atau pekerjaan menuntut adanya pengetahuan dan keterampilan tertentu. Apabila pengetahuan dapat dipelajari melalui pendidikan tertentu maka skill dibutuhkan pengalaman dilapangan untuk benar-benar mengerjakan atau praktek sehingga pada akhirnya terakumulasi menjadi suatu keterampilan yang dibutuhkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN">Misalnya seorang kepala gudang yang tanggungjawabnya membawahi anakbuahnya untuk penyimpanan, pemasukan, pengeluaran dan pengiriman barang-barang perusahaan maka dia harus menguasai sistim logistic yang baik, mengenal daerah-daerah kemana barang-barang akan dikirim dan menguasai sistim transportasi/expedisi dengan baik. Disamping hal-hal tehnis maka dia juga harus memiliki kepemimpinan, mampu berkomunikasi secara pursuasif dan keterampilan manajemen lainnya. </span></em></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Pengalaman seseorang yang benar-benar pernah melakukan suatu jenis pekerjaan akan sangat membantu pada pekerjaan-pekerjaan yang serupa berikutnya, dia menjadi lebih siap untuk melakukan pekerjaan tersebut dan siap pula menghadapi kemungkinan apapun yang bisa terjadi serta tahu bagaimana mengatasinya.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="ListParagraph" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri;" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">3.<span style="font-family: 'Times New Roman';">  </span></span></span></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN">SESUAIKAN SETIAP TUGAS DENGAN TINGKAT KESIAPAN ANAK  BUAH ANDA </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Menyesuaikan antara tugas yang harus dikerjakan dengan tingkat kesiapan orang yang akan melakukannya adalah hal yang terpenting sekaligus tersulit karena dalam kenyataannya keadaan yang ideal dimana anda memiliki “orang yang tepat untuk suatu pekerjaan (“the right man on the right job”) sulit dipenuhi dan selalu ada kekurangan. Meskipun demikian anda dapat memilih dari opsi-opsi yang anda miliki antara beberapa anak buah dan tugas-tugas yang harus diselesaikan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Misalnya anda punya beberapa calon untuk kepala gudang, masing-masing dengan kekurangan dan kelebihannya</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">“A” baik pada hal-hal tehnis karena menguasai sistim logistic, tahu cara penyimpanan barang yang baik, mengenal tujuan-tujuan pengiriman dan sistim angkutan atau transportasi dan expedisi tetapi kurang memiliki “kepemimpinan dan komunikasinya”<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>dengan orang lain kurang</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">“B” sebalikya kurang menguasai hal-hal tehnis namun sangat baik dalam “kepemimpinan dan komunikasi” nya</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="ListParagraph" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri;" lang="IN"><span style="mso-list: Ignore;">4.<span style="font-family: 'Times New Roman';">  </span></span></span></strong><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN">SESUAIKAN GAYA KEPEMIMPINAN ANDA DENGAN TINGKAT KESIAPAN<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>ORANG YANG ANDA PILIH UNTUK MELAKSANAKAN SUATU TUGAS</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Setelah anda menyesuaikan pilihan orang dengan tugas maka selanjutnya anda juga harus menyesuaikan “Gaya Kepemimpinan” anda dengan orang –orang pilihan anda tersebut. Anak buah yang siap lebih cocok dengan kepemimpinan yang demokratis dan delegatif yang memberikan kebebasan mengembangkan ide dan metode pelaksanaan tugas, sementara anak buah yang kurang siap lebih membutuhkan bimbingan dan pengarahan sehingga anda harus lebih partisipatif dan directive dalam hal ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Bila anda memilih A dalam contoh diatas maka anda bisa lebih delegatif dalam pelaksanaan tugas secara tehnis namun partisipatif dalam setiap group meeting untuk meningkatkan kepemimpinan dan memastikan komunikasi yang merata diantara seluruh anggota tim</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Bila anda memilih B dalam contoh diatas maka anda harus lebih partisipatif dalam pelaksanaan tugas-tugas secara tehnis untuk memastikan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik,<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>namun lebih delegatif dalam setiap group meeting karena B sudah dapat mengendalikan tim dengan baik.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">KESIMPULANNYA BAHKAN PADA SETIAP SITUASI TUGAS DAN ANAK BUAH ANDA BISA MENGGABUNGKAN DUA ATAU LEBIH GAYA KEPEMIMPINAN JADI JANGAN TERPAKU PADA SALAH SATU GAYA KEPEMIMPINAN SAJA !!</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">MESKIPUN DEMIKIAN TETAP WASPADA KARENA KARAKTER PRIBADI ANDA AKAN MEMPENGARUHI GAYA KEPEMIMPINAN ANDA !!</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">Good Leadership atau Bad Leadership tergantung bagaimana menggunakan <span style="text-decoration: underline;">Gaya Kepemimpinan</span> anda pada situasi <span style="text-decoration: underline;">Tugas</span> dan <span style="text-decoration: underline;">Kesiapan anak buah</span> anda yang tepat.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="text-decoration: none;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></span></span></em></strong></p>
<p><img src="http://ww2.indosiar.com/banner/Miracle28.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://ww2.indosiar.com/banner/MiracleII28.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="font-family: Times New Roman;">BAGAIMANA DENGAN ANDA ?, KLIK <span style="text-decoration: underline;">“Comment”</span> untuk menulis komentar-komentar anda dan berbagi pengalaman dengan kami.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt;"><span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"><span style="fo