Berita

Eksklusif Ical D'Academy, Demi Dangdut Rela Bertaruh Nyawa

Bintang.com, Jakarta Saat sebagian orang mencoba sukses di dunia entertainment melalui sensasi, lain halnya dengan Ical, sang jawara D'Academy season ketiga. Penyanyi asal Majene, Sulawesi Barat ini telah membuktikan diri sebagai pribadi yang mampu sukses dengan prestasi. 

Mendapat banyak tawaran manggung dan menjadi penyanyi terkenal merupakan buah kerja keras pemilik nama Muhammad Irsyad Basir tersebut. Jatuh bangun membentuk karakter dan kualitas vokal telah dilalui oleh Ical. Memang tak mudah, tapi ia tak menyerah.

Ical sendiri tak serta merta jatuh cinta dengan musik dangdut. Bahkan ia sempat memandang musik dangdut dengan sebelah mata di masa-masa SMA. Ia waktu itu belum tahu jika dangdut adalah jalan takdir yang membawanya sampai ke titik ini.

"Ical mulai bermusik sejak SMP - SMA, waktu itu ngeband dengan teman. Dulu awalnya nggak suka sama dangdut, kayak nggak kepikiran. Sampai akhirnya diajak teman, dan ternyata dangdut itu sulit dan menantang," kata Ical kepada Bintang.com (6/6).

 

Dangdut membawa kesibukan baru bagi Ical. Panggung-panggung kecil mengawali langkah Ical sebagai penyanyi dangdut. Mulai dari bayaran yang teramat kecil hingga pengalaman buruk diancam warga telah menjadi bagian dari proses pendewasaan Ical.

Karena pekerjaan yang menuntutnya bepergian ke daerah-daerah pelosok itu, orangtua sempat meminta Ical untuk berhenti. Perlahan tapi pasti, ia mampu meyakinkan bahwa menyanyi dangdut adalah passionnya.  

Dangdut juga memberi Ical pemahaman, bahwa tak semua orang bisa menyanyi dangdut. Dengan tingkat kesulitan dan teknik menyanyi tersendiri, dangdut sangat sulit ditaklukkan. Namun justru itu yang membuat Ical makin bersemangat.

"Karena dulu sering diundang ke hajatan di daerah pelosok, orangtua sempat khawatir. Waktu itu pernah diancam juga, disuruh terus main di luar perjanjian. Kalau nggak akan pulang nggak selamet, dan mau dibunuh juga. Yaudah akhirnya kita ikuti kemauan mereka, dari yang harusnya sampai jam 12 malem kelar, jadinya sampai jam 3 pagi," kenang Ical.

Semua pahit dan duka jadi motivasi Ical untuk berkembang lebih jauh lagi sebagai penyanyi profesional. Menjuarai D'Academy 3 mungkin adalah pencapaian terbesar Ical saat ini, tapi karier ke depan jadi tantangan berat selanjutnya. (Nizar Zulmi/Bintang.com)