indosiar.com, Depok - Menghadapi tahun ajaran baru 2008 - 2009 kini banyak kalangan orangtua siswa yang menggadaikan barang untuk mendapatkan uang tunai. Perum pegadaian menjadi pilihan karena bisa dengan cepat mendapat uangnya yang akan digunakan untuk biaya sekolah bagi anaknya.
Perum pegadaian di Jalan Siliwangi Depok, Jawa Barat diramai didatangi warga yang menggadaikan barang. Perum pegadaian menjadi pilihan karena persyaratannya dinilai mudah dibanding meminjam uang di bank. Sebagian besar pegadai adalah para orangtua yang membutuhkan dana untuk persiapan pendaftaran sekolah anak mereka, seperti Marsan warga Pabuaran Depok.
Dalam sebulan terakhir transaksi di Perum Pegadaian Depok sudah mencapai 5,6 milyar rupiah. Di Kabupaten Tangerang, Banten pegadaian Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang adalah salah satu pegadaian yang banyak didatangi warga. Salah satunya adalah Mina yang terpaksa menggadaikan kain dan sprei untuk biaya mendaftarkan anaknya ke tingkat SMP. Pasalnya penghasilannya sebagai tukang cuci panggilan hanya cukup untuk makan sehari - hari.
Sejumlah kantor cabang pegadaian di Solo, Jawa Tengah juga ikut diserbu warga yang menggadaikan barangnya. Warga terpaksa menukarkan barang berharga mereka dengan uang tunai untuk membayar biaya sekolah. Kepala Kantor Pegadaian Cabang Gading Joko Mardiko mengungkapkan, menjelang tahun pelajaran baru terdapat lonjakan 20 persen transaksi dari target. Omset pegadaian kini mencapai 4,8 milyar padahal target per bulan hanya sebesar 4 milyar rupiah. (Tim Liputan/Dv).