indosiar.com, Garut - Kenaikan harga kenaikan elpiji 12 kilogram oleh pihak Pertamina per 1 Juli lalu membuat harga elpiji dipasaran kini menjadi bervariasi dan di Garut, Jawa Barat bahkan ada yang mencapai 90 ribu rupiah per tabung. Kondisi ini ikut dikeluhkan penjual elpiji 12 kilogram.
Kenaikan harga elpiji tidak hanya dikeluhkan oleh para konsumen. Sejumlah pedagang elpiji 12 kilogram eceran pun kini mengeluh, sebab elpiji ukuran tabung 12 kilogram ini kurang diminati. Masyarakat banyak beralih menggunakan elpiji ukuran 3 kilogram.
Harga elpiji di Garut kini cukup tinggi diatas 70 ribu rupiah per tabung 12 kilogram. Bahkan didaerah yang lokasinya jauh dari distributor elpiji, seperti di Pankenjeng Garut Selatan harga elpiji melambung tinggi mencapai 90 ribu rupiah. Pasalnya pedagang harus membayar ongkos transportasi elpiji tersebut.
Para pedagang berharap Pertamina ikut memikirkan beban masyarakat terkait harga elpiji yang tinggi, sebab saat ini sudah banyak warga yang beralih bahan bakar dari minyak tanah ke elpiji. (Tim Liputan/Dv).