indosiar.com, Amerika Serikat - Kendati cuaca di Gunung MC Kinley, Amerika Serikat tak kunjung membaik, upaya evakuasi terhadap Pungkas Tri Baruno, anggota Pramuka yang tewas setelah menancapkan bendera Merah Putih dipuncak Gunung MC Kinley terus dilakukan.
Cuaca buruk masih menghambat evakuasi jenazah Pungkas Tri Baruno meski aparat setempat dengan menggunakan helikopter tetap berupaya menggambil jenazah dari camp berketinggian 17 ribu kaki di Gunung MC Kinley.
Rekan satu tim Pungkas, Hartman Nugraha sudah kembali ke Ibukota Alaska, Encourage. Hartman menceritakan ia dan Pungkas beserta pendamping melakukan pendakian dan tiba di puncak MC Kinley Senin jam 16.20 Waktu Setempat.
Keduanya berada di puncak sekitar 10 menit untuk menancapkan Bendera Merah Putih dan Bendera Pramuka sebelum bergegas turun menuju high camp karena cuaca dingin. Hartman berjalan terlebih dahulu beserta pendamping karena ia yang dianggap fisiknya lebih lemah. Hartman mengaku menunggu lama di high camp namun Pungkas tidak juga tiba.
Hartman belum mengetahui penyebab kematian rekan pendakinya itu karena masih harus menunggu visum yang akan dilakukan pihak kesehatan terkait.
Wakil dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco juga sudah berada di Encourage untuk mengurus pemulangan jenazah. Bila berhasil dievakuasi, rencananya jenazah Pungkas akan segera diterbangkan ke Talkitna dan dibawa lewat darat ke Encourage untuk kemudian diterbangkan ke Indonesia. (VOA/Sup)