jeruk bali
Nusantara
26-Aug-2008 13:51:21 WIB
FOKUS
Elpiji Naik
Pedagang Warteg Naikkan Harga



indosiar.com, Jakarta - Kenaikan harga elpiji tabung 12 kilogram yang banyak digunakan masyarakat kini telah memicu kenaikan harga makanan jadi. Sejumlah pedagang warteg mengaku terpaksa menaikan harga karena harga elpiji yang dipatok Pertamina 69 ribu rupiah pertabung 12 kilogram kini dipasaran sudah mencapai 76 ribu rupiah. Sedangkan elpiji 3 kilogram yang harganya lebih murah kini justru sulit didapat di pasaran.

Sejumlah pemilik warung Tegal dikawasan kota tua Jakarta Kota mengaku terpaksa menaikkan harga jual makanannya akibat kenaikan harga gas elpiji ukuran 12 kilogram. Warteg Mugi Jaya misalnya, selain menaikkan harga jual makanan, warteg ini beralih menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram yang harga menjadi lebih murah paling mahal 17 ribu rupiah dibandingkan ukuran 12 kilogram yang dipasaran kini menjadi 76 ribu rupiah. Tapi kini sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram sehingga warteg ini tetap menaikan harga makanan rata-rata 500 hingga 1000 rupiah perbuah.

Warteg lain mengaku terpaksa merumahkan dua orang juru masak menyusul menurunnya omset pasca kenaikkan harga elpiji, bila biasanya 700 ribu kini hanya 400 ribu rupiah perhari. Menurunnya omset disebabkan banyaknya pelanggan warteg yang mengaku keberatan dengan naiknya harga-harga makanan di warteg. Yang sebelumnya untuk sekali makan nasi dengan lauk telur hanya 4500 rupiah kini menjadi 6000 rupiah. Baik pemilik dan pelanggan warteg berharap pemerintah tidak terus menaikkan harga gas elpiji. (Sujito Santoso/Sup)

Nama:
Email:

More FOKUS:
[ more Fokus ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :