indosiar.com, Sidoarjo - Pasca kenaikan elpiji untuk ukuran tabung 12 dan 50 kilogram, omset penjualan elpiji ukuran tabung 3 kilogram di Sidoarjo, Jawa Timur naik dua kali lipat. Namun pihak agen elpiji masih merasa tidak puas dengan tabung 3 kilogram karena segel tabung mudah rusak dan volume elpiji tidak sesuai takaran.
Elpiji ukuran tabung 3 kilogram saat ini lebih diminati warga karena adanya selisih harga 1500 rupiah perkilogram dengan tabung elpiji 12 kilogram. Tidak heran jika penjualan elpiji 3 kilogram mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dari sebelum kenaikan pada 25 Agustus lalu.
Namun baik pihak penjual maupun pembeli elpiji masih mengeluhkan kualitas tabung ukuran 3 kilogram karena segel tabung mudah rusak, selain itu penjual elpiji juga sering menerima elpiji yang beratnya kurang dari 3 kilogram sehingga terpaksa dikembalikan ke sub agen di Pasuruan, Jawa Timur.
Pertamina diharapkan segera membenahi kualitas elpiji 3 kilogram, terlebih elpiji ini merupakan subsidi dari pemerintah bagi masyarakat menengah kebawah. (Didik Wahyudi/Sup)