indosiar.com, Boyolali - Warga lereng gunung Merapi di Selo Boyolali, Jawa Tengah punya ritual nyadran bertajuk sedekah tenong untuk mendoakan para leluhur desa. Ritual ini juga merupakan bagian untuk menjaga kelestarian kesenian desa.
Pawai obor ini menandai dimulainya ritual nyadran di desa Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Ratusan warga mengawali pawai ini dari rumah sesepuh desa menuju makam desa yang berjarak 2 kilometer. Ritual kali ini sedikit berbeda dengan ritual nyadran pada umumnya. Pasalnya, kali ini ritual diperuntukan khusus bagi lima kesenian asli desa Selo.
Setibanya di makam doa bersama digelar dengan pimpinan kuncen atau juru kunci makam. Mereka memohon kelima kesenian asli desa Selo tetap hidup dan mampu menghidupi warga. Usai doa, sesaji yang dibawa disantap bersama.
Kelima kesenian desa Selo ini adalah Topeng Ireng, Soreng, Manusia Rimba, Cikrak dan Buto Ijo. Kesenian ini biasanya dimainkan warga hingga keluar desa dengan imbalan 500 ribu rupiah, biasanya mereka diundang bermain saat masa panen. (Danuk Nugroho Adi/Sup)