indosiar.com, Makassar - Meski pemerintah telah mengumumkan tidak akan menaikan harga gas elpiji tabung ukuran 12 kilogram, namun di kota Makassar masih saja terjadi kelangkaan. Bahkan antrian panjang dan berjam - jam dijalani warga telah membuat mereka stres dan nyaris mengamuk.
Kelangkaan gas elpiji di kota Makassar masih saja terus terjadi. Hal ini tentu saja saat mengherankan karena hingga kini pemerintah telah membatalkan kenaikan harga gas elpiji tersebut. Salah satu lokasi penjualan gas elpiji yang Kamis (04/09) kemarin diserbu konsumen adalah penjualan elpiji di Jalan Hertasening Makassar.
Sejak pukul 07.00 pagi puluhan warga sudah mengantri untuk mendapatkan nomor urut. Tidak mudah untuk mendapatkan nomor urut, karena warga harus mengeluarkan kartu penduduk dan kartu tanda keluarga sebelum mendapatkan nomor urut.
Hal inilah yang memicu keributan antara konsumen dan pengelola. Pasalnya salah seorang warga bernama Payi, menilai pengelola pilih kasih dalam menerapkan aturan. Pasalnya masih ada warga yang mendapatkan nomor urut, namun tidak menyertakan kartu keluarganya.
Hingga kini pihak pengelola penjualan gas elpiji di Makassar belum bisa memprediksi batas waktu pengurangan jatah elpiji mereka. (Saharudin Ridwan/Dv).