Kesehatan
6-Jun-2008 16:13:34 WIB
HATI NURANI
Aku Bukan Polisi



Reporter : Sisca Tiur Gurning
Kameraman : Johny Suryadi
Produser : Widayat S. Noeswa
Tayang : Jum’at, 6 Juni 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar. com, - Aku kini sudah berusia 37 tahun. Boleh dibilang Aku tidak memilik kesempurnaan hidup. Sedari kecil hidupku tidak bisa lepas dari belaian dan perhatian ibuku, Usnah. Karena kakiku tidak sempurna, bentuknya lebih pendek dari badanku.

Dan telapaknya melengkung ke dalam. Aku jadi sulit melangkah, sehingga Aku harus merayap dengan lutut dan kedua tanganku. Aku sungguh berterima kasih dengan ibuku, walau ditinggal pergi ayahku ketika Aku lahir, karena malu memilikiku, ibuku dengan penuh kasih sayang merawatku. Hampir 20 tahun, Aku memiliki pekerjaan sendiri.

Aku berusaha bekerja mencari uang, dengan keterbatasan yang Aku miliki. Ibu bangga dengan sikapku, karena ibu mendidikku jangan menjadi pengemis, meminta belas kasihan orang lain. Aku tidak mau hidupku bergantung dan berharap dengan orang lain, apalagi dengan ketiga kakak kandungku. Aku berusaha mendapat uang dan mencukupi hidupanku sendiri.

Setiap pagi hingga pukul 10 malam Aku bekerja, dengan mengenakan seragam bantuan polisi atau banpol. Untuk sampai ke tempatku bekerja, Aku harus merangkak.

Namun itu bukan masalah bagiku, karena Aku memang tidak ada pilihan lain. Ingin sebenarnya Aku memiliki kursi roda, agar langkahku lebih ringan, namun apa daya, Aku tidak memiliki uang untuk memberilnya.

Pekerjaanku mengatur lalu lintas dan juru parki, di depan gang rumahku, membuat Aku akrab dan mengenal orang - orang yang bekerja di jalanan, seperti tukang ojek, tukang parker, atau anak - anak jalanan.

Aku tahu banyak orang, menjibir dan mentertawai diriku, karena orang cacat seperti Aku, bisa mengatur lalu lintas, memakai seragam lengkap polisi. Namun Aku tidak ambil pusing cemoohan mereka. Yang penting Aku bisa mencari uang yang halal. Dari pekerjaanku ini, Aku bisa membantu ibuku, untuk biaya hidup sehari hari.

Kadang Aku merasa kasihan, dengan kini Aku mempunyai seorang kekasih hati, dan Aku serius ingin menikahinya. Sungguh Aku merasa menjadi pria yang beruntung, karena ada seorang wanita yang mencintai diriku dan menerima diriku apa adanya.

Kini Aku harus lebih giat bekerja, karena Aku ingin menikah nanti tidak menjadi beban keluargaku, apalagi ibuku. Aku terus berusaha, dengan segala keterbatasan yang Aku punya, untuk bangkit dan menjalani hidupku dengan kejujuran, dan pantang menyerah. Aku berjanji, akan berusaha membahagiakan ibuku, sekuat tenaga. Aku percaya, Tuhan akan mengabulkan doaku. (Dv/Sup).

Nama:
Email:

More HATI NURANI:
[ more Hati Nurani ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :