Reporter : Budi Sampurno indosiar.com - Tak banyak pilihan bagi Aminah. Wanita renta yang kini usianya hampir 80 tahun. Hidup baginya adalah sebuah perjuangan dari pengabdian, karena kemiskinannya Aminah harus terus bekerja untuk menghidupi anak dan cucunya.
Hidup memang penuh misteri. Rejeki, jodoh dan mati adalah rahasia Ilahi, namun Aku merasakan kehidupanku jauh dari kecukupan. Di usiaku yang hampir 80 tahun Aku merasa hidupku semakin hari semakin berat.
Apalagi sejak 6 bulan, lalu ketika suamiku dipanggil yang Maha Kuasa untuk selama - lamanya. Aku harus mencari nafkah sendiri untuk kehidupan sehari - hari. Lihatlah rumah kami mungkin lebih cocok disebut kandang daripada rumah. Yah.. Aku memang tidak punya uang untuk membuat rumah yang layak ! karena untuk makan sehari - hari saja rasanya teramat sulit. Aku tidak punya pekerjaan tetap.
Aku kini tinggal bersama salah seorang anakku dan 4 cucuku. Anak bungsuku ini tinggal bersamaku sejak ditinggal mati suaminya. Yah... sebagai orangtua Aku tidak mungkin lagi dari tanggung jawab meski kondisiku semakin renta ! Kehidupanku hanya tergantung dari keahlianku memijak, itupun pekerjaan yang tidak menentu. Aku bisa mendapatkan uang jika ada orang yang membutuhkan jasaku. Aku juga tidak pernah memasang tarif untuk jasaku tergantung keikhlasan mereka para pelanggan.
Yah... Aku memang bersyukur Aku masih punya keahlian memijat ! Pekerjaan ini sudah Aku jalani sejak puluhan tahun lalu. Aku berterima kasih kepada nenekku karena dialah yang dengan tekun mengajariku memijat.
Orang memanggilku namaku Mak Oon, Aku mempunyai 3 anak mereka sudah menikah. Aku berdoa agar Aku terus diberikan kesehatan oleh Tuhan sehingga bisa tetap bekerja untuk mencari uang.
Aku tidak bisa menggantungkan hidup pada anak - anakku karena kusadar mereka juga dalam kesulitan. Aku yakin rejeki akan diberikan kepada orang - orang yang mau bekerja keras dan selalu pasrah kepada Sang Pencipta.
Aku sadar tidak mungkin bisa menyekolahkan cucu - cucuku ke sekolah yang tinggi. Aku hanya bisa membekali mereka agar bisa mereka tidak menjadi pemalas, jujur dan tidak merepotkan orang lain apalagi meminta - minta dan yang paling penting mereka harus selalu ingat kepada Yang Maha Kuasa.
Aku tidak akan lelah mengajarkan mereka arti hidup yang sebenarnya karena hanya itulah yang bisa Aku berikan kepada mereka cucu - cucuku. Mudah - mudahan kehidupan mereka kelak tidak akan susah seperti orangtua dan nenek mereka. (Dv/Sup).