
indosiar.com - Mak Entin terpaksa menjadi pemulu setelah suaminya terserang strok. Namun penderitaanya samakin bertambah setelah anak semata wayangnya buta akibat tertabrak mobil.
Sejak 4 tahun lalu, aku terpaksa mengambil alih peran kepala keluarga, karena suamiku Jamal kini tidak bisa bekerja setelah terserang stroke.
Awalnya aku bingung harus bekerja apa, aku tidak modal untuk berusaha. Akhirnya aku kini menjadi pemulung mencari barang barang bekas untuk aku jual.
Yah...kini aku harus bekerja keras, meski uang yang dihasilkan tidak menentu. Bahkan untuk makan kadang tidak cukup.
Dahulu waktu suamiku masih sehat, aku tidak harus bersusah payah mencari nafkah. Jamal masih bisa mencari uang sebagai petugas kebersihan di sebuah instansi. Apalagi ketika anak semata wayangku Lili masih bekerja...aku sangat terbantu.
Namun nasib manusia tidak ada yang tahu, kita hanya bisa menerima takdir dari yang maha kuasa. Lili anak ku kini kedua matanya buta setelah ditabrak mobil beberapa tahun lalu. Sejah saat itu Lili diberhentikan dari pekerjaanya.
Kadang aku sendiri tidak percaya akan takdir dengan yang ku terima sekarang. Rasanya perjalanan hidupku semakin berliku dan semakin sulit.
Aku sempat mengadu kepada tuhan, mengapak aku diberi cobaan seberat ini. Tapi...Ya sudahlah mungkin memang ini sudah menjadi suratan tanganku. Sempat terfikir oleh ku untuk pulang ke kampung, ke kota asalku di Tegal, Jawa Tengah. Tapi lagi lagi aku bingung apa yang akan aku kerjakan di sana. Aku juga malu dengan para tetanggaku di kampung.
Sebagai seorang pemulung, penghasilanku memang tidak menentu. Dalam satu hari kadang aku memperoleh satu kilogram karton bekas. Sementara untuk gelas dan botol plastik biasanya mencapai 2 kilogram. Semuanya aku jual ke pengepul dan dalam sehari aku mendapat Rp 15 - 20 ribu. Uang itu langsung habis untuk keperluan sehari hari.
Aku tahu apa yang diberikan tuhan kepada keluargaku ini pasti ada hikmahnya. Aku pun tahu, jika cobaan yang diberikan ini pasti kelak akan berakhir meski aku tidak tahu kapan waktunya..atau semuanya akan berakhir jika aku sudah menghadap yang maha kuasa.
Jujur aku merasa gelap melihat hari esok, aku tidak bisa melihat suami dan anaku jika aku sudah tidak ada. Kehidupan mereka sangat tergantung kepadaku, apalagi suamiku yang sudah tidak bisa berbuat apa apa.
Ya Tuah...berikan kekuatan kepada ku dan keluargaku.... (Her)