jeruk bali
Nusantara
8-Aug-2008 16:01:28 WIB
HATI NURANI
Mengapa Aku Tidak Mengemis ?



Reporter : Budi Sampurno
Juru Kamera : Dedi Suhardiman
Produser : Widayat S. Noeswa
Tayang : Jumat, 08 Agustus 2008 Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Jakarta - Umar Sulaiman adalah potret pria yang tidak mau menyerah dengan nasib. Meski sudah uzur, ia tetap terjuang mencari nafkah untuk kehidupan keluarganya. Setiap harinya ia harus melangkah menyusuri sudut-sudut kota Jakarta.

Setiap hari aku melangkahkan kaki menelusuri pemukiman di sudut-sudut kota Jakarta. Teriknya panas matahari tidak aku hiraukan, meski tubuh rentaku sebenarnya tak kuat untuk terus berjalan. Tapi aku terpaksa menjalaninya.

Ya kerasnya kehidupan kota Jakarta benar-benar aku rasakan, sulitnya mencari penghidupan rasanya selalu membayangi kehidupanku. Menjadi tukang cukur mungkin sudah menjadi suratan takdir.

Sudah 25 tahun aku menjalani profesi ini mengikuti jejak ayahku, karena aku memang tidak memiliki bekal untuk bekerja di kantor atau menjadi pegawai negeri.

Aku sadar Tuhan telah memberikan rejeki bagi umatnya. Aku berusaha memaknai kata-kata bijak itu, karena itu aku selalu mensyukuri apa yang aku dapat, meski kadang rejeki seperti sulit aku gapai.

Ya demi sesuap nasi, aku rela pergi ke Jakarta mengadu nasib, meski sebenarnya aku tidak tega meninggalkan istri yang sedang terbaring sakit di rumahku dikawasan Jonggol, Jawa Barat.

Di masjid inilah jika malam aku menumpang tidur sambil melepas rasa lelah dan kepenatan hidup. Aku tidak mungkin menyewa kamar untuk menginap. Sejak pagi menjelang aku kembali menelusuri jalan menawarkan jasa memotong rambut.

Walau kesulitan hidup selalu erat denganku, tapi aku tidak pernah menetapkan tarif untuk jasaku. Berapapun dibayar, aku terima yang penting ikhlas.

Pekerjaanku ini memang sangat tidak menentu hasilnya, kadang dalam sehari aku hanya memotong rambut satu atau dua orang.

Jadi bisa dibayangkan berapa penghasilanku setiap hari. Bahkan sering jika sama sekali aku tidak punya uang, meski perutku belum terisi sedikitpun aku tetap berjalan dan terus berjalan mencari pelanggan.

Ya Tuhan, rasanya teramat berat beban hidupku ini. Terkadang aku bisa menangis sendiri jika meratapi nasib hidupku, tapi aku tetap pada prinsipku betapa susahnya hidup yang aku jalani aku tidak akan pernah meminta-minta atau mengemis pada orang lain, bahkan pada anak-anakku sendiri.

Dalam setiap doaku aku hanya meminta agar Tuhan selalu memberikan kesehatan jasmani dan rohani. Ya Tuhan perjalanan hidup ini memang hanya Engkau yang tahu.Tapi ijinkanlah aku meminta kepadaMu ringankanlah beban hidupku di penghujung usiaku ini. (Sup)

 

Nama:
Email:

More HATI NURANI:
[ more Hati Nurani ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :