jeruk bali
Sosbud
29-Aug-2008 15:36:14 WIB
HATI NURANI
Aku Tidak Bisa Diam



Reporter : Budi Sampurno
Juru Kamera : Sri Indro Edi Purnomo
Produser : Widayat S. Noeswa
Tayang: Jumat, 29 Agustus 2008

indosiar.com, Jakarta - Engkong Rimat usianya kini sudah 90 tahun. Bahkan 6 dari 12 anaknya sudah meninggal dunia, namun kakek Rimat tidak pernah merasa tua terus bekerja. Dengan sisa - sisa tenaganya ia masih berdagang mengharap rejeki datang.

Aku asli anak Betawi kalau tak salah usiaku sudah mendekati 90 tahun. Ya, Aku memang sudah tak teringat lagi kapan Aku dilahirkan. Aku hanya ingat ketika Sumpah Pemuda diikrarkan Aku masih duduk di sekolah setingkat Sekolah Dasar.

Diusiaku yang renta ini Aku tidak bisa berdiam diri di rumah. Aku merasa badanku menjadi pegal jika harus duduk dirumah tanpa aktivitas. Aku dan istriku Sarti, dikaruniai 12 anak. Enam diantaranya sudah mendahului kami menghadap sang Pencipta. Aku bersyukur dikaruniai umur panjang sehingga bisa menikmati kebahagiaan dengan cucu - cucuku.

Anakku tertua Iis, kini telah berusia 70 tahun. Sementara yang terkecil Dedi sudah menginjak 38 tahun.

Hiburan yang tak ternilai harganya bagiku adalah jika mereka cucu - cucuku datang ke rumah menengokku. Mereka tentu bisa mengisi hari - hari kami yang sepi.

Setiap hari Sarti membersihkan pekarangan rumah kami setelah itu baru membersihkan pekarangan rumah para tetangga. Yah.. lumayanlah dari pekerjaan ini Sarti memperoleh uang untuk makan sehari - hari agar tidak merepotkan anak - anak kami !

Kini giliranku bekerja mencari uang. Setiap pukul 10.00 pagi Aku berangkat membawa buah - buahan. Dahulu waktu tubuh masih kuat Aku berdagang keliling keseluruh pelosok kawasan Bintaro.

Tapi kini setelah usia kian menua Aku lebih memilih mangkal tak jauh dari Polsek Pesangrahan. Ya kehidupanku seperti inilah yang telah aku lakoni berpuluh-puluh tahun bersama Sarti istriku.

Anak - anakku sebenarnya sudah melarangku untuk berjualan, namun Aku selalu menolaknya karena Aku merasa masih kuat untuk bekerja mengisi sisa - sisa waktuku.Hasil daganganku memang tak seberapa tapi lumayanlah untuk menambah uang sehari - hari.

Selesai berjualan biasanya Aku dan istriku memilih berdiam diri dirumah, nonton acara kegemaranku ditelevisi atau melepas rasa pegal dikamar tidur.

Kadang Aku berpikir ingin membuka warung seperti dahulu lagi. Warung dimana Aku bisa menghabiskan waktu sisa hidupku bersama istriku Sarti dan seluruh cucuku.(Sup/Dv)

 

Nama:
Email:

More HATI NURANI:
[ more Hati Nurani ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :