Jalan hidup Karngat memang penuh dengan liku-liku. Berbagai usaha pernah ia jalani namun selalu gagal. Hidup di Jakarta memang keras, namun ia tidak pernah menyerah. Meski hanya menjadi seorang pemulung dan harus menghidupi 8 orang anaknya ia terus berjuang demi menghidupi mereka.
Pak Adung tak pernah membayangkan dia akan berprofesi sebagai sopir bemo. Namun ia tidak dapat berbuat lain karena tidak memiliki keahlian apa-apa ketika datang ke Jakarta. Ia telah menjalani profesinya sebagai sopir bemo selama 42 tahun.
Mencari nafkah di Jakarta, seperti perjuangan membebaskan dari penderitaan. Tanpa berusaha maka kesusahan akan terus mendera keluargaku. Usaha atau kerja apapun aku lakukan demi menghidupi satu anak dan istriku.
Setiap manusia lahir ke dunia ini, tentu ingin dengan kondisi tubuh yang sempurna. Tetapi Tuhan telah menggariskan setiap hidup manusia berbeda – beda. Ketidak sempurnaan kondisi tubuh ini, jangan dijadikan halangan dan hambatan. Karena ini semua merupakan kehendaknya.
Teri Yuriah, usianya kini sudah 75 tahun, namun semangat hidupnya tak pernah surut. Setiap harinya, nenek renta ini harus berdiri di pinggir jalan dibawah teri matahari dan guyuran hujan untuk menjajakan dagangannya.
Aku tidak menyesali apa yang ditakdirkan Tuhan kepadaku. Tapi jujur, Aku merasa berat menjalani kehidupan ini. Sejak kecil tangan dan kakiku cacat, sehingga sangat mengganggu aktivitasku. Sementara orangtuaku berasal dari keluarga miskin, sehingga Aku hidup dengan ekonomi yang pas – pasan.
Tak pernah kubayangkan di usia senja, Aku masih harus mencari nafkah sendiri. Padahal sebenarnya Aku ingin sekali menikmati sisa - sisa hidup, dengan mengasuh cucu dan beribadah untuk modal di akhirat nanti. Tapi nasib tidak selalu berpihak baik padaku.
Tidak banyak yang tahu, jika di antara tukang ojek yang berderet panjang ini, adalah Aku, Azadin Anhar, orang yang dulu pernah dikenal luas di dunia tinju hingga ke manca Negara. Ya… Aku memang bekas juara tinju dunia. Tapi kini kehidupanku berputar jauh ke bawah !
Mbok Sumani bukanlah wanita super, namun wanita berusia 59 tahun ini harus bergelut dengan pekerjaan yang berat dan kasar, yaitu menjadi pande besi. Ini dilakukan setelah suaminya Sail terserang stroke dan kini tergolek lemah.
Sungguh malang nasib Nur Jaya, ia harus kehilangan segala - segalanya pekerjaan, kebebasan dan kebahagiaan karena penyakit aneh yang menyerangnya. Bahkan Nur Jaya harus hidup terasing disebuah gubuk dibelakang rumahnya.
1 2 3 4 5 6 7 > Last ›