Tak banyak pilihan bagi Aminah. Wanita renta yang kini usianya hampir 80 tahun. Hidup baginya adalah sebuah perjuangan dari pengabdian, karena kemiskinannya Aminah harus terus bekerja untuk menghidupi anak dan cucunya.
Bagiku hidup ini tidak ada pilihan, kecuali menerima takdir dari Yang Maha Kuasa. Senang, susah, bahagia dan menderita, kini sudah sulit aku bedakan. Betapa tidak. Hari - hariku kini harus menghadapi kenyataan yang teramat pahit.
Aku kini sudah berusia 37 tahun. Boleh dibilang Aku tidak memilik kesempurnaan hidup. Sedari kecil hidupku tidak bisa lepas dari belaian dan perhatian ibuku, Usnah. Karena kakiku tidak sempurna, bentuknya lebih pendek dari badanku.
Usianya kini 17 tahun, namun Opik anakku, hanya bisa berbaring di dalam rumah. Opik tak ubahnya seorang bayi. Ia tidak bisa melakukan apa - apa. Untuk makan dan minumpun harus disuapi. Ya Tuhan andai saja Opik terlahir normal, aku pasti sangat bahagia.
Uus adalah cerita anak yang malang. Sejak bayi kakinya lumpuh dan tangannya tak bisa digerakan. Jika berjalan Uus harus berguling, Uus tak ubahnya seorang bayi yang harus dilayani semua kebutuhan hidupnya.
Hari tua adalah hari menyenangkan bagi sebagian orang, bisa menimang cucu, perbanyak ibadah atau membimbing anak - anaknya menjadi orang yang berguna bagi siapa saja. Namun tidak bagi Anani, pria malang ini harus berjuang keras bekerja untuk menghidupi keluarganya.
Jika Aku terlahir kembali, tentu Aku akan meminta kepada yang Maha Kuasa, agar aku dilahirkan sempurna. Memiliki anggota tubuh yang lengkap dan bisa berfungsi normal. Tapi...ya itulah takdir. Aku lahir ke dunia, dengan kondisi cacat.
Riyem wanita tua renta kini masih berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Setiap hari ia harus berjalan berkilo-kilo meter menjajakan makanan kecil meski badannya sudah membungkuk. Semua itu ia lakukan karena tidak ada seorang pun yang menjadi tumpuhan hidupnya. Ia hidup sebatang kara.
Nahid, mantan pejuang kemerdekaan kini hidup sendiri disebuah gubuk tua dikawasan Tanah Sereal Bogor. Meski usianya sudah uzur, Nahid tidak mau menyerang berjuang untuk kelangsungan hidupnya. Ia tidak mau menjadi tanggungan siapapun, termasuk anak-anaknya sendiri.
Tati Sumirah mantan pemain bulutangkis yang pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional saat menjadi anggota tim peraih piala Uber untuk pertama kalinya kini hidupnya masih memprihatinkan.
< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > Last ›