Nusantara
1-Feb-2006 17:48:03 WIB
HORISON
SMU Lokon St. Nikolaus, SMU Percontohan



Reporter : Eliza Amanda - Herman Worotikan
Juru Kamera : Joni Suryadi
Tayang : Rabu, 01 Februari 2006, Pukul 12:00 WIB

indosiar.com, Manado - Sebuah Sekolah Menengah Umum di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara kini menjadi perbincangan hangat sejumlah kalangan. Nama SMU Lokon Santo Nikolaus sebenarnya sudah santer terdengar di Sulawesi Utara saat didirikan tahun 1997.

Namun sejak dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SMU yang terletak sekitar 22 kilometer dari Kota Manado ini semakin tersohor sebagai sekolah percontohan di Kawasan Timur Indonesia. Bukan tanpa alasan seorang presiden untuk yang pertama kalinya berkenan meresmikan sebuah SMU swasta di Indonesia.

Sekolah berasrama dengan fasilitas yang sangat lengkap ini terbilang cukup berkelas untuk sebuah daerah tertinggal seperti Kakaskasen, Tomohon Utara. dibandingkan dengan sekolah lain di Sulawesi Utara, SMU Lokon yang berdiri diatas lahan seluas 15 hektar ini, memiliki perlengkapan laboratorium serba lengkap, gedung perpustakaan tiga lantai, kolam renang, serta ruang makan yang luas. Sederet fasilitas serba lengkap dan mewah ini makin mentereng lagi dengan adanya gelanggang olahraga plus sarananya.

Untuk staf pengajar, Yayasan Pendidikan Lokon punya standar khusus dalam proses seleksi. Staf pengajar di SMU Lokon, diutamakan para alumni dan dosen ITB, UI, UGM serta beberapa tenaga asing. Ini dilakukan untuk menunjang konsep SMU Lokon yang menerapkan kurikulum berbasis kehidupan, bukan berbasis kompetensi seperti sekolah pada umumnya.

Untuk mencapai tujuan itu, pihak SMU Lokon mewajibkan seluruh siswanya tinggal di asrama yang disediakan sekolah. Dengan tinggal di asrama, siswa-siswa dilatih untuk hidup teratur dan disiplin. Mereka harus bangun pagi sekitar pukul 5 Wita, saat suhu udara di sekitar kompleks SMU Lokon berkisar antara 18 hingga 25 derajat celcius.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga pukul tiga sore Wita. Namun kegiatan para siswa masih akan berlangsung hingga pukul 10 malam Wita. Dengan berbagai bekal pendidikan yang bermutu tersebut, wajar saja jika siswa-siswi SMU Lokon banyak yang mengukir prestasi. Berbagai penghargaan di tingkat propinsi maupun nasional berhasil dicetak. Antara lain juara I dan II Olimpiade Fisika tingkat provinsi. Meraih medali emas, perak dan perunggu pada Olimpiade Biologi tingkat nasional.

Imelda Lolong, siswi kelas 12 IPA SMU Lokon yang meraih medali emas pada Olimpiade Biologi tingkat nasional, awalnya merasa sulit menjalani sekolah berasrama, namun tak disangka di SMU Lokon ini, ia justru bisa berprestasi dan punya banyak teman.

Bagi Danu, siswa kelas 12 yang meraih juara tingkat nasional di bidang bahasa punya pendapat lain, kurikulum berbasis kehidupan yang diterapkan SMU Lokon berbeda dengan kurikulum di sekolah pada umumnya. Kurikulum yang diterapkan SMU Lokon sangat membantu sebagai dasar pembentukan dirinya ke depan, terutama untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan sekolah kedokteran ke Cina.

Pemrakarsa SMU Lokon ini adalah ketua Yayasan Pendidikan Lokon, Ronald Korompis dan istrinya Mary Wewengkang. Lembaga non profit yang didirikan dengan dana pribadi Ronald Korompis dan keluarganya, sebagai wujud panggilan hati memberikan pendidikan dasar terbaik bagi generasi muda.

Mendirikan sebuah sekolah menengah umum dengan kurikulum internasional sebagai langkah awal pengabdiannya pada dunia pendidikan, tentu saja memiliki alasan khusus. 30 persen siswa siswi di SMU Lokon berasal dari keluarga tak mampu dan memiliki prestasi. Mereka diberikan keringanan biaya sekolah hingga seratus persen. Ini sebagai wujud kepedulian ayah empat anak ini untuk meningkatkan kualitas SDM di Sulawesi Utara, tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Nuansa kehidupan berlatar belakang berbagai budaya, terlihat di SMU Lokon dengan kehadiran siswa siswi dari luar Sulawesi Utara. Sekitar 50 siswa, berasal dari pedalaman Timika, Papua.

Misi sosial yang ditonjolkan SMU Lokon menambah poin bagi sekolah ini sebagai sekolah unggulan atau percontohan di Kawasan Indonesia Timur, dalam mencerdaskan anak bangsa. Diharapkan di masa mendatang sekolah ini akan melahirkan tokoh -tokoh intelek, seperti Sam Ratulangi.(Idh)

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :