Sosbud
16-Jul-2008 15:07:03 WIB
HORISON
Balapan Tanpa Cedera



Tayang : Rabu, 16 Juli 2008, Pukul 12.30 WIB
Reporter/Cameraman : Farma Dinata & Damar Galih
Editor : Bagus Adriansari
Produser : Arni Gusmiarni
Lokasi : Mangga Dua, Jakarta Utara

indosiar.com - Pemandangan mobil terbang kayak belalang gini ini mewarnai serunya balapan mobil dalam salah satu seri Kejuaraan Nasional Mobil Radio Control, Kategori Buggy Off-Road, akhir Juni lalu di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara.

Gila... kalau ini mobil beneran yang dikendarai orang beneran juga, udah nggak tahu jadi apa deh tuh....

Dikendalikan dari jarak jauh, menggunakan frekuensi FM radio, mobil-mobilan yang dinamain buggy itu bukan sembarang mainan lho. Dibikin sebagai replika kendaraan sebenarnya dengan skala perbandingan satu per delapan.

Aslinya, buggy adalah kendaraan padang pasir yang biasa digunakan tentara Amerika. Berbahan bakar bensin ber-oktan tinggi, mobil mini ini menggunakan basis engine 2 tak berkapasitas 3 koma 5 cc dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam.

Onderdilnya juga gak maen-maen. Pakai kaki-kaki seperti mobil beneran. Ada tarotnya, ada shock breaker-nya juga, pake stabilizer.... pokoknya, nyaris mendekati aslinya!.

Kalau ditelusuri, permainan kendaraan menggunakan remote control di Indonesia udah puluhan tahun dikenal. Tapi untuk adu balap kategori buggy di medan off-road begini, baru mulai mewabah di tanah air sekitar 4 tahun silam. Walau banyak jenis mobil yang bisa dikendalikan secara jarak jauh, buggy bisa dibilang paling populer.

Karena berbobot lebih ringan dibandingkan jenis mobil lain kayak monster truck dan truggy, mengontrol mobil buggy pun butuh teknik tersendiri.

Walau keliatannya gampang, mengendalikan mobil dari jarak jauh begini hampir sama susahnya dengan mengendarai mobil betulan. Lihat aja tuh tampang supir jarak jauhnya... Serius-serius semua khan!.

Sebagaimana menyetir mobil beneran, untuk mengendalikan sang buggy, kita juga harus bisa memperhitungkan saat yang tepat untuk nambah kecepatan, supaya mulus melaju, nggak kebolak-balik. Selain itu juga butuh kemampuan teknis tersendiri supaya mesin buggy bisa optimal.

Mangkanya nggak heran, dalam kejuaraan, apalagi yang tingkatnya nasional macam gini, setiap buggy punya mekanik yang siap siaga di pinggir lintasan. Kalau dilihat dari sisi uang, rada berat juga nih menekuni hobi mobil radio kontrol jenis off-road begini.

Sekadar gambaran aja nih..... Sebagai sebuah tiruan mobil betulan, harga satu set buggy berikut unit radio kontrol berkisar 13 juta hingga 17 juta rupiah. Itu masih yang dalam kondisi standar. Kalo udah dimodifikasi mesinnya, harga tentu berlipat bisa puluhan juta rupiah. Belum lagi biaya perawatan.

Sehabis balapan, harus di tune-up dan beberapa spare part seperti ban, busi dan kawan-kawannya mesti diganti. Biayanya? Yah... Tipis-tipis aja deh bedanya sama mobil beneran. Mangkanya, biasanya yang maen ginian, selain emang penggemar berat, secara ekonomi pun sudah mapan.

Jangan heran memang kalau hobi ini bikin kecanduan, terutama bagi mereka yang suka ngebut. Karena selain minim risiko cedera, dalam permainan ini kita bisa memacu adrenalin sebagaimana layaknya seorang pembalap sekaligus sebagai penonton.

Nah, gini nih asyiknya......Kalo jadi penonton kita gak bisa ngerasain sensasinya jadi pembalap, tapi kalo jadi pembalap kita justru gak bisa menyaksikan serunya balapan itu sendiri, di permainan ini kita bisa merasakan kedua-duanya.(Ijs)

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :