jeruk bali
Nusantara
1-Aug-2008 10:17:42 WIB
HORISON
Belajar dari Alam dan Masa Lalu



Tim Peliput : Wiharto Seno - Nyoman Ifrozim
Narator : Arni Gusmiarni
Editor : Bagus Andriansari
Tayang : Rabu, 30 Juli 2008, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, - Liburan sekolah bisa diisi dengan beragam kegiatan. Misalnya hari Sabtu atau Minggu, anak-anak bisa diajak camping supaya bisa lebih dekat dengan alam. Seperti liputan yang berikut ini, 30 orang anak-anak liburan bareng untuk menikmati indahnya alam sekaligus bisa juga belajar lingkungan.

Begini deh kalau anak kota diajak menjelajah, kikuk banget. Sekitar 30 anak dari mulai kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP dari kota Jakarta dan Bandung ini akhir Juni lalu ikut acara liburan yang diadakan World Wide Foundation (WWF).

Pastinya bukan sembarang libur, karena dengan menginap selama tiga hari dua malam, mereka diajak melihat-lihat alam pasundan sekalian peduli sama lingkungan. Perjalanan pertama adalah ke Goa Pawon yang terletak di kaki gunung Masigit, Padalarang, Jawa Barat.

Di goa yang berusia lebih dari 9000 tahun inilah fosil manusia purba pertama kali ditemukan di Jawa Barat. Namanya juga anak-anak, bisa dibilang pada antusias nih mendengar penjelasan dari Pak Bachtiar dari kelompok Riset Cekungan, Bandung yang nerangi segala hal tentang Goa Pawon termasuk soal gimana tetesan air selama ribuan tahun bisa membentuk stalaktit dan stalakmit.

Pada tahun 2003 di Goa Pawon ini juga pernah ditemukan 4 kerangka manusia purba homosapien yang diduga berasal dari ras bogoloit. Kini temuan temuan tersebut disimpan di Museum Geologi Bandung.

Nah ini nih yang namanya Museum Geologi Bandung. Disini kita bisa mempelajari awal mula kehidupan makluk di bumi lengkap dengan fosil dan kerangka, baik yang asli maupun replikanya.

Yang menarik perhatian adalah replika tulang reptil ganas zaman dinosaurus yang terkenal itu lho, yaitu T Rex alias Tyrannosaurus, gede yang. Setelah dari museum, Desa Panaruban Ciater di Subang jadi sasaran selanjutnya, tujuannya melihat lokasi penangkaran elang jawa yang termasuk kategori hewan langka.

Lihat deh, elangnya cantik-cantik. Elang jawa yang sosoknya dianggap paling mendekati tropi Burung Garuda, lambang negara kita itu terancam punah akibat alam bebas tempatnya hidup kian sempit, belum lagi karena sosoknya keren, banyak yang memburunya untuk dikoleksi.

Waduh, sigap banget, burang elang memang penangkap mangsa yang handal, tapi kebanyakan elang jawa yang ada di Panaruban Ciater ini sedang sakit.

Mereka dirawat hingga sembuh dan setelah itu bakal dilepas kembali ke alam bebas. Serunya acara menginap bersama ala WWF ini masih terus berlanjut sampai keacara malamnya.

Anak-anak usia sekitar 8 sampai 15 tahun ini kelihatan banget ya menikmati suasana berapi unggun, perjalanan kesejumlah tempat selama seharian tadi yang sebetulnya lumayan bikin capek tidak kelihatan di muka-muka mereka.

Bagi para peserta, acara Eco Camp ini benar-benar ngasih pengalaman baru selama liburan. Acara malam itu tidak hanya sekedar api unggun, tapi juga ada pemutaran film bertema pentingnya menjaga kelestarian alam.

Besok paginya giliran kebun teh yang dirambah, teman-teman cilik kita belajar gimana caranya memetik daun teh, selain itu juga menanam pohon ramai-ramai dan yang kalah seru mandi di air terjun, wah seger banget.

Suasana riang selama berlibur tiga hari dua malam dalam Eco Camp berasa banget dan pastinya bertambah pengetahuan soal lingkungan, semoga bisa diterapkan ya waktu pulang ke rumah. Soalnya kalau bukan kita manusia yang menjaga lingkungan alam ini siapa lagi. (Sup)

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :