Nusantara
27-Aug-2008 17:14:58 WIB
HORISON
Cantiknya Mobil Klasik



Tim Peliput : Farma Dinata - Nyoman Ifrozim
Narator : Arni Gusmiarni
Editor : Bagus Andriansari
Tayang : Rabu, 27 Agustus 2008, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Jakarta - Mobil sebagai alat transportasi pribadi juga digolongkan sebagai sobat setia yang sanggup nganteri kita kemana saja. Kalau bisa diajak ngomong dia bakal cerita apa saja. Nah, pameran mobil klasik di Jakarta akhir minggu kemarin misalnya kebanyakan adalah para saksi bisu sejarah. Harganya tak kalah dengan mobil baru.

Akhir minggu kemarin Balai Kartini Jakarta seperti sebuah garasi besar yang isinya berbagai mobil istimewa. Gimana ngak istimewa ?, kebanyakan mobil ini sudah tidak dibikin lagi alias sudah tergolong antik.

Pameran mobil klasik Second International Classic and Sports Car Show 2008 yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 24 Agustus itu memamerkan sekitar 200 mobil antik berbagai bentuk dan merk yang datang dari beragam daerah.

Kalau lihat aneka mobil antik disini berasa deh kalau mobil memang bukan sekedar alat transportasi. Dalam perkembangannya mobil juga menjadi fashion cerminan gaya hidup yang menentukan simbol status sosial pemiliknya.

Selain bisa dipandang sebagai karya seni, mobil tua juga kaya sejarah. Seperti dua Limousine Chrysler yang masing-masing buatan tahun 1947 dan 1962 ini. Kedua mobil ini dulunya adalah kendaraan dinas Presiden Pertama RI Soekarno. Di jamannya, kedua mobil tersebut tergolong mobil super mewah.

Tapi kalau soal mobil tua Marcedes Benz 170 W juga tidak kalah bersejarah. Mobil yang diproduksi antara tahun 1946 sampai 1953 ini merupakan jenis mobil yang pernah dipakai tokoh antagonis yang paling dimusuhi dunia.

Kalau yang ini Marcy yang pernah dipakai Herman Yoshep A, kansil pertama Republik Federal Jerman pasca perang dunia kedua. Bukan hanya jenis mobil yang pernah dipakai tokoh-tokoh terkenal, mobil yang pernah masuk jajaran film box office Hollywood juga ngak mau kalah mejeng disini.

Seperti Selby buatan tahun 1967. Dari tampilannya mobil yang ini jadul banget ya. Ini adalah type mobil hotrod bermesin besar diatas 5000 cc dan beginilah bentuk mobil generasi awal.

Sepeti kereta kencana. Tapi hotrod yang ada disini hanya mobil custome alias replika yang dibikin ulang meski mengambil basis mesin sungguhan. Pabriknya aja adanya di Cikarang, ya hotrod made in java. Tapi jangan salah lho, meski replika harganya ngak kalah sama mobil baru sekalipun.

Konon kabarnya dalam pameran ini salah satu hotrod berbasis mesin Ford berhasil dilelang seharga 900 juta rupiah. Pembelinya seorang pengusaha warga negara Amrik. Nilai sebuah mobil klasik antara lain diukur oleh originalitas dan kapan itu mobil itu di produksi.

Nah dari total keseluruhan 200 mobil klasik yang di pajang ada 4 mobil yang jadi bintang dalam pameran ini karena dianggap paling dekat dengan penilaian tersebut. Rolls Royce silverdown limousin milik kolektor asal Malaysia, dua mustang Corvette, punya kolektor asal Thailand dan sebuah Jaguar milik kolektor tanah air Hartawan.

Masing-masing kolektor biasanya punya kriteria sendiri untuk melengkapi koleksinya. Ada yang memang khusus cari mobil dengan nilai tinggi, ada juga yang semata jatuh cinta berat sama spesifikasi type mobil tertentu. Seperti Pak Munaf yang demen sama mobil VW keluaran tahun 1965 yang merupakan versi sedan dengan model noseback alias hidung belakang.

Pamera ini juga memanjang aneka mobil sport moderen yang sebenarnya sih belum lama-lama amat diproduksi, tapi bentuknya yang khas dan mewah membuat mobil-mobil ini memang terlihat eksotik.

Pameran yang didukung Perhimpunan Pengemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) dan Ikatan Motor Indonesia ini juga menampilkan motor-motor jaman bahelak buatan Eropa, Amerika dan Asia.

Ada 50 unit motor tua yang dipajang dikelompokan berdasarkan jenis dan merek. Mulai motor clasik Jepang yang sudah jarang banget beredar di jalanan, sampai Harley Davidson yang pernah dipakai di jaman perang.

Inilah salah satu sepeda motor bersejarah tanah air milik almarhum Soni Sagsono pembalap nasional jawara asia di tahun 60 an yang tewas dalam balapan motor di Republik Ceko.

Selama ini motor sport tersebut disimpan di Museum Sentul Jakarta. Mobil dan motor klasik harus diakui punya punya tersendiri, bukan hanya karena keangunannya, tapi juga karena ada kisah sejarah di baliknya. Moga-moga misi pameran ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga peninggalan bersejarah ini bisa terwujud. (Sup)

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :