Nusantara
3-Sep-2008 15:55:44 WIB
HORISON
Nyadran Ala Yogyakarta



Tim Peliput : Sudaryono - Gandung Jatmiko - Mas'ud Fahlafi
Narator : Arni Gusmiarni
Editor : Bagus Andriansari
Tayang : Rabu, 03 September 2008, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, - Untuk menyambut puasa adalah berziarah makam orangtua atau leluhur, jadi tidak heran kalo hari Minggu (31/8/08) kemarin yang namanya kuburan dimana - mana ramai. Di daerah Jawa biasaan berziarah ini dinamakan dengan Nyadran dan salah satunya selalu ramai di Yogyakarta dengan Nyadran ke makam tokoh agama yang dihormati.

Bulan Ramadhan adalah bulan suci umat Islam. Bulan yang penuh berkah dan entah sejak kapan bermula tapi tiap masuk saatnya bulan puasa banyak warga yang melakukan ziarah ke makam orangtua dan leluhur.

Yogyakarta adalah salah satu kota dimana ziarah ke makam leluhur jadi tradisi yang tak boleh dilewatkan menjelang bulan ramadhan, Nyadran demikian namanya. Seperti warga Pandak Bantul ini yang tengah menyaksikan jalannya kirab pembawa umba rampe alias perlengkapan upacara.

Tujuannya komplek makam Sewu tempat dikebumikannya penembahan Bodo yang merupakan seorang tokoh penyebar agama Islam diwilayah Pandak.

Doa bersama yang dipimpin pemuka agama setempat diikuti dengan khusyuk oleh ratusan warga yang datang. Nyadran biasanya diakhiri dengan pembagian nasi berkat yang tidak ketinggalan juga berbagai uba lampai yang menyerupai prosesi ritual Nyadram langsung diperebutkan warga karena dipercaya punya berkah.

Tidak jauh berbeda warga di Sleman, Yogyakarta juga tengah bersiap. Kalau disini ziarah ke makam disebut sebagai ruwahan. Dilakukan di Masjid Ploso Kuning yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono ke III.

Selain membersihkan areal pemakaman yang terletak disebelah barat masjid warga di kampung Ploso Kuning juga ada yang memasak aneka hidangan untuk kenduri bersama.

Tidak ada masakan khusus karena namanya sukarela jadi menunya pun tergantung kemampuan masing - masing. Setelah sholat Zhuhur aneka hidangan sumbangan warga itu pun dibawa ke masjid. Tradisi ruwahan setahun sekali ini digelar pada pertengahan bulan ruwah penanggalan Komariyah.

Tak jarang warga Ploso Kuning yang sudah lama meninggalkan kampung sengaja datang sehingga bisa dibilang ruwahan juga jadi ajang ritual. Disisi lain bulan suci Ramadhan dengan tradisi Nyadran atau nyekar ke makam juga menjadi berkah bagi para pedagang bunga.

Seperti di komplek Makam Sewu, Pandak Bantul, Yogyakarta para pedagang bunga yang kebanyakan ibu - ibu itu tiap pagi menggelar dagangannya disepanjang jalan menuju komplek makam. Macam - macam bunga yang dijual untuk ritual sejarah ke makam Penembahan Bodo salah satu tokoh penyebar agama Islam didaerah tersebut. Ada bunga kenanga dan kantil juga mawar.

Uniknya, para pedagang bunga disini sudah puluhan tahun berdagang. Banyak yang sudah lupa mulai jualan umur berapa ? Diantara penjual bunga yang meraup untung menjelang datangnya bulan Ramadhan adalah penjual bunga di Pasar Terban, Yogyakarta yang berada disebelah barat monumen Tugu Yogyakarta.

Memanfaatkan menyekar ke makam menjelang bulan puasa, ya pastinya dengan menebar bunga khan ? Nah.. para penjual bunga di Pasar Terban menaikan harga hingga 75 persen dibanding hari - hari biasa. Jika sebelumnya harga bunga mawar 1 tampah 15 ribu rupiah saat ini mencapai 30 ribu rupiah, sedangkan 1 keranjang kecil berharga 15 ribu rupiah dari sebelumnya 5 ribu rupiah.

Yah.. kapan lagi namanya juga setahun sekali ? Kalau hari biasa hanya menghabiskan 3 karung per hari, saat ini mampu menghabiskan 5 karung bunga berbagai jenis. Alhasil berkah tahunan ini membuat keuntungan para penjual bunga naik 50 persen dari sebelumnya 50 ribu rupiah. Moga - moga bukan cuma untung yang dikejar ya, tapi pahala puasanya juga. (Dv/Sup).

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :