Nusantara
15-Oct-2008 15:08:50 WIB
HORISON
Diskotik Berjalan Ala Kupang




Tim Peliput : Suhartono - Sugeng Riyadi
Narator : Arni Gusmiarni
Editor : Bagus Andriansari

Sejumlah kota di Indonesia sangat khas dengan alat transportasi publiknya. Ada bentor di Gorontalo, Sulawesi Utara. Ada bemo di Jakarta, yang saat ini keberadaannya hampir punah. Bentor dan bemo punya konsep yang sama, yakni becak bermotor dan beroda tiga.

Tapi seperti kata peribahasa, lain lubuk lain ikannya, lain kota lain pula jenis kendaraannya. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, bemo justru beroda empat, mirip dengan angkot, angkutan kota di wilayah lain di tanah air. Ngak ada yang tau persis kenapa kendaraan roda empat ini justru dinamakan bemo.

Tapi yang unik dengan angkot di kota lain, semua bemo yang ada disini dilengkapi dengan aneka stiker yang ukurannya besar-besar. Serta beragam aksesoris lainnya. Arus globalisasi unik juga melanda Kupang. Antara lain lewat artis mancanegara seperti Britney Spears. Kira-kira apa yah pendapat Britney melihat dirinya ditempel di pintu bemo.

Bukan cuma stiker, lagu pun nonstop diputar. Semua atribut itu berlaku untuk bemo baik jarak dekat maupun jauh. Ini dilakukan demi menarik calon penumpang. Bukan cuma itu, beberapa bemo bahkan sudah lebih canggih.

Misalnya nih, selain lampu warna warni, yang dipasang didalam dan diluar bemo, ada yang dilengkapi dengan perangkat video. Jadi ngak sebatas memanjakan dirinya, tapi juga sudah memanjakan mata para penumpangnya. Dan itu berlaku untuk jarak dekat sekalipun.

Bahkan sekilas, agar menarik, mereka harus chek sound dulu. Semua itu demi menyajikan yang terbaik kepada penumpangnya. Banyak para penumpang yang sudah jadi pelanggan bemo di Kupang ini, rela menunggu bemo kesayangannya lewat, meski sejumlah bemo lain sudah melintas dengan rute dan trayek yang sama.

Dentuman musik yang kuat dari koleksi lagu-lagu terkini dengan dukungan dua sampai tiga amplifier, menjadikan bemo di Kota Kupang seringkali disebut diskotik berjalan.

Jor-joran menghiasi bemo dengan stiker yang besar-besar dan rekaman hiburan audio video ini, bukannya tanpa sebab. Saat ini jumlah bemo di Kota Kupang tidak sebanyak dulu. Jika lima tahun yang lalu, dari 10 mobil yang melintas di jalan, 6 diantaranya adalah bemo dan 4 sisanya mobil pribadi, kini perbandingannya sudah terbalik. Bemo hanya sekitar 3 atau 5 saja.

Banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah bilang. Banyak cara untuk mencari penumpang. Harus diakui, dengan model diskotik berjalan ini, orang Kupang yang memang senang hiburan menjadikan bemo sebagai kendaraan favorit semua lapisan. Nah, kalau ke Kupang jangan lupa nikmati diskotik berjalan ini, baik siang maupun malam.(Ijs)

 

 

 

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :