Sosbud
5-Nov-2008 15:57:57 WIB
HORISON
Pesta Jalanan Ala Yogya



Tim Peliput : Mas'ud Fahlafi - Andes Herjadi
Narator : Farma Dinata
Editor : Bagus Andriansari
Tayang : Rabu, 5 November 2008, Pukul 12.30 WIB
Produser : Arni Gusmiarni

indosiar.com, Yogyakarta - Ulang tahun biasanya identik dengan pesta yang meriah. Begitu pula dengan Yogyakarta yang bulan Oktober lalu merayakan ulang tahunnya yang ke 252. Dan puncak acaranya digelar Yogya Java Carnival disepanjang Jalan Malioboro. Lebih dari 20 kelompok kesenian dari dalam dan luar negeri mengubah wajah Malioboro dalam semalam.

Bulan Oktober lalu kota Yogyakarta benar-benar berpesta, maklum tanggal 7 Oktober adalah hari ulang tahunnya yang tahun ini mencapai usia 252. Puncak perayaannya ditutup dengan Joyga Java Carnival yang berlangsung disepanjang Jalan Malioboro Sabtu malam 25 Oktober lalu.

Warga Yogyakarta malam itu seperti tumpah ke jalanan. Tak ingin ketinggalan menyaksikan Yogja Java Carnival. Kemeriahan yang berlangsung dalam satu malam ini mengusung konsep pesta jalanan dengan perpaduan budaya tradisional dan kontemporer. Seperti tari Rama Tambak yang mewakili sisi tradisional diambil dari episode tari Ramayana dalam adegan yang melibatkan pasukan kera.

Sementara yang ini adalah gamelan gaul dengan para penarinya mewakili kesenian kontemporer. Gabungan alat musik tradisional gamelan dengan unsur musik moderen yang terdengar dinamis cocok banget buat kaum muda. Tidak heran namanya pun jadi gamelan gaul.

Kemeriahan pesta jalanan itu masih berlanjut lewat berbagai atraksi seni yang ditampilkan oleh lebih dari 20 kelompok kesenian dari dalam dan luar negeri. Seperti Korea Selatan yang menampilkan tarian dari
Gang Buk Gu kota yang sejak tiga tahun lalu menjadi "sister city" dari kota Yogyakarta.

Kegembiraan malam itu juga ditebar oleh delegasi dari Lebanon lewat tarian tradisional mereka Balbeck. Tarian yang diiringi dengan suara gendang itu mengambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Timur Tengah.

Uniknya, bukan cuman kelompok dari kalangan budaya yang berpartisipasi. Para suporter kesebelasan PSIM yang dikenal dengan sebutan Brajamusti tidak mau ketinggalan ikut meramaikan dengan atraksi mereka.

Nah kalau itu gaya para suporter PSIM dalam mendukung kesebelasan mereka tarian dari negeri tirai bambu mengundang kekaguman tersendiri. Makin malam semakin ramai yang nonton. Jalur karnaval yang dimulai dari Alun Alun Utara dan berakhir di taman parkir Abu Bakar Ali itu semakin disesaki warga.

Sayangnya pesta kesenian jalanan ini seperti tidak dipersiapkan dengan matang. Antusias ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan pesta akbar ini tidak dibarengi dengan antisipasi dari pihak panitia sehingga penampilan para peserta susah untuk dinikmati.

Meski demikian tidak bisa dipungkiri Yogya Java Carnival ini bisa menjadi penambah daya tarik kota Yogyakarta. Buktinya ada Bimo dan teman-temannya yang jauh-jauh datang dari Kalimantan tak mau ketinggalan menyaksikan pesta jalanan ini.

Ajang yang direncanakan bakal berlangsung tiap tahun ini moga-moga kedepannya bisa menjadi magnet bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang menyaksikan. Siapa tahu lewat Yogya Java Carnival impian menjadi Yogyakarta sebagai kota wisata dunia pun bisa terwujud. (Sup/Ijs)

 

 

Nama:
Email:

More HORISON:
[ more Horison ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :