
indosiar.com, Jakarta - Tua - tua keladi, makin tua makin menjadi. Itulah sebutan yang cocok untuk sepeda onthel yang bisa dibilang uzur tapi penggemarnya tidak pernah berkurang. Buktinya ada aja acara ngumpul dan bersepeda bersama, seperti liputan tim Horison berikut ini tentang kendurian penggemar sepeda onthel di tanah air.
Awal November kemarin ratusan pengemudi sepeda onthel yang disebut sebagai onthelis dari berbagai penjuru tanah air ngumpul di Jakarta. Selain dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda sekaligus hari Pahlawan ajang ini jadi tempat para onthelis untuk bersilaturahmi.
Acara silaturahmi para onthelis ini bisa dibilang unik karena mereka bukan cuma keliling dipusat kota pakai sepeda antik masa lalu. Para onthelis ini juga mengenakan kostum dan assesori unik, kebanyakan bernuansa jadul alias jaman dulu, jadi klop banget dengan sepeda yang mereka kendarai khan.
Bagi para ontehlis selain sesuai dengan keantikan sang sepeda, kostum bertema masa kolonial ini sebagai pengingat jasa sang onthel, karena walaupun dulu sepeda onthel yang bawa adalah para penjajah tanah air kita, tapi sepeda macam ini juga yang ikut mendampingi para pahlawan kita dalam memperjuangkan Kemerdekaan.
Para onthelis ini juga mengadakan beragam permainan. Tidak ada tuh yang namanya jarak antara tua dan muda, pokoknya semua melebur dengan akrab. Soal keakraban kecintaan pada sepeda onthel yang pastinya mempersatukan mereka. Apalagi dengan bergabungnya mereka dalam komunitas makin seringlah ngadain acara ngumpul bareng model begini, terutama diakhir pekan.
Kegiatan lainnya yang diikut menyemarakkan pertemuan para onthelis dalam ajang kenduri tempo dulu ini adalah pasar rakyat. Di pasar dadakan yang digelar di Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat ini para onthelis bisa mencari berbagai assesoris sepeda onthel dari yang bekas hingga yang baru.
Tapi jangan salah sangka lho, walaupun assesoris bekas harganya mahal. Misalnya aja lampu penerang sepeda onthel yang dibuat tahun 1940 an ini. Mahalnya beragam onderdil sepeda onthel selain kualitasnya yang oke banget, umumnya juga karena buatan asli pabrik pembuat sepeda onthel yang saat ini sudah tidak dibikin lagi. Jadi benar - benar langka.
Barang - barang tempo dulu, seperti aneka peralatan minum, mainan dan karya cetak jaman bahelak juga bisa ditemukan di pasar rakyat kenduri tempo dulu yang cuma berlangsung satu hari itu. Dengan ikut komunitas macam ini bersepeda pun bisa ramai - ramai dan menjadi lebih menyenangkan. Iya khan ?
Sayangnya, seringkali saat dijalan para pengendara sepeda itu seperti kalah bersaing dengan pengguna kendaraan bermotor. Suka tidak dikasih lewat, yah... ,semoga aja kebiasaan sepeda ini bisa menular ke warga lain. Soalnya selain anti polusi pastinya bikin sehat. (Dv/Ijs)