jeruk bali
Hukum dan Kriminal
11-Aug-2008 15:48:14 WIB
JEJAK KASUS
Si Hitam Pembawa Bencana



Reporter : Erwin Saputra - Budi Sampurno
Kameraman : Waluyo Adi Susanto - Iwan Agung
Produser : Widayat S. Noeswa
Tayang : Senin 11 Agustus 2008, Pukul 12.30 WIB

Segmen 1

indosiar.com, Jakarta - Tidak bisa dipungkiri peredaran narkoba di Indonesia tidak lepas dari peranan mafia perdagangan international, terutama warga kulit hitam. Mereka memiliki jaringan yang rapi dan merekrut orang - orang Indonesia sebagai bagian dari bisnis haram mereka.

Di Jakarta banyak kawasan yang dihuni oleh komunitas orang kulit hitam yang berasal dari Benua Afrika. Lihatlah dikawasan di Tanah Abang atau Petamburan, Jakarta Pusat. Keberadaaan mereka dikawasan ini biasanya untuk melakukan aktivitas bisnis, terutama garmen dan tekstil.

Mereka tinggal disejumlah hotel kelas menengah bawah atau mengontrak rumah - rumah penduduk. Namun dibalik itu sejak lama aparat kepolisian dan Imigrasi mencurigai aktivitas mereka di Indonesia. Karena dari catatan aparat keamanan banyak dari mereka yang terlibat perdagangan dan penyelundupan narkoba.

Selain itu aparat keamanan juga tentu melakukan kerjasama dengan interpol, sehingga mengetahui sepak terjang mereka. Karena itu aparat diterjunkan untuk melakukan pengawasan terhadap warga asing kulit hitam.

Bahkan pada tahun 2003, Badan Narkotika Nasional (BNN), meminta Departemen Luar Negeri agar memperketat pemberian visa kepada warga kulit hitam, terutama Nigeria yang akan masuk ke Indonesia.

Hal ini karena selama tahun 2003 terdapat 33 warga negara itu yang ditangkap akibat terlibat perdagangan narkoba. Warga kulit hitam ini dikenal cukup rapi dalam membangun jaringan bisnis narkoba. Modus - modus orang kulit hitam ini awalnya mengincar mangsanya disejumlah mall - mall dan tempat hiburan.

Dalam pertemuan atau perkenalan mereka biasanya mengajak ngobrol di cafe. Biasanya mereka mengincar kaum wanita untuk direkrut. Para wanita yang dijadikan target operasinya kerap dimanja dengan pemberian sejumlah uang yang cukup banyak.

Mereka juga jeli dalam mengenali calon partnernya sehingga mereka tidak sia - sia mengeluarkan uang untuk menjerat calon partnernya. Pada mulanya mereka terkenal royal kepada orang yang diincar sebagai partner.

Proses pendekatan bisa berbulan - bulan. Setelah yakin benar dengan incarannya baru mereka dijadikan kurir sekaligus pacar. Bahkan untuk mengikat hubungan personal mereka kemudian mengawini wanita yang menjadi partner bisnisnya.

Menjadi seorang kurir ada beberapa tingkatan. Pada tahap awal beroperasi mereka tidak langsung menyuruh perempuan Indonesia membawa barang jenis heroin dalam jumlah besar. Permainan peredaran narkoba pertama - tama didaerah - daerah pengirimnya, selanjutnya baru ditingkat luar negeri.

Jika sudah masuk jaringan perdagangan narkoba dipastikan mereka akan sangat sulit untuk keluar. Dengan berbagai cara orang kulit hitam akan mengisolasi wanita partner bisnisnya agar terus menjadi bagian dari mafia perdagangan barang haram itu. Mereka bahkan mengancam akan membunuh wanita yang berusaha keluar dari jaringan mafia.

Perdagangan dan peredaran narkotika dan obat - obat terlarang di Indonesia dalam 5 tahun terakhir memang cukup mengkhawatirkan.

Dalam catatan aparat kepolisian sejak tahun 2006 hingga tahun 2008 jumlah kasus narkoba terus meningkat dari 17.355 kasus menjadi 22.635 kasus. Sementara jumlah tersangka hanya mencapai 36.199 orang. Sungguh suatu angka yang amat mengkhawatirkan. Karena narkoba jelas - jelas menghancurkan masa depan generasi muda.

Apalagi berdasarkan sebuah penelitian, jumlah kerugian material akibat narkoba mencapai 18,4 triliun rupiah per tahun yang meliputi kehilangan kesempatan usia produktif, biaya kematian tidak alami dan pengobatan penyakit terkait, seperti rehabilitasi HIV Aids, hepatitis atau TBC.

Segmen 2

Untuk mengelabuhi petugas mafia peredaran narkoba international menjadikan para wanita Indonesia sebagai kurir. Bahkan untuk memikat hubungan personal orang - orang Afrika kulit hitam itu menikahi wanita yang dijadikan kurir.

Orang - orang kulit hitam yang rata - rata berasal dari negara Afrika Barat tahu betul jika negara Indonesia merupakan sasaran empuk bagi bisnis narkoba. Mereka yang umumnya berasal dari ekonomi lemah di negaranya, namun memiliki fisik yang sangat prima dan berani mengambil resiko untuk menjadi penghubung atau bandar walaupun harus mengambil resiko hukuman yang sangat berat bila tertangkap.

Salah seorang anggota yang tertangkap bahkan mengaku dijebak oleh sindikat perdagangan narkoba internasional dari Pakistan. Banyak pola dipakai oleh orang - orang berkulit hitam ini dalam melakukan bisnis haram tersebut. Salah satunya yang sering dilakukan mereka adalah menjadi pedagang garmen.

Pola ini memang nampak mendukung dalam pergerakan mereka. Menjadi pedagang garmen sekaligus menyusun peluang bagaimana jalur edar disusun disejumlah kota besar, seperti Jakarta, Medan, Surabaya bahkan hingga ke Makassar dan Papua. Untuk lebih memperlancar jalur bisnis strategis selanjutnya adalah memperistri gadis Indonesia.

Tujuannya jelas agar mereka lebih menguasai wilayah yang paling kecil secara samar para wanita ini dipergunakan sebagai kaki tangannya. Bukan tidak mungkin konsep ini berjalan lancar.

Mengingat gadis - gadis yang umumnya dikawini mereka adalah dari golongan tidak mampu sehingga mereka terjebak dengan berbagai iming - iming harta, seperti rumah, sawah, ladang bahkan kendaraan. Indonesia memang menjadi salah satu negara yang menjadi target operasi mereka, karena jaringannya sudah terbentuk.

Berdasarkan catatan unit narkoba Mabes Polri sepanjang tahun 2006 hingga 2008 ada 21 orang warga Afrika Barat ditangkap. Dalam kasus ini orang kulit hitam yang kerap melibatkan wanita Indonesia sebagai kurir sindikat narkoba kini berjumlah 12 orang. Bahkan sindikat ini melebarkan sayap ke negara asia lain seperti Pakistan dan Thailand.

Polisi kini memasukan 12 orang kulit hitam ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Salah satu dari mereka adalah wanita Indonesia yang diduga kabur ke negara Singapura bersama suaminya Saedy. Modus - modus yang dilakukannya adalah mentransfer uang hingga puluhan juta rupiah, sedangkan narkoba yang diperdagangkan biasanya diletakkan didalam sebuah kamar hotel tanpa penghuni.

Yang lebih mencengangkan meski sudah berada didalam penjara masih ada warga kulit hitam yang bisa mengendalikan bisnisnya dan didalam penjara. Kedatangan orang kulit hitam yang masuk ke Indonesia disponsori oleh sebuah perusahaan atau rekannya yang sudah lama didahului tinggal di Indonesia.

Kebanyakan status sponsorship tidak jelas, bahkan data - data mereka selama tinggal di Indonesia tidak jelas, seperti tinggal disebuah apartemen atau ngontrak sebuah rumah selalu menggunakan nama orang lain. Sebagian dari mereka yang tertangkap memang menggunakan paspor palsu.

Segmen 3

Kepolisian telah berupaya keras untuk mengawasi aktifitas warga Afrika terutama yang dicurigai menjadi bagian dari mafia peredaran narkoba di Indonesia. Puluhan warga Afrika telah ditangkap dan dipenjarakan, bahkan dihukum mati. Sementara puluhan wanita yang menjadi kurir juga ditangkap disejumlah negara.

Aparat kepolisian kini sangat serius memberantas peredara narkoba dan obat-obat terlarang. Sejak 4 tahun terakhir, perang terhadap peredaran narkoba sangat terasa. Sesuai ketentuan Undang Undang No.22 tahun 1997 tentang psikotropika puluhan pengedar narkoba termasuk warga kulit hitam telah dijatuhi hukuman mati.

Dari catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), para pengedar narkoba yang telah divonis mati oleh pengadilan diberbagai wilayah di Indonesia mencapai 72 orang dan 13 diantaranya adalah warga Nigeria. 3 diantara terpidana mati telah dieksekusi mati termasuk 2 warga negara Nigeria yaitu Samuel Iwuchukwu dan Hansen Anthony yang dieksekusi dikawasan Nirbaya, Nusakambangan, Jawa Tengah 27 Juni lalu.

Jumlah terpidana mati kasus narkoba yang kini menunggu eksekusi mati mencapai 39 orang karena pengadilan grasi mereka telah ditolak oleh presiden. Sementara itu ratusan bandar narkoba lain kini tengah menjalani persidangan dan tidak sedikit yang mendapat ancaman hukuman mati.

Banyaknya warga Nigeria yang tertangkap karena terlibat perdagangan narkoba ternyata membuat pemerintah Nigeria juga tidak tinggal diam. Pekan lalu Duta Besar Nigeria untuk Indonesia, Ibrahim B. Mai bahkan menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk membicarakan berbagai masalah. Diantaranya meminta agar dilakukan tukar menukar tahanan diantara dua negara.

Ibrahim meminta warga Nigeria yang telah dijatuhi hukuman termasuk divonis mati bisa menjalani hukuman termasuk eksekusi mati di negaranya. Namun Jaksa Agung belum bisa memberi jawaban atas permintaan Duta Besar Nigeria tersebut karena merupakan kewenangan Menteri Hukum dan HAM.

Sementara itu ratusan wanita Indonesia yang menjadi kurir atau kaki tangan warga kulit hitam kini mendekam di penjara, bahkan banyak diantaranya dihukum mati.

Berdasarkan catatan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, ada 135 narapidana wanita kasus narkoba merupakan anggota sindikat narkoba warga kulit hitam atau Nigeria Connection dan mereka telah dinikai atau setidaknya menjalin hubungan cinta. Sebagian besar dari mereka juga telah melahirkan anak.

Dari pengakuan para napi wanita, mereka terpaksa terlibat Nigeria Connection karena alasan ekonomi. Namun ada juga yang terjebak karena awalnya berbisnis.

Sementara itu puluhan wanita Indonesia yang terlibat perdagangan narkotika internasional kini ditahan disejumlah negara. Diantaranya 2 orang ditangkap aparat keamanan di Beijing, Cina dan kini telah divonis mati. Seorang wanita ditangkap aparat keamanan Brazil karena membawa 8,2 kilogram kokain saat akan bertolak dari Jerman.

Sementara awal tahun 2008 seorang wanita ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia di Pelabuhan Setulang, Johor Baru karena membawa 2 kilogram heroin. Kini wanita tersebut tengah dituntut hukuman mati.

Mafia perdagangan narkotika kulit hitam memang selalu melibatkan wanita Indonesia untuk direkrut menjadi bagian bisnis haram mereka. Ironisnya sebagian besar mengaku karena alasan ekonomi tanpa mempertimbangkan resiko besar yang dihadapinya termasuk resiko dieksekusi mati. (Sup/Dv)

Nama:
Email:

More JEJAK KASUS:
[ more Jejak Kasus ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :