
Inilah aksi kepolisian ketika merazia preman jalanan. Aparat bergerak mencuri lokasi - lokasi keramaian yang sering digunakan untuk mangkal para preman. Orang - orang yang tidak jelas pekerjaan dan aktivitasnya .... Mereka sebagian besar adalah para gelandangan, pengamen atau tukang parkir dijalan.
Razia dilakukan di terminal, stasiun, pertokoan dan tempat - tempat rawan kejahatan. Banyak diantaranya adalah kaum perempuan. Beberapa orang yang ditangkap bahkan tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh petugas kepolisian. Mereka bingung karena tidak sedang melakukan tindak kejahatan.
Sementara tidak sedikit yang minta untuk dibebaskan. Ini adalah awal perang melawan preman yang selama ini dianggap sebagai pengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Razia juga digelar di jalur Pantura, Pulau Jawa yang merupakan jalur distribusi ..... Dikawasan ini sudah lama malak terjadi aksi preman jalanan. .... mereka kerap dimintai uang preman sepanjang jalur Pantura. Baik oleh para preman maupun para keamanan.
Menurut pengakuan sejumlah waktu, mereka terpaksa ikut sebuah organisasi angkutan darat yang dipackingin oleh oknum tentara agar bisa terhindar dari aksi pemalakkan, namun pemilik truk harus membayar iuran antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah.
Awal November lalu jajaran Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia memang telah menabuh genderang perang melawan preman. Ini adalah program besar pertama pejabat baru di kutub pimpinan Polri, yaitu Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Susno Duaji.
Gerakan pertama Kapolri ini tentu bukan tanpa alasan. Selama ini kejahatan jalanan, seperti pencopetan dan penodongan di jalan, angkutan umum, pusat keramaian maupun pemalakan di perumahan sangat meresahkan masyarakat.
Rasa aman warga sangat terusik, para penjahat jalanan sudah merasa memiliki kepuasan saat itu. Mereka terkesan tidak takut dengan aparat kepolisian. Razia preman pertama kali dilakukan di 5 wilayah Polda, diantaranya Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah dan Polda Jawa Timur. Namun sejak 7 November Kapolri memerintahkan semua Polda menggelar razia terhadap preman.
Selama seminggu lebih operasi preman digelar polisi telah berhasil menangkap lebih dari 3 ribu preman, namun setelah dilakukan pemeriksaan tinggal 3 ratusan preman yang akan diproses secara hukum sisanya dikembalikan ke masyarakat setelah dibawa ke Panti Rehabilitasi milik Bina Sosial.
Hingga Minggu (16/11/08) kemarin 673 preman hasil tangkapan polisi diwilayah DKI Jakarta dikerahkan ke Bina Sosial untuk dibina, sebagai tahap awal Panti Sosial Bina Bangun Daya di Kedoya dan Cipayung jadi tempat penampungan setempat.
Ribuan preman telah ditangkap dan diamankan, masyarakat tentu berharap kejahatan jalanan akan segera hilang sampai berkurang agar tercipta rasa aman dan nyaman. Para masyarakat tentu berharap antar perang melawan preman terus berkelanjutan. (Dv/Ijs)