Jejak Kasus

Bulan Februari tahun lalu, Kami pernah menayangkan kasus penganiayaan dua orang pembantu rumah tangga yang dilakukan sang majikan, di Perumahan Jatinegara Baru, Cakung, Jakarta Timur. Siapa nyana kini kisah itu terulang kembali, dengan pelaku yang sama. Kali ini korbannya bernama Rumini dan Irma.
Seorang mahasiswi Akademi Kebidanan di Jakarta, ditemukan tewas usai melakukan aborsi di rumah seorang dukun urut di daerah Pandeglang, Banten. Jenazah korban ditemukan sang pacar yang hendak menjemputnya pulang kembali ke Jakarta.
Rabu tanggal 30 Mei lalu terjadi tragedi berdarah di Pasuruan, Jawa Timur, akibat perebutan lahan yang tak kunjung selesai, antara warga setempat dengan pihak TNI Angkatan Laut. Selain korban luka-luka, insiden itu menyebabkan korban tewas.
Akhir April lalu di Daerah Karawang, Jawa Barat, seorang ibu beranak tiga tewas dibantai ketika tengah berladang. Pelakunya tak lain warga kampungnya sendiri. Namun tak ada yang tahu apa alasan si pelaku membantai korban.
Sosok ayah adalah kepala keluarga, yang selayaknya menjaga serta melindungi anggota keluarganya, secara manusiawi. Tapi seorang ayah di Bandung, Jawa Barat, justru sebaliknya.
Betapa sensitifnya perasaan seseorang, seringkali tidak bisa diukur. Seperti dalam jejak kasus kali ini. Diduga karena merasa tersinggung, seorang pemuda cacat berumur 31 tahun, warga Tempeh Lumajang Jawa Timur, tega menganiaya dua teman perempuannya yang masih belia.
Himpitan hidup seringkali menjadi alasan seseorang melakukan sebuah tindakan nekad yang mengancam nyawa. Bukan saja nyawa dirinya sendiri, tapi juga melibatkan nyawa orang yang amat dekat dengannya.
Rasa tersinggung bisa memicu kemarahan yang kalau tak terkendali amat berbahaya. Sepasang sejoli di Palangkaraya, Kalimantan Tengah tewas dibantai di sebuah kamar kontrakan.
Seorang ibu di Sleman, Yogyakarta, enam hari lalu melakukan tindakan nekat. Bersama dua anaknya ia membakar diri di dalam kamar tidurnya. Tak ada yang tahu, sampai kemudian warga mendengar jerit anaknya, tapi terlambat.
Rasa curiga kalau dibiarkan akan menjadi racun bagi diri sendiri. Apalagi kecurigaan itu berdasarkan tebakan semata. Akhir April kemarin, seorang lelaki nekat menghabisi nyawa seorang paranormal, karena curiga keponakannya meninggal akibat minum air yang telah diberi mantra oleh sang paranormal.

‹ First  < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›

© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :