Kesehatan
1-Nov-2007 15:32:14 WIB
KATA
Psoriasis, Penyakil Kulit Yang Langka



indosiar.com - Seorang bintang sinetron terkenal pernah merasa kaget ketika bintik-bintik kecil ditangannya, tiba-tiba menjalar keseluruh tubuh. Hanya mukanya saja yang tak terkena bintik-bintik tersebut. Bintik mirip bekas gigitan nyamuk tersebut melebar, mengelembung, memerah dan rasanya perih.

Ia pun memeriksakan dirinya ke dokter ahli. Ternyata ia didiagnosa terserang psoriasis, penyakit kulit tergolong langka. Iapun berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura dan berkat terapi teratur, bercak di kulitnya berangsur hilang. Namun, dia harus selalu waspada karena psoriasis bisa kambuh kapan saja

Apa Itu Psoroasis

Banyak orang yang mungkin belum tahu tentang psoroasis. Di Asia, psoriasis termasuk penyakit kulit yang cukup banyak penderitanya. Catatan di klinik sub-bagian kulit-kelamin FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta menunjukkan, penderita yang datang berobat pada tahun 1999, mencakup 40 wanita dan 39 pria.

Nama penyakit ini berasal dari kata Yunani yang berarti gatal. Penderitanya, lebih banyak orang kulit putih (Eropa dan Amerika Utara) dan sangat jarang ditemukan pada suku Eskimo dan Indian. Psoriasis adalah penyakit kulit yang menahun dan bersifat kambuhan, yang ditandai oleh adanya benjolan bersisik berwarna keperakan dan sejumlah plak (bercak yang menonjol) dengan ukuran yang bervariasi. Penyakit ini paling sering ditemukan pada usia 15-35 tahun.

Psoriasis tampaknya merupakan suatu penyakit keturunan dan yang juga berhubungan dengan sistem kekebalan dan respon peradangan. Paling sering ditemukan di batang tubuh, sikut, lutut, kulit kepala, lipatan kulit atau kuku jari tangan, tetapi bisa juga menyerang setiap atau seluruh bagian tubuh.

Dalam keadaan normal, pergantian kulit memerlukan waktu sekitar 1 bulan. Pada psoriasis, proses ini hanya memakan waktu beberapa hari sehingga terjadi penimbunan sel-sel kulit yang mati dan pembentukan sisik-sisik yang tebal.

Psoriasis bukan merupakan penyakit menular. Psoriasis bisa kambuh tanpa alasan yang jelas, atau kekambuhan bisa terjadi setelah :

  • sengatan matahari yang hebat
  • iritasi kulit atau cedera (luka bakar, gigitan seranggan, luka sayat, ruam)
  • pemakaian obat anti malaria
  • pemakaian litium
  • pemakaian obat beta-bloker (misalnya propanolol dan metoprolol) atau hampir semua jenis salep maupun krim
    infeksi virus atau bakteri
  • pemakaian alkohol yang berlebihan
  • obesitas (kegemukan)
  • stres
  • cuaca dingin.

Cetusan penyakit psoriasis berupa lesi-lesi kemerahan disertai pembentukan sisik keperakan yang berlapis-lapis yang tidak terlalu gatal. Pada penderita psoriasis memang pembuluh darah di bawah kulit terlihat lebih banyak, berkelok-kelok serta melebar. Epidermis (bagian kulit paling luar)-nya menjadi lebih tebal, produksi zat tanduk lebih banyak yang manifestasinya berupa sisik transparan bertumpuk, yang kemudian terlepas.

Yang membuat tak nyaman, lesi-lesi psoriasis bisa muncul di bagian tubuh mana saja, dari kulit kepala, tubuh serta anggota badan sampai ke daerah kelamin. Pada jenis ringan, psoriasis tipe guttate, kelainan kulit berupa bercak-bercak berukuran sebesar tetesan air berwarna kemerahan. Kalau tidak segera diobati, bercak ini cepat meluas. Seringkali, psoriasis guttate muncul sehabis terkena penyakit infeksi tenggorokan atau saluran pernafasan.

Psoriasis menyebabkan timbulnya lapisan-lapisan di kulit, jika daerah ini membaik, kulit akan tampak seperti semula dan pertumbuhan rambut tidak berubah. Artritis psoriatik menimbulkan gejala yang mirip dengan artritis rematoid, dimana penderita merasakan nyeri pada persendiannya.

Meskipun sangat jarang, psoriasis bisa menutupi seluruh tubuh dan menyebabkan dermatitis psoriatik eksfoliativa, dimana keseluruhan kulit mengalami peradangan. Jenis psoriasis ini sangat serius karena seperti halnya luka bakar, kelainan ini menyebabkan kulit tidak dapat berfungsi dengan baik sebagai pelindung terhadap cedera dan infeksi.

Untuk pengobatannya, jika hanya terdapat sedikit plak yang kecil, psoriasis dengan cepat akan memberikan respon terhadap pengobatan. Untuk menjaga kelembaban kulit bisa digunakan salep dan krim yang melumasi kulit (emolien) 1-2 kali/hari.

Salep yang mengandung kortikosteroid efektif digunakan pada psoriasis dan efektivitasnya bisa ditingkatkan dengan mengoleskan dan kemudian membungkus daerah tersebut dengan selofan (kertas kaca). Bisa juga diberikan krim vitamin d. Salep dan krim yang mengandung asam salisilat atau aspal batubara juga digunakan untuk mengobati psoriasis. Kebanyakan obat-obat tersebut dioleskan 2 kali/hari.

Kadang digunakan obat yang lebih kuat, yaitu antralin; tetapi dapat menyebabkan iritasi kulit dan meninggalkan noda pada pakaian. Jika kulit kepala terkena, digunakan sampo yang mengandung antralin. Sinar ultra violet juga bisa membantu meredakan psoriasis. Berjemur dibawah sinar matahari seringkali membantu menghilangkan plak di daerah tubuh yang lebih luas.

Untuk prosiasis yang meluas, terapi sinar ultra violet bisa ditambah dengan psoralen, yaitu obat yang menyebabkan kulit sangat peka terhadap efek sinar ultra violet. Gabungan dari psoralen dan sinar ultra violet (puva) biasanya efektif dan bisa membersihkan kulit selama beberapa bulan. Tetapi puva bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, karena itu pengobatan ini harus diawasi secara ketat.

Untuk jenis psoriasis yang serius dan menyebarluas, bisa diberikan metotreksat. Obat ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel kulit. Metotreksat digunakan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya. Obat ini sangat efektif pada kasus-kasus yang berat, tetapi bisa menimbulkan efek yang merugikan pada sumsum tulang, ginjal dan hati.

Obat lainnya yang juga efektif tetapi menimbulkan efek samping yang serius adalah siklosporin. Obat yang paling efektif untuk psoriasis pustuler adalah etretinat dan isotretinoin, yang juga digunakan untuk mengobati jerawat yang parah.(berbagai sumber/Ijs)


Nama:
Email:

More KATA:
[ more Kata ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :