Kesehatan
30-Jan-2008 11:01:53 WIB
KATA
Leukimia, Penyakit Kanker Tertinggi Pada Anak



indosiar.com - Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60 % anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut.

kanker adalah sejenis penyakit pertumbuhan yang berlebihan, dari sel jaringan tubuh yang asalnya normal berubah menjadi tidak normal dan bersifat ganas. Sel-sel tersebut tidak terkontrol dan tidak berbentuk.

Kanker dapat timbul pada semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan semua golongan umur termasuk anak dan bayi. Bahkan, bayi yang baru dilahirkan pun bisa terkena kanker. Apa penyebab kanker? Sejauh ini, para ahli belum bisa memastikan. Khusus untuk kanker anak, penyebabnya diperkirakan merupakan gabungan antara faktor genetik dan lingkungan. ''

Pada anak-anak, jenis kanker yang cukup sering terjadi adalah leukemia (kanker darah), tumor otak, retinoblastoma (retina mata), kanker kelenjar getah bening, tumor Wilms (kanker ginjal), rabdomiosarkoma (kanker jaringan otot), dan ostosarkoma (kanker tulang). Dari jenis-jenis kanker ini, ternyata leukemia yang paling banyak dijumpai.

Leukimia adalah suatu jenis kanker darah, dimana sel darah putih kita diproduksi melebihi yang seharusnya ada. Seperti halnya penyakit kanker yang lain, leukemia jarang menimbulkan gejala tertentu. Pada umumnya badan tambah kurus dan cenderung kurang darah (HB turun). Biar diberi vitamin juga tidak naik dan setelah diperiksa secara mendetail baru terlihat.

Sangat sulit mengatakan penyebab dan pencegahan leukemia karena datangnya juga tidak diketahui. Sampai saat ini penyebab pasti masih dicari. Ada beberapa gejala penyakit leukemia. Gejalanya antara lain : rasa lesu atau lelah, wajah pucat, demam yang tidak jelas sebabnya, perdarahan abnormal, biasanya di kulit dan mudah dilihat. Gejala lain, penderita akan merasa nyeri pada tulang, perut yang teraba keras atau membengkak. Terkadang, ditemukan pula benjolan-benjolan di kulit, pembengkakan gusi, atau kelumpuhan otot wajah atau tungkai tanpa sebab yang jelas.

Perlu digarisbawahi, penyakit leukemia ini bisa disembuhkan, asal diketahui pada stadium dini. Sayangnya, kebanyakan orangtua baru membawa anaknya ke rumah sakit ketika penyakit leukemia anaknya sudah mencapai stadium agak lanjut, yaitu stadium dua atau tiga.

Hal ini bisa disebabkan oleh kesibukan para orangtua di kota-kota besar, sehingga tidak punya banyak waktu untuk mengamati secara cermat kondisi kesehatan anaknya. Si anak sendiri, biasanya tidak pernah mengeluhkan apa yang dia rasakan. Paling-paling, cuma menangis apabila badannya terasa tidak enak.

Mestinya hal ini tak terjadi. Karena itu, jika melihat ada sedikit keanehan pada anaknya, orangtua harus cepat mengambil tindakan. Bila perlu, anak langsung dibawa ke dokter untuk memastikan apa yang terjadi.

Pengobatan penyakit leukemia memerlukan waktu yang lama. Paling cepat lima tahun, bahkan bisa lebih, apalagi jika saat ditemukan penyakitnya sudah mencapai stadium tiga. Pengobatannya sendiri merupakan kombinasi antara operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Jadi, tidak berbeda dengan pengobatan kanker pada orang dewasa.(berbagai sumber/Ijs)

Nama:
Email:

More KATA:
[ more Kata ]
© 2008, INDOSIAR.COM | QUICK MENU :